Sabtu, 08 Oktober 2011

Mengapa Harus Berhati Sempit?



Qi Gong adakah orang ternama, tidak sedikit orang yang meniru tulisannya 
untuk dijual di pasar. 
Suatu saat dia bersama temannya berjalan-jalan di jalan raya,
melewati sebuah toko yang khusus menjual tulisan dan lukisan orang ternama. 


Ketika Qi Gong memasuki toko tersebut bersama temannya, 
seseorang datang ke toko dan bertanya, 
"Saya mempunyai tulisan asli Qi Gong, apakah ada yang mau?" 
Qi Gong berkata, "Coba kamu ambil agar dapat kulihat?" 
Orang itu memberikan selembar tulisan kepadanya. 

Saat itu, orang yang datang bersama Qi Gong bertanya kepada penjual tulisan, 
"Apakah kamu mengenal Qi Gong?" 
Kenal, dia adalah guru saya." Jawabnya lugas. 
Teman Qi Gong langsung bertanya," saudara Qi, apakah kamu mempunyai murid seperti ini?" 

Begitu mendengar, pemalsu itu langsung tahu bahwa di depannya adalah Qi Gong asli. 
"Sungguh-sungguh saya melakukan hal buruk ini karena keadaan saya yang miskin, 
harap Tuan mengampuni saya." Nadanya sambil memohon. 
Qi Gong berkata,"Kalau karena keadaan yang memaksa, tetap tirukan saja, asal tidak 
boleh menggunkannya untuk melakukan hal-hal jelek dan berlawanan dengan pemerintah." 

Orang tersebut langsung menundukan kepala dan kabur. 
Teman Qi bertanya,"Kenapa kau biarkan dia pergi?" 
Dengan nada bercanda, Qi berkata,"Kalau tidak melepaskan dia, 
memangnya mau diserahkan kepada yang berwajib? 
Orang lain menngunakan nama saya, karena dia memandang saya, apalagi, 
dia pasti hidup dalam kekurangan. 
Seandainya dia datang kepada saya untuk meminjamkannya uang, 
bukankah aku harus meminjamkan uang kepada dia?" 

Sungguh-sungguh bertoleransi dan berbesar hati dapat dikatakan 
sebagai batas tertinggi dalam hubungan antarsesama. 

- Din Man - 


"Mengembangkan hubungan perseorangan yang baik, harus memiliki hati yang lapang, ramah dan toleransi."