Selasa, 04 Oktober 2011

Keajaiban Beras





Dikisahkan sebuah benih padi yang baru ditanam oleh petani mulai bertumbuh menjadi tanaman padi kecil. 

Setiap hari tanaman itu dirawat oleh petani, diberi air dan diberi pupuk. 
Tiba-tiba tersengar suara ejekan dari petak sebelah yang ternyata adalah 
kebun tanaman jagung yang akan siap panen, “Hei padi kecil, untuk apa kamu tumbuh? 
Toh kalau kamu tumbuh petani tidak menjadi kaya dan hargamu juga murah tidak seperti aku.” 

Mendengar ejekan itu, padi berkata, “Aku ditakdirkan sebagai benih padi, 
entah apapun itu yang penting aku bisa bermanfaat untuk manusia.” 

“Bermanfaat ? Harga jualmu saja rendah, sehingga kehidupan petani masih saja seperti itu. 
Itu yang dimaksud bermanfaat?” ketus tanaman jagung. 
Mendengar ejekan itu, benih padi tetap diam dan terus menyerap zat-zat dari 
dalam tanah sembil berkata dalam hati, “Aku memang padi kecil, 
tapi aku bias berguna dan menjalankan takdirku sebagai padi dengan sebaik-baiknya.” 

Empat bulan kemudian, tibalah hari panen padi. 
Setelah benih-benih padi yang telah dipanen dibersihkan, 
kemudian dimasukkan ke dalam karung. 
Selang beberapa hari kemudian, jadilah beras. 
Sebuah keluarga sederhana memberli beras itu di warung terdekat, 
kemudian mencuci dan menanaknya menjadi nasi. 
Kebetulan otang yang menanak nasi itu adalah orang yang baru pertama kali memasak beras. 
Setelah mengukur perbandingan jumlah beras dan air dengan menggunakan cangkir beras, 
dua takaran kecil beras dan tiga gelas air pun dituangkan. 

Orang itu berkata dalam hati, “Kok, beras yang dimasak sedikit sekali?” 
Ternyata setengah jam kemudian, nasi sudah matang dan betapa terkejutnya ia 
ketika melihat beras yang sedikit tadi berubah menjadi nasi yang tidak ia kira sebelumnya. 
Kegirangan dan kekaguman yang meluap dari seluruh anggota keluarga tersengar oleh beras yang telah menjadi nasi itu. 
Dan, betapa bersyukurnya beras itu dapat menjalankan hidup dengan baik. 


"Jangan mudah menyerah hanya dengan perkataan-perkataan yang tidak penting. Jalani terus hidup ini dan jadilah bermakna."