Rabu, 05 Oktober 2011

Seekor Tikus



Sepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja. 
Ketika mereka membuka barang belanjaan, 
seekor tikus memperhatikan dengan seksama sambil menggumam. 
"Hmmm...makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar??" 
Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah perangkap Tikus. 
Sang tikus kaget bukan kepalang. 
Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak. 


"Ada Perangkap Tikus di rumah!!! Di rumah sekarang ada perangkap tikus!!" 
Ia mendatangi ayam dan berteriak, "Ada perangkap tikus....."
Sang Ayam berkata 
"Tuan Tikus..., Aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap diriku" 
Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak. 
Lalu sang Kambing pun berkata 
"Aku turut bersimpati.. . tapi maaf , tidak ada yang bisa aku lakukan" 
Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama. 
"Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali" 
Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sang ular berkata 
"Ahhh...Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku" 

Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan 
pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri. 

Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras 
perangkap tikusnya yang berbunyi. 
Menandakan perangkapnya telah memakan korban. 
Namun ketika melihat perangkap tikusnya, 
seekor ular berbisa telah terjebak di sana. 
Ekor ular yang terjepit membuatnya semakin ganas 
dan menyerang istri si Petani. 
Walaupun sang Suami berhasil membunuh ular tersebut, 
namun sang istri sempat tergigit dan  teracuni oleh bisa ular tersebut. 

Setelah beberapa hari di rumah sakit, 
sang istri sudah diperbolehkan pulang. 
Namun selang beberapa hari kemudian demam tinggi 
yang tak turun-turun juga. 
Atas saran kerabatnya, ia membuatkan istrinya sup ayam 
untuk menurunkan demamnya. 

Semakin hari bukannya semakin sembuh, 
justru semakin tinggi demam istrinya. 
Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. 
Ia lalu menyembelih kambingnya untuk diambil hatinya. 

Masih! Istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia. 
Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. 
Sehingga ia harus menyembelih sapinya untuk 
memberi makan orang-orang yang melayat. 

Dari kejauhan sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. 
Beberapa hari kemudian ia melihat 
Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi di rumah itu. 

Nilai-nilai yang bisa kita ambil dari kisah di atas, suatu ketika Anda mendengar 
seseorang sedang dalam kesulitan atau masalah dan 
Anda mengira itu bukan urusan Anda, maka pikirkanlahsekali lagi.       



 "Kebahagiaan anda tumbuh berkembang manakala anda membantu orang lain. 
Namun, bilamana anda tidak mencoba membantu sesama, 
kebahagiaan akan layu dan mengering. 
Kebahagiaan bagaikan sebuah tanaman, 
harus disirami setiap hari dengan sikap dan tindakan memberi."