Selasa, 27 Januari 2009

Menembus Keterbatasan

Kutu anjing adalah binatang yang mampu melompat 300 kali tinggi
tubuhnya.

Namun, apa yang terjadi bila ia dimasukan ke dalam sebuah kotak
Korek api kosong lalu dibiarkan disana selama satu hingga dua minggu?

Hasilnya, kutu itu sekarang hanya mampu melompat setinggi kotak Korek
api saja!


Kemampuannya melompat 300 kali tinggi tubuhnya tiba-tiba hilang.


Ini yang terjadi. Ketika kutu itu berada di dalam kotak korek api ia
mencoba melompat tinggi. Tapi ia terbentur dinding kotak korek api.
Ia mencoba lagi dan terbentur lagi. Terus begitu sehingga ia mulai
ragu akan kemampuannya sendiri.


Ia mulai berpikir, "Sepertinya kemampuan saya melompat memang hanya
segini."

Kemudian loncatannya disesuaikan dengan tinggi kotak korek api. Aman.

Dia tidak membentur.

Saat itulah dia menjadi sangat yakin, "Nah benar kan ? Kemampuan saya
memang cuma segini. Inilah saya!"


Ketika kutu itu sudah dikeluarkan dari kotak korek api, dia masih
terus merasa bahwa batas kemampuan lompatnya hanya setinggi kotak
korek api.

Sang kutu pun hidup seperti itu hingga akhir hayat. Kemampuan yang
sesungguhnya tidak tampak. Kehidupannya telah dibatasi oleh
lingkungannya.


Sesungguhnya di dalam diri kita juga banyak kotak korek api.

Misalnya anda memiliki atasan yang tidak memiliki kepemimpinan
memadai. Dia tipe orang yang selalu takut tersaingi bawahannya,
sehingga dia sengaja menghambat perkembangan karir kita. Ketika anda
mencoba melompat tinggi, dia tidak pernah memuji, bahkan justru
tersinggung.

Dia adalah contoh kotak korek api yang bisa mengkerdilkan anda.


Teman kerja juga bisa jadi kotak korek api.

Coba ingat, ketika dia bicara begini, "Ngapain sih kamu kerja keras
seperti itu, kamu nggak bakalan dipromosikan, kok."

Ingat! Mereka adalah kotak korek api.

Mereka bisa menghambat perkembangan potensi diri Anda.


Korek api juga bisa berbentuk kondisi tubuh yang kurang sempurna,
tingkat pendidikan yang rendah, kemiskinan, usia dan lain sebagianya.


Bila semua itu menjadi kotak korek api maka akan menghambat prestasi
dan kemampuan anda yang sesungguhnya tidak tercermin dalam aktivitas
sehari-hari.


Bila potensi anda yang sesungguhnya ingin muncul, anda harus take
action untuk menembus kotak korek api itu.


Lihatlah Ucok Baba, dengan tinggi tubuh yang di bawah rata-rata ia
mampu menjadi presenter di televisi.


Andapun pasti kenal Helen Keller. Dengan mata yang buta, tuli dan
"gagu" dia mampu lulus dari Harvard University.


Bill Gates tidak menyelesaikan pendidikan sarjananya, namun mampu
menjadi "raja" komputer.

Andre Wongso, tidak menamatkan sekolah dasar namun mampu menjadi
motivator nomor satu di Indonesia .


Contoh lain Meneg BUMN, Bapak Sugiharto, yang pernah menjadi seorang
pengasong, tukang parkir dan kuli di Pelabuhan. Kemiskinan tidak
menghambatnya untuk terus maju. Bahkan sebelum menjadi menteri beliau
pernah menjadi eksekutif di salah satu perusahaan ternama.


Begitu pula dengan Nelson Mandela. Ia menjadi presiden Afrika Selatan
setelah usianya lewat 65 tahun.


Kolonel Sanders sukses membangun jaringan restoran fast food ketika
usianya sudah lebih dari 62 tahun.


Nah, bila anda masih terkungkung dengan kotak korek api, pada
hakekatnya anda masih terjajah. Orang-orang seperti Ucok Baba,
Helen Keller, Andre Wongso, Sugiharto, Bill Gates dan Nelson Mandela
adalah orang yang mampu menembus kungkungan kotak korek api.


Merekalah contoh sosok orang yang merdeka, sehingga mampu menembus
berbagai keterbatasan.


BREAK YOUR BORDER . . . . TOUCH THE SKY . . . . !

Minggu, 18 Januari 2009

Seorang tua yang bijak ditanya oleh tamunya.

Tamu :"Sebenarnya apa itu perasaan 'bosan', pak tua?"

Pak Tua :
"Bosan adalah keadaan dimana pikiran menginginkan perubahan, mendambakan sesuatu yang baru, dan menginginkan berhentinya rutinitas hidup dan keadaan yang monoton dari waktu ke waktu."

Tamu :"Kenapa kita merasa bosan?"

Pak Tua :"Karena kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki."

Tamu :"Bagaimana menghilangkan kebosanan?"

Pak Tua : "Hanya ada satu cara, nikmatilah kebosanan itu, maka kita pun akan terbebas darinya."

Tamu :"Bagaimana mungkin bisa menikmati kebosanan?"

Pak Tua:"Bertanyalah pada dirimu sendiri: mengapa kamu tidak pernah bosan makan nasi yang sama rasanya setiap hari?"

Tamu :"Karena kita makan nasi dengan lauk dan sayur yang berbeda, Pak Tua."

Pak Tua :"Benar sekali, anakku, tambahkan sesuatu yang baru dalam rutinitasmu maka kebosanan pun akan hilang."

Tamu: "Bagaimana menambahkan hal baru dalam rutinitas?"

Pak Tua :
"Ubahlah caramu melakukan rutinitas itu. Kalau biasanya menulis sambil duduk, cobalah menulis sambil jongkok atau berbaring. Kalau biasanya membaca di kursi, cobalah membaca sambil berjalan-jalan atau meloncat-loncat. Kalau biasanya menelpon dengan tangan kanan, cobalah dengan tangan kiri atau dengan kaki kalau bisa. Dan seterusnya."

Lalu Tamu itu pun pergi.

Beberapa hari kemudian Tamu itu mengunjungi Pak Tua lagi.

Tamu :"Pak tua, saya sudah melakukan apa yang Anda sarankan, kenapa saya masih merasa bosan juga?"

Pak Tua :"Coba lakukan sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan."

Tamu :"Contohnya? "

Pak Tua :"Mainkan permainan yang paling kamu senangi di waktu kecil dulu."

Lalu Tamu itu pun pergi.

Beberapa minggu kemudian, Tamu itu datang lagi ke rumah Pak Tua.

Tamu :

"Pak tua, saya melakukan apa yang Anda sarankan. Di setiap waktu senggang saya bermain
sepuas-puasnya semua permainan anak-anak yang saya senangi dulu. Dan keajaibanpun terjadi.
Sampai sekarang saya tidak pernah merasa bosan lagi, meskipun di saat saya melakukan hal-hal yang dulu pernah saya anggap membosankan. Kenapa bisa demikian, Pak Tua?"

Sambil tersenyum Pak Tua berkata:

"Karena segala sesuatu sebenarnya berasal dari pikiranmu sendiri, anakku. Kebosanan itu pun berasal dari pikiranmu yang berpikir tentang kebosanan. Saya menyuruhmu bermain seperti anak kecil agar pikiranmu menjadi ceria. Sekarang kamu tidak merasa bosan lagi karena pikiranmu tentang keceriaan berhasil mengalahkan pikiranmu tentang kebosanan. Segala sesuatu berasal dari pikiran. Berpikir bosan menyebabkan kau bosan. Berpikir ceria menjadikan kamu ceria."

Hidup adalah Pilihan

Ada 2 bibit tanaman yang terhampar di sebuah ladang yang subur. Bibit yang pertama berkata, "Aku ingin tumbuh besar,aku ingin menjejakkan akarku dalam2 di tanah ini dan menjulangkan tunas2ku diatas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari dan kelembutan embun pagi di pucuk2 daunku"...Dan bibit itupun tumbuh,makin menjulang...

Bibit yang kedua berguman..."Aku takut,jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini,aku tak tahu apa yang akan kutemui dibawah sana.Bukankah disana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku keatas,bukankah nanti keindahan tunas2ku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak.Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka,dan siput2 mencoba untuk memakannya? Dan pasti jika aku tumbuh dan merekah,semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak! Akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman"...Dan bibit itupun menunggu dalam kesendirian.
Beberapa pekan kemudian seekor ayam mengais tanah itu,menemukan bibit yang kedua tadi dan menaploknya segera.

Memang selalu ada saja pilihan dalam hidup. Selalu saja ada lakon2 yang harus kita jalani. Namun seringkali kita berada dalam kepesimisan,kengerian,keraguan,kebimbangan2 yang kita ciptakan sendiri. Kita kerap terbuai dengan alasan2 untuk tak mau melangkah,tak mau menatap hidup.
Karena hidup adalah pilihan, maka hadapilah itu dengan gagah..Dan karena hidup adalah pilihan,maka pilihlah dengan bijak... 

Rahasia si Untung

Kita semua pasti kenal tokoh si Untung di komik Donal Bebek. Berlawanan dengan Donal yang selalu sial. Si Untung ini dikisahkan untung terus. Ada saja keberuntungan yang selalu menghampiri tokoh bebek yang di Amerika bernama asli Gladstone ini. Betapa enaknya hidup si Untung. Pemalas, tidak pernah bekerja, tapi selalu lebih untung dari Donal. Jika Untung dan Donal berjalan bersama, yang tiba-tiba menemukan sekeping uang dijalan, pastilah itu si Untung. Jika Anda juga ingin selalu beruntung seperti si Untung, dont worry, ternyata beruntung itu ada ilmunya.

Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba meneliti hal-hal yang membedakan orang2 beruntung dengan yang sial. Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu untung, dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial. Memang kesan nya seperti main-main, bagaimana mungkin keberuntungan bisa diteliti. Namun ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial.

Misalnya, dalam salah satu penelitian the Luck Project ini, Wiseman memberikan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam koran yang dibagikan kepada dua kelompok tadi. Orang2 dari kelompok sial memerlukan waktu rata-rata 2 menit untuk menyelesaikan tugas ini. Sementara mereka dari kelompok si Untung hanya perlu beberapa detik saja! Lho kok bisa?

Ya, karena sebelumnya pada halaman ke dua Wiseman telah meletakkan tulisan yang tidak kecil berbunyi “berhenti menghitung sekarang! ada 43 gambar di koran ini”. Kelompol sial melewatkan tulisan ini ketika asyik menghitung gambar. Bahkan, lebih iseng lagi, di tengah2 koran, Wiseman menaruh pesan lain yang bunyinya: “berhenti menghitung sekarang dan bilang ke peneliti Anda menemukan ini, dan menangkan $250!” Lagi-lagi kelompok sial melewatkan pesan tadi! Memang benar2 sial.

Singkatnya, dari penelitian yang diklaimnya “scientific” ini, Wiseman menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial:

1. Sikap terhadap peluang.

Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang. Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan bertindak ketika peluang datang. Bagaimana hal ini dimungkinkan?

Ternyata orang-orang yg beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan terbuka terhadap pengalaman-pengalam an baru. Mereka lebih terbuka terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal, dan menciptakan jaringan-jaringan sosial baru. Orang yang sial lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan- kemungkinan baru.

Sebagai contoh, ketika Barnett Helzberg seorang pemilik toko permata di New York hendak menjual toko permata nya, tanpa disengaja sewaktu berjalan di depan Plaza Hotel, dia mendengar seorang wanita memanggil pria di sebelahnya: “Mr. Buffet!” Hanya kejadian sekilas yang mungkin akan dilewatkan kebanyakan orang yang kurang beruntung. Tapi Helzber berpikir lain. Ia berpikir jika pria di sebelahnya ternyata adalah Warren Buffet, salah seorang investor terbesar di Amerika, maka dia berpeluang menawarkan jaringan toko permata nya. Maka Helzberg segera menyapa pria di sebelahnya, dan betul ternyata dia adalah Warren Buffet. Perkenalan pun terjadi dan Helzberg yang sebelumnya sama sekali tidak mengenal Warren Buffet, berhasil menawarkan bisnisnya secara langsung kepada Buffet, face to face. Setahun kemudian Buffet setuju membeli jaringan toko permata milik Helzberg. Betul-betul beruntung.

2. Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan.

Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika. Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan “hati nurani” (intuisi) daripada hasil otak-atik angka yang canggih. Angka-angka akan sangat membantu, tapi final decision umumnya dari “gut feeling”. Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati nurani tadi akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan penalaran yang tak berkesudahan. Makanya orang beruntung umumnya memiliki metoda untuk mempertajam intuisi mereka, misalnya melalui meditasi yang teratur. Pada kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Dan makin sering digunakan, intuisi kita juga akan semakin tajam.

Banyak teman saya yang bertanya, “mendengarkan intuisi” itu bagaimana? Apakah tiba2 ada suara yang terdengar menyuruh kita melakukan sesuatu? Wah, kalau pengalaman saya tidak seperti itu. Malah kalau tiba2 mendengar suara yg tidak ketahuan sumbernya, bisa2 saya jatuh pingsan.

Karena ini subyektif, mungkin saja ada orang yang beneran denger suara.

Tapi kalau pengalaman saya, sesungguhnya intuisi itu sering muncul dalam berbagai bentuk, misalnya:

- Isyarat dari badan. Anda pasti sering mengalami. “Gue kok tiba2 deg-deg an ya, mau dapet rejeki kali”, semacam itu. Badan kita sesungguhnya sering memberi isyarat2 tertentu yang harus Anda maknakan. Misalnya Anda kok tiba2 meriang kalau mau dapet deal gede, ya diwaspadai saja kalau tiba2 meriang lagi.

- Isyarat dari perasaan. Tiba-tiba saja Anda merasakan sesuatu yang lain ketika sedang melihat atau melakukan sesuatu. Ini yang pernah saya alami. Contohnya, waktu saya masih kuliah, saya suka merasa tiba-tiba excited setiap kali melintasi kantor perusahaan tertentu. Beberapa tahun kemudian saya ternyata bekerja di kantor tersebut. Ini masih terjadi untuk beberapa hal lain.

3. Selalu berharap kebaikan akan datang.

Orang yang beruntung ternyata selalu ge-er terhadap kehidupan. Selalu berprasangka baik bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain. Coba saja Anda lakukan tes sendiri secara sederhana, tanya orang sukses yang Anda kenal, bagaimana prospek bisnis kedepan. Pasti mereka akan menceritakan optimisme dan harapan.

4. Mengubah hal yang buruk menjadi baik.

Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka setiap situasi selalu ada sisi baiknya. Dalam salah satu tes nya Prof Wiseman meminta peserta untuk membayangkan sedang pergi ke bank dan tiba-tiba bank tersebut diserbu kawanan perampok bersenjata. Dan peserta diminta mengutarakan reaksi mereka. Reaksi orang dari kelompok sial umunya adalah: “wah sial bener ada di tengah2 perampokan begitu”. Sementara reaksi orang beruntung, misalnya adalah: “untung saya ada disana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan dapet duit”. Apapun situasinya orang yg beruntung pokoknya untung terus.

Mereka dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan merubahnya menjadi keberuntungan.

Sekolah Keberuntungan.

Bagi mereka yang kurang beruntung, Prof Wiseman bahkan membuka Luck School.
Latihan yang diberikan Wiseman untuk orang2 semacam itu adalah dengan membuat “Luck Diary”, buku harian keberuntungan. Setiap hari, peserta harus mencatat hal-hal positif atau keberuntungan yang terjadi.

Mereka dilarang keras menuliskan kesialan mereka. Awalnya mungkin sulit, tapi begitu mereka bisa menuliskan satu keberuntungan, besok-besoknya akan semakin mudah dan semakin banyak keberuntungan yg mereka tuliskan.

Dan ketika mereka melihat beberapa hari kebelakang Lucky Diary mereka, mereka semakin sadar betapa beruntungnya mereka. Dan sesuai prinsip “law of attraction”, semakin mereka memikirkan betapa mereka beruntung, maka semakin banyak lagi lucky events yang datang pada hidup mereka.

Jadi, sesederhana itu rahasia si Untung. Ternyata semua orang juga bisa beruntung. Termasuk termans semua.

Siap mulai menjadi si Untung?

Jumat, 16 Januari 2009

Kuat atau Putus Asa?

Anda bisa kehilangan akal atau anda dapat menjadi sangat kuat. Bagaimana anda memilih untuk menjadi hal itu?

Anda dapat mengabaikan tanggung jawab dan terus jatuh sendiri untuk memberi lebih banyak di belakang, sehingga anda tidak memiliki pilihan tetapi mati-matian untuk mengambil tindakan.

Atau, anda dapat mendorong diri sendiri sedikit lebih banyak setiap hari, untuk setiap kesempatan membuat kemajuan dan menempatkan diri sendiri tegas dalam keadaan sendiri.

Gunakan waktu yang ada, untuk menjadi produktif dan kreatif serta efektif. Lebih baik anda gunakan waktu anda, karena anda akan memiliki kontrol atas segala aspek hidup anda.

Dapatkan kebiasaan melakukan apapun yang terbaik, bukan semata-mata apa yang mudah. Bahkan, mencari tantangan yang sulit dan menangani mereka sendiri daripada menunggu sampai mereka menemukan anda.

Jika anda ingin, anda dapat membuat banyak alasan untuk tidak mengambil tindakan. Tetapi alasan mereka tidak akan menambah nilai untuk hidup anda.

Sebaliknya, maju dan lakukan apa yang harus dilakukan, kemudian mengambil inisiatif dan melakukan bahkan lebih. Tinggal hidup di tingkat tertinggi dengan bekerja jalan ke atas setiap kesempatan yang anda dapatkan.


Sekarang adalah saat anda

Sekarang dan sekarang berbeda. Walaupun anda sudah mengalami banyak kekecewaan di masa lalu, namun masa lalu telah berakhir. Mungkin anda telah gagal lagi dan lagi.

Namun sekarang berbeda. Yang kemudian dan sekarang ini.

Sekarang anda memiliki kesempatan untuk maju. Sekarang anda dapat melakukan apa yang tidak pernah dapat dilakukan sebelumnya.

Sekarang anda dapat mengikuti hal yang sudah tidak dapat atau tidak bersedia untuk melakukannya di masa lalu. Sekarang adalah waktu untuk hidup.

Sekarang adalah waktu untuk bertindak. Sekarang adalah saat anda dapat benar-benar membuat perbedaan. Berdiri, melangkah untuk maju dan hidup.


Kamis, 15 Januari 2009

Bunga Gurun

oleh Loki (seorang tabib Indian Sioux)

Kisah ini terjadi bermusim-musim panas yang lalu.

Dahulu kala hiduplah setumbuh bunga muda di gurun pasir yang kering dan semuanya tampak muram...Ia tumbuh dengan sendirinya...menikmati hari demi hari dan bertanya kepada matahari, "Kapan aku tumbuh besar?" Dan Matahari menjawab,"Sabarlah! Engkau akan tumbuh sedikit demi sedikit, setiap aku menyentuhmu". Dan si bunga merasa sangat senang karena ia berkesempatan memberikan keindahan pada sudut gurun ini.

Suatu hari seorang pemburu datang, dan menginjaknya. Ia sekarat dan merasa sedih. Bukan karena ia akan mati tapi karena ia tak sempat memberikan sedikit keindahan pada sudut gurun.

Roh Agung melihatnya, dan mendengar ratapannya. Ia berkata, "Sebenarnyalah ia harus hidup!".. Dan Ia merengkuh dan menyentuhnya, memberinya kehidupan.

Dan ia tumbuh sebagai bunga yang cantik...sehingga sudut gurun ini menjadi sangat indah karena keberadaannya.

Setongkol Jagung yang Terlupakan

Cerita Suku Indian Sioux Amerika : Diceritakan kembali oleh Marie L. McLaughlin in "Myths and Legends of the Sioux" ; 1913.

Seorang perempuan Arikara sedang mengumpulkan jagung dari ladang untuk disimpan guna cadangan musim dingin, Ia beringsut dari batang ke batang, memetik tongkol-tongkol jagung dan menjatuhkannya ke atas rok panjangnya yang dilipat.

Ketika semuanya telah terkumpul dan ia hendak beranjak pergi, ia mendengar suara merintih, seperti suara seorang bocah yang menangis dan memanggil-manggil : "Oh, jangan tinggal aku! Jangan pergi tanpa aku.”

Wanita itu terheran-heran. “Anak macam mana pula itu?,” bathinnya. “Anak siapakah yang tersesat di kebun jagung?”

Ia melepaskan ikatan rok panjangnya di mana ia menaruh jagungnya, dan berbalik untuk melakukan pencarian; namun ia tak menemukan apapun. Ketika ia hendak pergi didengarnya lagi suara itu,” Oh, jangan tinggal aku. Jangan pergi tanpa aku.”

Ia mencari cukup lama. Pada akhirnya, di sesudut ladang, tersembunyi di balik daun-daun batang jagung, ia menemukan setongkol jagung kecil.

Tongkol inilah yang tadi menangis, meratap-ratap. Semenjak peristiwa itu semua perempuan Indian kemudian memelihara ladang jagungnya dengan sangat hati-hati, sehingga tidak ada sebiji hasil pangan pun yang terlupakan atau terbuang, dan membuat kecewa sang Misteri Agung

Merasakan sukacita

Anda dapat merasakan sukacita dalam hidup ini? Hal ini di manapun anda memilih untuk itu. Apakah Anda melihat sukacita di setiap orang yang memenuhi?

Mencari kesenangan yang lain mungkin akan bersembunyi, dan menjadikannya pekerjaan untuk membawa keluar untuk di buka. Ada sukacita yang akan ditemukan di setiap arah dan dalam setiap situasi.

Untuk tidak peduli bagaimana kehidupan begitu terhampar, adalah sebuah hak istimewa untuk selalu dan mencari pengalaman di dalamnya.

Berharap dapat menemukan sukacita dan anda akan benar-benar menemukannya. Memilih untuk merasakan sukacita, dan anda akan tahu mengenai hal itu.

Tidak perlu menghabiskan waktu mencari sukacita di satu tempat atau lainnya. Sukacita ada di mana saja dan di mana-mana anda akan membolehkannya.

Membuat hidup kaya dan membuat hidup indah. Merasakan sukacita, menyebarkan sukacita dan kegembiraan hidup yang selalu anda untuk memilih.


Satu tahun dari sekarang

Dimana anda akan menjadi satu tahun dari sekarang? Where would you like to be? Ada begitu banyak yang telah anda pelajari dan pengalaman di perjalanan untuk hari ini. Bayangkan apa yang dapat anda lakukan sekarang ini.

Tahun baru ini adalah kesempatan baik, diisi dengan janji dan kemungkinan. Sekarang memilih yang terbaik dari kemungkinan mereka dan mengetahui bahwa anda memiliki kuasa untuk membawa mereka ke kehidupan.

Anda akan menghabiskan tahun ini bergerak dalam satu arah atau lainnya. Komitmen saat ini untuk membuat arah yang salah satu yang akan membawa anda menuju apa yang anda inginkan.

Hidup di setiap saat dipengaruhi oleh keberadaan dan partisipasi anda. Karena ini tahun baru yang penuh kejutan, lanjutkan untuk membuat pengaruh yang positif dan memenuhi satu kata.

Pertimbangkan hari ini di mana anda ingin menjadi satu tahun dari sekarang. Untuk saat ini adalah awal tahun di mana anda dapat membuat ia benar-benar terjadi dimasa mendatang.


Rabu, 14 Januari 2009

PERBEDAAN PERSEPSI

> Ada seorang ayah yang menjelang ajalnya di hadapan sang Istri berpesan DUA 
> hal kepada 2 anak laki-lakinya : 

> - Pertama : Jangan pernah menagih hutang kepada orang yg berhutang 
> kepadamu. 
> - Kedua : Jika pergi ke toko jangan sampai mukanya terkena sinar 
> matahari. 

> Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah 
> ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedang yang bungsu 
> menjadi semakin miskin. 

> Pada suatu hari sang Ibu menanyakan hal itu kepada mereka. 

> Jawab anak yang bungsu : 

> "Ini karena saya mengikuti pesan ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak 
> boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, akibatnya 
> modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar 
> sementara aku tidak boleh menagih". 
> "Juga Ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang dari rumah ke toko 
> dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya harus 
> naik becak atau andong, padahal sebetulnya saya bisa berjalan kaki saja, 
> tetapi karena pesan ayah itu, akibatnya pengeluaranku bertambah banyak". 

> Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, sang Ibu pun bertanya hal 
> yang sama. 
> Jawab anak sulung : 

> "Ini semua adalah karena saya mentaati pesan ayah. Karena Ayah berpesan 
> supaya saya tidak menagih kepada orang yang berhutang kepada saya, maka 
> saya tidak pernah menghutangkan sehingga dengan demikian modal 
> tidak susut". 

> "Juga Ayah berpesan agar supaya jika saya berangkat ke toko atau pulang 
> dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya berangkat ke toko 
> sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam. 
> Karenanya toko saya buka sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah 
> toko yang lain tutup." 

> "Sehingga karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadi 
> laris, karena mempunyai jam kerja lebih lama". 

> MORAL CERITA : 
> Kisah diatas menunjukkan bagaimana sebuah kalimat di tanggapi dengan 
> presepsi yang berbeda. Jika kita melihat dengan positive attitude maka 
> segala kesulitan sebenarnya adalah sebuah perjalanan membuat kita sukses 
> tetapi kita bisa juga terhanyut dengan adanya kesulitan karena rutinitas 
> kita... pilihan ada di tangan anda. 

> 'Berusahalah melakukan hal biasa dengan cara yang luar biasa'

Mengambil minat

Mengambil minat dalam kehidupan dan anda akan merasa menjadi tak terbatas sumber kekayaan dan nilai. Menjadi tertarik dengan aspek tertentu dunia ini dan anda akan menemukan akan kehabisan sumber harta dan kemungkinan.

Tidak ada dalam kehidupan yang membosankan. Hanya ada orang yang memilih untuk melihat hal-hal yang membosankan.

Bahkan, di manapun anda berada dan apa yang anda lakukan dapat benar-benar sangat menarik, ketika anda memutuskan untuk membuatnya begitu. Hidup saat ini sangat menarik karena seperti yang anda inginkan untuk membuatnya.

Bila anda benar-benar tertarik dengan apa yang anda lakukan, pasti anda akan melakukannya lebih efektif. Bila anda memilih untuk mengambil bunga, maka anda akan menemukan seluruh dunia kesempatan baru.

Anda benar-benar terbenam dalam dunia dan menarik semesta. Hanya dengan sedikit gairah bunga, anda dapat mulai melakukan perjalanan sebuah jalan perjalanan yang akan mengarah ke tempat-tempat indah yang tidak bisa dibayangkan sekarang.

Alih-alih yg mengeluh tentang cara hidup yang kusam, benar-benar mengambil bunga, dan bunga yang mengikuti dengan semangat. Tidak ada batasan untuk seberapa jauh ia akan membawa anda.


Kesempatan ini ada dimana-mana

Tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk mencari kesempatan. Kesempatan itu ada dimana-mana, dan setiap hari lebih banyak peluang sedang dibuat. Selalu ada pekerjaan yang harus dilakukan. Selalu ada nilai yang akan dibuat.

Alih-alih menunggu kesempatan baru atau mencari kesempatan yang sempurna, maju dan untuk mendapatkan pekerjaan. Yang paling membuat beberapa peluang yang sudah di sini dan sekarang.

Ada banyak nilai yang dapat dibuat pada hari ini. Ada masalah yang dapat dipecahkan, proses yang dapat ditingkatkan dan kehabisan cara untuk sengaja menjadi kreatif.

Kesempatan yang tak berguna, kecuali jika mereka bertindak. Memilih untuk mengambil tindakan yang akan menghidupkan peluang terbaik menjadi nyata dan abadi dalam prestasi.

Kesempatan ini ada dimana-mana, sudah, sekarang. Langkah maju dan meletakkannya untuk bekerja.


Sesuatu yang indah

Sesuatu yang indah pasti akan datang. Sesuatu yang besar nilainya sudah mengambil bentuk yang indah. Dalam setiap kekecewaan, pastinya ada subur biji prestasi. Pada saat sakit, ada peluang untuk timbul rasa gembira.

Bila anda melakukan perjalanan melalui lembah gelap dan sepi, tetap terjadi. Tetap terjadi dan anda akan segera mencapai tempat di mana anda mulai naik ke atas dan ke arah yang lebih tinggi.

Kesulitan anda punya kesempatan untuk memberikan kekuatan. Hendaklah sulit membuat baik, lebih menyenangkan daripada mereka yang lain.

Akan benar-benar bersyukur untuk setiap kesempatan agar lebih menghargai hidup sepenuhnya dari kebaikan. Dan yakin bahwa selalu ada kebaikan.

Tahukan anda bahwa sesuatu yang indah akan datang hari. Dan pastinya akan datang


Cara hidup yang baik

Nilai yang baik dan menghargai waktu yang telah dikenal baik serta hal-hal yang anda miliki. Namun jangan khawatir tentang pegangan pada mereka sehingga banyak yang kehilangan kesempatan untuk hidup.

Setiap hari sajikan anda dengan peluang baru untuk membuat lebih banyak kenangan indah. Setiap saat adalah kesempatan untuk anda yang segar dan asli mengenai pengalaman hidup dari harta dan kehidupan.

Sangat baik bila anda dapat mengingat bagaimana kehidupan telah baik. Ini lebih baik untuk mengetahui dan kembali lagi dalam setiap saat, bagaimana hidup yang benar-benar baik.

Hidup kelimpahan tidak habis. Sebenarnya, lebih baik anda punya pengalaman, lebih baik ada sesuatu yang akan dialami.

Anda tidak dapat kehilangan sukacita dan kecantikan yang telah diketahui. Jadi percaya bergerak maju dan pengalaman bahkan lebih.


Kekuatan perasaan

Tidak ada alasan, anda tidak dapat merasakan sama sekali. Bahkan, anda dapat memilih untuk merasakan dengan cara apapun. Anda ingin setiap saat dan dalam situasi apapun dapat merasakan.

Apapun yang anda inginkan atau jika anda ingin karena cara berpikir anda akan membuat anda merasakan. Kenapa anda menghindari, apa karena anda tidak ingin merasakan pengalaman yang menganggap bahwa anda akan membawa perasaan.

Namun kenyataannya, bahwa perasaan anda tidak dikontrol oleh situasi anda sendiri. Perasaan orang-orang ditentukan oleh bagaimana anda memilih untuk menanggapi berbagai situasi dan acara.

Perasaan anda di saat anda sedang untuk memilih. Anda dapat memilih untuk merasakan indah kenyataan yang paling lama sebelum mimpi-mimpi yang telah dicapai sepenuhnya.

Dan ketika anda melakukannya, anda dapat menempatkan diri sendiri secara positif, kuat dari tempat yang dapat membuat mereka benar-benar nyata mimpi. Bila anda merasa tidak baik untuk satu alasan, anda segera mulai menciptakan alasan.

Memilih setiap hari untuk merasakan cara yang ingin anda rasakan, tidak peduli apa yang sedang terjadi di sekitar anda. Perasaan anda dan membiarkan anda tarik ke arah pemenuhan takdir anda sendiri.


Minggu, 11 Januari 2009

MEJA KAYU

SUATU KETIKA, HIDUPLAH SEORANG KAKEK YANG TINGGAL BERSAMA ANAK, MENANTU, DAN CUCUNYA YANG BERUSIA 6 TAHUN. TANGAN ORANG TUA INI BEGITU RAPUH, DAN SERING BERGERAK TIDAK MENENTU. PENGLIHATANNYA BURAM, DAN CARA BERJALANNYA PUN RINGKIH.
KELUARGA INI BIASA MAKAN BERSAMA DI MEJA MAKAN. NAMUN SANG KAKEK KERAP KALI MENGACAUKAN SEGALANYA. MATANYA YANG RABUN DAN TANGANNYA YANG BERGETAR, MEMBUATNYA SUSAH UNTUK MENYANTAP MAKANAN. SENDOK DAN GARPU SERING KALI JATUH KE LANTAI. MINUMAN PUN SERING TUMPAH MEMBASAHI TAPLAK MEJA.
ANAK DAN MENANTUNYA PUN MENJADI SANGAT GUSAR. MEREKA MERASA DIREPOTKAN DENGAN SEMUA INI. “KITA HARUS MELAKUKAN SESUATU,” UJAR SANG SUAMI. “AKU SUDAH BOSAN UNTUK SELALU MEMBERESKAN SEMUA INI.”
LALU MEREKA MEMBUAT SATU MEJA KECIL DI SUDUT RUANGAN UNTUK TEMPAT MAKAN PAK TUA ITU.
DISANA SANG KAKEK DUDUK MAKAN SENDIRIAN, SAAT YANG LAINNYA DUDUK MENYANTAP MAKANAN BERSAMA. PIRING PLASTIK PUN DIBERIKAN AGAR SI KAKEK TIDAK MEMECAHKAN LAGI MANGKUKNYA. KAKEK MENJADI SEDIH, AIR MATA PUN MENGALIR MEMBASAHI GURAT – GURAT DI WAJAHNYA. TERKADANG TERDENGAR ISAK TANGIS DARI SUDUT RUANGAN, NAMUN KATA YANG KELUAR DARI SUAMI ISTRI INI SELALU OMELAN AGAR TIDAK MENJATUHKAN MAKANAN LAGI.
ANAK MEREKA YANG BERUSIA 6 TAHUN MEMANDANGI SEMUA DALAM DIAM. SUATU MALAM , SEBELUM TIDUR, SANG AYAH MELIHAT ANAKNYA SEDANG MEMAINKAN MAINAN KAYU. AYAHNYA MENGHAMPIRINYA DAN BERKATA DENGAN LEMBUT, “KAMU SEDANG MEMBUAT APA?” ANAKNYA DENGAN POLOS MENJAWAB, “AKU SEDANG MEMBUAT MEJA KAYU UNTUK TEMPAT MAKAN AYAH DAN IBU SAAT AKU BESAR NANTI. AKAN KU LETAJKAN DI SUSUT RUANGAN, DEKAT TEMPAT KAKEK BIASA MAKAN.”
ANAK ITU PUN TERSENYUM DAN MELANJUTKAN PEKERJAANNYA. JAWABANYA MEMBUAT KEDUA ORANGTUANYA SEDIH DAN BEGITU TERPUKUL. MEREKA TAK MAMPU BERKATA – KATA LAGI. AIR MATA PUN BERGULIR DARI KEDUA PIPI MEREKA, DAN MEREKA PUN SADAR BAHWA ADA YANG HARUS DIPERBAIKI.
MULAI KEESOKAN HARINYA, MEREKA MENUNTUN TANGAN SI KAKEK UNTUK KEMBALI MAKAN DI MEJA MAKAN. TAK ADA LAGI OMELAN YANG KELUAR MESKIPUN KAKEK MENJATUHKAN MAKANANNYA, DAN MINUMAN TUMPAH MEMBASAHI TAPLAK MEJA. KINI, KELUARGA ITU BISA KEMBALI MAKAN BERSAMA DENGAN DAMAI.
- Sudahkah kau berbakti pada orang tua mu??

Kamis, 08 Januari 2009

Dimana Kebahagiaan??

Mencari kebahagiaan adalah fitrah murni setiap manusia. Tidak melihat apakah itu lelaki atau perempuan, tua atau muda, orang kaya atau orang miskin, orang besar atau orang kecil. Semua menginginkan kebahagiaan. Segala tindak tanduk manusia dapat kita lihat tidak lain dan tidak bukan hanya untuk mencari kebahagiaan.
Kebahagiaan itu bukan terletak pada tangan, mata, kaki, telinga atau yang lainnya. Tetapi kebahagiaan itu terletak pada hati atau jiwa. Orang yang mendapat kebahagiaan akan merasa ketenangan hati, ketenangan jiwa dan keindahan ruh. Kalau kita lihat berbagai cara dan jalan telah ditempuh oleh manusia untuk mendapatkan kebahagiaan. Ada yang mencari kebahagiaan melalui kekayaan, pangkat, nama, kemasyhuran atau isteri yang cantik. Tetapi yang menjadi permasalahan sekarang adalah, benarkan semua itu dapat memuaskan hati manusia dengan mutlak?
Kalau mencari kebahagiaan itu diusahakan dengan kebendaan, percayalah…manusia akan gagal mencapai kebahagiaan,yang ada adalah manusia akan mencapai kekecewaan, manusia akan merasa malang sepanjang hari, jiwa tidak tenang, tidak tenteram sepanjang masa. Inilah yang dikatakan Neraka sementara sebelum merasakan Neraka yang hakiki dan dahsyat serta mengerikan di akhirat nanti.
Buktinya dapat kita lihat, orang-orang yang mencari kebahagiaan melalui :
1.Kekayaan
Setelah manusia itu mendapat kekayaan, ia tidak akan dapat terhindar dari masalah-masalah yang tidak menyenangkan. Yaitu ujian-ujian. Ujian-ujian itu merupakan sunnatullah yang sengaja Allah datangkan kepada setiap manusia. Contohnya, ia tidak dapat terhindar dari sakit yang Allah datangkan kepadanya. Jika sudah ditimpakan kesakitan maka diwaktu itu kekayaan tidak berguna lagi. Atau dalam waktu-waktu yang lain terjadi pencurian, kebakaran, diancam dan sebagainya. Kalau semua itu terjadi, walau sekaya apapun ia, tidak dapat memberi kebahagiaan kepada manusia.
2.Pangkat dan Jabatan
Dalam keadaan mencari kebahagiaan melalui pangkat, ia juga tidak dapat terhindar daripada dihina oleh orang yang diatasnya. Ia tidak dapat terhindar dari hasad dengki dari orang lain yang berada di atasnya, semua orang akan benci sebab untuk mendapatkan pangkat ia selalu mengumpat orang, memfitnah, menjatuhkan orang lain agar orang memberi perhatian kepadanya. Apabila sudah mendapat pangkat apakah ia dapat terhindar dari ujian-ujian yang Allah datangkan kepadanya?. Apakah ia dapat terhindar dari kematian anak, isteri, keluarga atau orang yang dicintai? Apakah pangkat tersebut dapat memberi kebahagiaan dan ketenangan jiwa pada seseorang?
3.Nama dan Glamor
Begitu juga kalau seseorang itu mencari kebahagiaan dengan nama kemasyhuran dan isteri cantik, ia tidak akan dapat merasakan kebahagiaan dan ketenangan. Orang yang mencari kebahagiaan dengan dunia atau material semata-mata tidak akan menemui kebahagiaan selama-lamanya. Kebahagiaan yang diharapkan tetapi kecelakaan yang datang, yaitu kesengsaraan dan penderitaan di dunia lagi.
Kita lihat beberapa contoh :
Bintang film terkenal yang dipuja orang yaitu Marilyn Monroe dan Elvis Presley mati bunuh diri. Dikalangan selebritis kita perceraian sudah menjadi budaya,baru menikah 3 sampai 5 tahun rumah tangga sudah hancur dan anak terkorban, sedangkan mereka pada lahiriah atau materiil seolah-olah sudah mendapat kebahagiaan, kaya dan berkecukupan,muda usia, wajah ganteng dan cantik. Tetapi mengapa terjadi demikian?
Ada juga di kalangan mereka yang mencoba bunuh diri, tetapi dapat diselamatkan. Adayang tidak berani bunuh diri, tetapi terlibat dengan ganja, narkotik, minuman keras dan bermacam-macam kejahatan yang mengerikan dan merusak masyarakat. Mereka anggap itu kebahagian. Ada yang terliat dengan hiburan-hiburan yang tidak sehat, prostitusi, dll. Ada juga yang berusaha sungguh-sungguh agar dapat memberi kebahagiaan , kepuasan jiwa dan ketenangan hati. Mereka tinggalkan segala-galanya membawa diri mengikuti rasa hati, kesana kemari tidak tentu arah. Ada yang membiarkan pakaiannya compang camping, seolah-olah ingin hidup seperti rumput dan angin. Malah seringkali budaya seperti ini yang menjadi masalah pada masyarakat sekarang ini.
Benarlah firman Allah SWT yang artinya :
”Tidak ada hidup di dunia ini, melainkan harta benda yang menipu daya” Q.S Al Hadid : 20
Di dunia pun sudah tertipu dan mengecewakan,karena mereka yakin pangkat, kekayaan, nama dan kemahsyuran, serta isteri cantik dapat memberikan kebahagiaan , tetapi semua itu telah menipu mereka. Di akhirat nanti baru dia sadar bahwa dunia ini menipunya, hingga menjadikan dia lupa perintah Allah. Dunialah yang menyebabkan dia terjun ke Neraka.
Sehingga kelak akan terkejut dengan janji Allah dalam firmanNya yang artinya :
”Rasakanlah azab dan siksa yang pedih”
Kalau begitu dimanakah kebahagiaan yang hakiki? Apakah di dunia atau akhirat? kebahagiaan yang hakiki dan sejati adalah setelah kita beriman kepada Allah dan Rasul serta melaksanakan apa yang diwajibkan dan meninggalkan apa yang dilarang dengan sepenuh hati dan ikhlas.
Allah berfirman yang artinya :
”Ketahuilah bahwa dengan mengingati Allah itu hati akan tenang (jiwa akan tenang)” Q.S : Ar-Raad : 28.
Yang dimaksud tenang adalah tenang dengan dunia, tidak risau dengan dunia, tidak risau dengan rizkinya di dunia, tidak mudah tertipu dengan gemerlap dunia. Tetapi yang dirisaukan adalah nasibnya di akhirat serta dosa-dosanya kepada Allah
Dimana di akhirat nanti tidak berguna lagi harta kekayaan, pangkat, pujian dari orang dan isteri yang cantik. Semua tidak akan dapat memberi manfaat lagi dihari akhirat.
Firman Allah yang artinya :
”Di hari itu tidak berguna lagi harta dan anak-anak, kecuali mereka yang datang kepada Allah dengan membawa hati yang selamat sejahtera”Q.S : Asy-Syuaraa : 88 – 89
Berikut ada sebuah sajak dari Abuya Ashaari Muhammad At Tamimi berjudul “Musafir Kelana” untuk kembali meyakinkan hati kita tentang hakikat hidup ini..
 
Kita di dunia adalah musafir kelana
Di sini bukan tempat tinggal berlama-lama
Hidup di dunia hanya sementara
Ke Akhirat sana tujuan kita

Di waktu musafir carilah barang-barang yang berguna sebanyak-banyaknya
Untuk dibawa pulang ke Akhirat sana
Jangan bawa barang-barang yang salah
Di sana nanti hukuman menunggu kita

Di waktu di dunia jangan kita lupa
Di dunia bukan tempat tinggal kita
Mau ataupun tidak mau kita terpaksa ke sana
Kalau tidak ada amal baik yang dibawa kecewalah kita

Ingatlah jangan kita terlalai
Berhati-hatilah dengan dunia yang menipu kita
Jika kita tersilap di dunia ini
Merana selamanya di Akhirat sana
Ingatlah sebelum terlambat…