“Pelayanan yang tulus mengantar seseorang untuk memperoleh piala keberhasilan"
Seekor harimau tiba-tiba berhenti di depan seekor serigala tua yang tengah mengerang kesakitan karena kakinya terluka dan tidak bisa berjalan.
Ia memberi sedikit daging rusa sisa hasil buruannya, kejadian itu berlangsung selama si serigala belum bisa berjalan.
Hal ini membuat kagum seorang pemuda yang sejak awal memperhatikan laku si raja hutan.
“Ini sungguh mengherankan”, pikir si pemuda.
”ini buka kebetulan, ini pasti campur tangan Tuhan!”
Kemudian ia bergegas membawa bekalnya untuk kembali pulang kerumahnya.
“Mulai hari ini saya akan berdiam diri di rumah saja dan tidak pergi ke mana-mana.
Tuhan pasti akan memberi pertolongan.”Katanya sambil tersenyum membayangkan kebaikan Sang Pencipta.
Hari pertama hingga satu minggu ia tunggu, ternyata tidak ada seorang pun yang peduli kepadanya.
Jangankan ada yang membawa makanan, yang menjenguknya pun tidak ada, hingga akhirnya ia mulai gelisah dan menderita kelaparan.
“Tuhan, bagaimana mungkin ini bisa terjadi, Engkau mengutus harimau untuk memberi makan kepada serigala tua yang kakinya patah,
mengapa Engkau biarkan saya menderita kelaparan,” teriaknya kepada Tuhan.
“Anak muda, Aku menciptakanmu untuk menjadi harimau bukan serigala,’jawab Tuhan sambil meninggalkan si pemuda yang masih ternganga mendengar penjelasan Tuhan.
Melayani adalah pekerjaan yang paling sederhana dan tidak membutuhkan kepintaran atau keahlian tertentu,
yang dibutuhkan hanya kemauan dan hati yang terbuka untuk berbuat sesuatu kepada orang lain.
bukan kebetulan kita terlahir seperti ini dan dalam keadaan seperti ini..
Jumat, 14 Oktober 2011
Kamis, 13 Oktober 2011
Dua Pemancing Hebat
Diceritakan tentang sebuah kejadian yang dialami dua orang pemancing yang sama-sama hebat, berinisial A dan B.
Kedua pemancing itu selalu mendapatkan banyak ikan.
Pernah kedua pemancing tersebut didatangi oleh 10 pemancing lain ketika memancing di sebuah danau.
Seperti biasa, kedua pemancing itu mendapatkan cukup banyak ikan.
Sedangkan 10 pemancing lainnya hanya bisa gigit jari, karena tak satupun ikan menghampiri kail mereka.
Ke sepuluh pemancing amatir itu ingin sekali belajar cara memancing kepada kedua pemancing hebat tersebut.
Tetapi keinginan mereka tidak direspon oleh pemancing berinisial A,
pemancing berinisial A tersebut menunjukkan sikap kurang senang dan terganggu oleh kehadiran pemancing-pemancing amatir itu.
Tetapi pemancing berinisial B menunjukkan sikap yang berbeda.
Ia bersedia menjelaskan tehnik memancing yang baik kepada ke-10 pemancing lainnya,
dengan syarat masing-masing diantara mereka harus memberikan seekor ikan kepada B sebagai bonus
jika masing-masing diantara mereka mendapatkan 10 ekor ikan.
Tetapi jika jumlah ikan tangkapan masing-masing diantara mereka kurang dari 10, maka mereka tidak perlu memberikan apapun.
Persyaratan tersebut disetujui, dan mereka dengan cepat belajar tentang tehnik memancing kepada B.
Dalam waktu dua jam, masing-masing diantara pemancing itu mendapatkan sedikitnya sebakul ikan.
Otomatis si B mendapatkan banyak keuntungan.
Selain mendapatkan `bonus' ikan dari masing-masing pemancing bimbingannya, si B juga mendapatkan 10 orang teman baru.
Sementara pemancing A, yang pelit membagi ilmu, tidak mendapatkan keuntungan sebesar keuntungan yang didapatkan oleh si B.
Rabu, 12 Oktober 2011
Jangan berharap, Putuskanlah.
Ketika saya menunggu di sebuah bandara Portland untuk menjeput seorang teman.
Saat mencari teman saya di antara kerumunan penumpang yang baru turun dari pesawat,
saya melihat seorang pria berjalan ke arah saya dengan membawa dua tas di tangannya.
Dia berhenti tepat di samping saya untuk menyapa keluarganya.
Pertama, dia menyapa sambil memeluk anak laki-laki yang muda (6 thn).
Ketika mereka saling menatap, saya mendengar sang ayah berkata,
“Sangat senang bisa melihatmu nak. Aku sangat merindukanmu!”
Anaknya tersenyum malu-malu, dan menjawab dengan pelan, “Aku juga ayah!”
Kemudian laki-laki itu berdiri, menatap anak laki-lakinya yang tertua (sekitar 9 atau 10 thn)
dan sambil memegang wajah anaknya dia berkata, “Kamu sekarang sudah jadi seorang pemuda.
Aku sangat mencintaimu, Zach!” Mereka berdua berpelukan dengan penuh kasih.
Ketika itu dia melihat bayi perempuannya dan langsung menggendongnya.
“Halo gadis kecil!” sambil mengambil anak perempuan itu dari gendongan ibunya.
Bayi kecil itu langsung mendekap sang ayah dan menaruh kepalanya di pundaknya,
menunjukkan betapa ia merasa sangat nyaman.
Setelah beberapa saat, dia memberikan anak perempuannya pada
anak laki-laki tertuanya dan berkata, “Aku menyimpan yang terbaik untuk yang terakhir!”
dia kemudian mencium sang istri penuh dengan kemesraan dan kerinduan.
Dia menatap mata sang istri beberapa saat dan berkata, “Aku sangat mencintaimu!”
Mereka saling menatap dengan senyum kebahagiaan terpancar dari wajah mereka,
sambil tangan mereka saling berpegangan.
Dengan rasa penasaran saya memberanikan diri menghampiri keluarga itu.
“Wow! Berapa lama Anda berdua telah menikah?” dengan rasa penasaran saya bertanya.
“Telah bersama total selama empat belas tahun,
dua belas tahun diantaranya kami jalani dalam pernikahan,”
jawab pria itu, tanpa melepaskan tatapannya dari wajah istrinya yang cantik.
“Kalau begitu, sudah berapa lama kamu meninggalkan mereka?” tanya saya.
Pria itu akhirnya berbalik dan memandang saya, masih dipenuhi dengan senyuman penuh dengan sukacita.
“Dua hari.”
Dua hari? Saya tertegun. Dengan penyambutan seperti itu, saya duga ia telah pergi selama
beberapa minggu atau bulan. Saya tahu ekspresi saya tidak bisa menipunya.
Saya berkata dengan pelan, berharap mengakhiri pembicaraan ini dengan sebuah kasih karunia
(dan melanjutkan untuk mencari teman saya),
“Saya berharap pernikahan saya akan masih penuh gairah seperti ini setelah dua belas tahun!”
Pria itu kemudian berhenti tersenyum, dan menatap saya.
Dia berkata, “Jangan hanya berharap, teman.. putuskanlah!”
Kemudian sebuah senyum yang indah menghias wajahnya dan
sambil menjabat tangan saya dia berkata, “Tuhan memberkati!”
Jika Anda hanya berharap, semua harapan itu tidak akan pernah terwujud.
Putuskanlah kehidupan seperti apa yang Anda inginkan,
dan wujudkanlah dengan kerja keras setiap hari.
Dengan anugrah Tuhan, maka Anda akan menikmati semua harapan itu terwujud.
Selasa, 11 Oktober 2011
Berubahlah
Cerita berikut bisa menjadi penggambaran perbedaan orang yang menyadari kekurangan
dan mau berubah, dan orang yang memilih untuk berdiam diri saja, menunggu peruntungannya.
Alkisah ada dua orang pemuda miskin yang bersahabat sejak kecil.
Dari lingkungan yang miskin itulah, mereka sering berakhayal bagaimana rasanya menjadi orang kaya dan serba kecukupan.
Pada saat mereka dewasa, mereka berkesempatan untuk bekerja pada seorang pedangang besar yang cukup terpandang.
Pemuda pertama bekerja lebih keras dan lebih cekatan.
Pemuda kedua merasa ia tak punya modal selain tenaga, memilih untuk melakukan apa adanya,
sesuai dengan upah yang di bayarkan saat itu.
Meski mereka berdua berkhayal dengan impian yang sama,
pemuda pertama bekerja lebih giat dan tekun mewujudkan impian itu.
Sementara pemuda kedua hanya menjadikan impian itu sebagai lamunan belaka.
Bulan demi bulan berlalu. Tanpa disadari sang pedagang sering mengawasi pekerjaannya.
Dan, dia terkesan dengan pekerjaan si pemuda pertama yang terlihat sangat cekatan, melebihi buruh yang lain.
Ketika dipanggil dan ditanya, mengapa ia bekerja lebih keras dibandingkan rekan-rekannya,
ia menjawab, dirinya punya impian untuk mengubah nasib.
Diangkatlah ia sebagai kurir untuk mengantar pesan sang pedagang pada relasi-relasinya.
Dan ia melakukannya dengan penuh cekatan dan tanggung jawab.
Kepada relasi sang pedagang juga ia bersikap baik sekali sehingga banyak yang bersimpati kepada pemuda itu.
Tahun demi tahun si pemuda akhirnya sukses menjadi wakil sang pedagang.
Dari sana kehidupannya pun berubah seperti yang diimpikannya.
Berkat kerja keras dan ketekunannya, si pemuda pertama mampu mewujudkan khayalannya menjadi nyata.
Begitulah banyak orang sukses, yang menapaki jalan kesuksesannya dengan mau berubah.
Mereka tak peduli komentar orang lain, justru dengan kritikan dan bahkan cemoohoan,
mereka terpacu untuk membuktikan bahwa impiannya bukan sekedar bualan.
Mereka inilah sang pemenang sejati kehidupan.
Senin, 10 Oktober 2011
Kesempatan Sukses 2 , 1024 x 768
Marketing Revolution
Berawal ketika saya mempunyai sebuah rencana untuk membuat sebuah online shop. Saat itu saya mau mencoba untuk membuat sebuah marketing. Saya terpikirkan, daripada memberikan diskon, akan lebih baik jika kita bisa memberi hadiah. Nah waktu itu ketika saya sedang jalan-jalan di Gramedia, saya melihat buku ini. Saya buka bukunya secara random dan kebetulan halaman yang saya buka berisi tentang pemikiran saya untuk memberi hadiah daripada memberi diskon. Dijelaskan keuntungan-keuntungan memberi hadiah daripada memberi diskon.
Nah berikut saya sampaikan daftar isi buku tersebut , supaya bisa memberi gambaran kepada teman-teman :
Bab 1 - Bagaimana Kaya melalui MarketingBab 2 - Fokus Marketing Revolution
Bab 3 - Bagaimana menciptakan penawaran yang meningkatkan hal-hal yang postif
Bab 4 - Bagaimana menciptakan penawaran yang mengurangi/meniadakan risiko
Bab 5 - Bagaimana mempermudah transaksi
Bab 6 - Bagaimana menciptakan penawaran sangat menarik dan dapat dipercaya kepada calon pembeli yang tepat
Bab 7 - Tujuh Jurus Marketing Revolution
Bab 8 - Enam Kebutuhan Penting Manusia
Bab 9 - Jurus-jurus marketing yang inspiratif
Bab 10 - 7 hukum psikologis marketing revolution
Bab 11 - Bagaimana menggunakan ilmu mengingatkan
Bab 12- Marketing Revolution
Sebuah buku yang sangat menarik di baca. Tidak seperti buku-buku marketing lainnya yang kita kenal di kuliahaan, buku ini berisi hal-hal yang mudah dipahami dan dapat dipraktekan.
Minggu, 09 Oktober 2011
Salah Menilai
Mahasiswa dari sebuah universitas yang akan mendapatkan gelar
kesarjanaanya diisyaratkan Mengikuti program KKN (Kuliah Kerja Nyata),
biasanya Di desa-desa sebagai wujud pengabdiannya kepada Bangasa dan negara.
Salah satu dari calon sarjana yang mengikuti pogram tersebut adalah
mahasiswa Brilian yang terbukti dari IPK-nya yang sempurna.
Hal Tersebut sebenarnya tidak terlalu mengerankan karena
ia dikaruniai IQ yang super, di atas rata-rata.
Dan semuanya itu membuatnya menjadi sombong.
Setelah mereka sampai didesa, setiap orang sudah
mempunyai tugas yang akan dikerjakan.
Suatu ketika pemuda tersebut akan menyebrangi sungai,
lalu Mencari-cari perahu.
Kebetulan ia berjumpa dengan Seorang kakek tua
yang sedang beristirahat Di atas perahunya.
Setelah negosiasi dan di capai Kesepakatan harga, pemuda tersebut naik
ke atas Perahu yang akan membawa menyebrangi sungai
yang cukup lebar dan dalam.
Diatas perahu pemuda tersebut mengamati dan
menikmati pemandangan di sekelilingnya.
Sesekali Ia melihat kakek tersebut yang sedang mendayung.
Karena kakek tersebut diam saja, pemuda tersebut mencoba mengawali
pembicaraan sambil bertanya, “Apakah kakek bisa berbahasa Inggris?”
Sambil mendayung, si kakek tersebut menjawab, “Tidak bisa Nak.”
“Kalau begitu, sebenarnya kakek telah kehilangan 1/5 bagian dari kehidupan ini.
Karena bahasa Inggris adalah bahasa internasional yang
dibutuhkan di mana-mana,”kata pemuda tersebut.
Belum puas satu pertanyaan, pemuda iu melanjutkan lagi,
“Apakah kakek bisa menggunakan komputer?”
Jawaban yang sama keluar dari mulut kakek tersebut.
Dengan rasa bangga, ia terus melanjutkan pertanyaan, “Apakah kakek mengerti ilmu akutansi?”
Lagi-lagi kakek menjawab,”Tidak tahu Nak.”
“Sungguh sayang Kek, Kakek telah menyia-nyiakan hidup ini.
Kakek sebenarnya telah kehilangan 3/5 bagian dari hidup ini,”
pemuda tersebut menimpali.
Setelah selesai pembicaraan suasana menjadi hening.
Tidak lama kemudian, angin timur bertiup, makin lama makin kencang,
perahu pun mulai terombang-ambing terbawa gelombang ombak.
Pemuda tersebut terlihat mulai gelisah.
Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh kakek tersebut.
Ia balik bertanya, “Nak, apakah kamu bisa berenang?”.
“Tidak kek, saya belum pernah belajar,” sahut pemuda itu
dengan wajah pucat.
Kemudian kakek itu memperingatinya,
”kalau begitu, Anda segera akan kehilangan 5/5 bagian keseluruhan hidup ini.
Benar-benar disayangkan, seorang pemuda yang cerdas
tetapi hidupnya menjadi sia-sia.”
Insight : Jangan menilai orang bedasarkan keahlian dan bakat yang Anda miliki, sehingga merasa lebih hebat,
lebih jago, lebih brilian, dan memandang rendah terhadap orang lain.
Setiap orang mempunyai kompetensi masing-masing.
Yang paling penting, segera temukan bakat/potensi diri.
Segera ambil aksi, maksimalkan semua potensi, bekerja keras di segala lini,
berkat bibit yang disemai saat ini, Anda pasti jadi pemenang sejati.
Sabtu, 08 Oktober 2011
Mengapa Harus Berhati Sempit?
Qi Gong adakah orang ternama, tidak sedikit orang yang meniru tulisannya
untuk dijual di pasar.
Suatu saat dia bersama temannya berjalan-jalan di jalan raya,
melewati sebuah toko yang khusus menjual tulisan dan lukisan orang ternama.
Ketika Qi Gong memasuki toko tersebut bersama temannya,
seseorang datang ke toko dan bertanya,
"Saya mempunyai tulisan asli Qi Gong, apakah ada yang mau?"
Qi Gong berkata, "Coba kamu ambil agar dapat kulihat?"
Orang itu memberikan selembar tulisan kepadanya.
Saat itu, orang yang datang bersama Qi Gong bertanya kepada penjual tulisan,
"Apakah kamu mengenal Qi Gong?"
Kenal, dia adalah guru saya." Jawabnya lugas.
Teman Qi Gong langsung bertanya," saudara Qi, apakah kamu mempunyai murid seperti ini?"
Begitu mendengar, pemalsu itu langsung tahu bahwa di depannya adalah Qi Gong asli.
"Sungguh-sungguh saya melakukan hal buruk ini karena keadaan saya yang miskin,
harap Tuan mengampuni saya." Nadanya sambil memohon.
Qi Gong berkata,"Kalau karena keadaan yang memaksa, tetap tirukan saja, asal tidak
boleh menggunkannya untuk melakukan hal-hal jelek dan berlawanan dengan pemerintah."
Orang tersebut langsung menundukan kepala dan kabur.
Teman Qi bertanya,"Kenapa kau biarkan dia pergi?"
Dengan nada bercanda, Qi berkata,"Kalau tidak melepaskan dia,
memangnya mau diserahkan kepada yang berwajib?
Orang lain menngunakan nama saya, karena dia memandang saya, apalagi,
dia pasti hidup dalam kekurangan.
Seandainya dia datang kepada saya untuk meminjamkannya uang,
bukankah aku harus meminjamkan uang kepada dia?"
Sungguh-sungguh bertoleransi dan berbesar hati dapat dikatakan
sebagai batas tertinggi dalam hubungan antarsesama.
- Din Man -
"Mengembangkan hubungan perseorangan yang baik, harus memiliki hati yang lapang, ramah dan toleransi."
Jumat, 07 Oktober 2011
10 Tweet Dahsyat Tung Desem Waringin
Hidup diantara B & D. Birth & Death. Dantara B & D ada C. Choice! Itulah Hidup selalu hrs Choose! Pilih yg bawa Kebaikan!
Bukan Sukses dulu Baru Bahagia Teman. Bahagia dan Semangat dulu Baru Sukses!
"Never say anything about yourself you do not want to come true." Brian Tracy
Motivasi=Alasan Sangat Kuat ut Melakukan. Strategy = Cara yg Terbukti Berhasil. Goal=Arah yg kt mau Tuju. 3 ini penting ut Sukses!
Kebahagiaan hanya bisa diraih Orang yg Bisa Bersyukur. Tapi Boleh donk Mampu BerSyukur+Mampu Kaya. Komplit gitu lho Say!
Karunia yg Terbesar dr Apa pun yg Terjadi adl Makna yg bisa kt Pelajari ut jadi LEBIH BAIK!
Live in The Moment! Enjoy every kesempatan. Walau kadang satu2nya kesempatan adl Bernafas!
Masa lalu harus diSyukuri bukan dikutuki, harus diPelajari bukan disesali! Pasti ada maksud baik Tuhan!
Masa Depan Kita Tergantung Apa Keputusan kita hari ini, Belajar apa, Bertindak apa, Bersikap apa, Berteman Siapa!
Masa depan tak sama dg masa lalu. Masa Depan Masih Bisa Kita Pengaruhi.
Kamis, 06 Oktober 2011
Dahsyat!!!
Hanya ada 1 kata yang paling cocok untuk mendeskripsikan bapak yang satu ini. DAHSYAT!!.
Siapa sih yang belum pernah mendengar nama Tung Desem Waringin? Tung Desem Waringin adalah salah seorang motivator yang terkenal di Indonesia. Beliau adalah murid Anthonny Robins, Mahaguru dari motivator-motivator di seluruh dunia. Jika ditanya apakah beliau termasuk orang yang sukses? Jawabannya adalah : SANGAT SUKSES!!!
Namun kesuksesan ini tidaklah diperolehnya dengan mudah. Berbagai tantangan harus dihadapinya. Mengawali kariernya sebagai salah satu karyawan di bank swasta terkenal di Indonesia dan akhirnya mencapai posisi yang baik tidak membuat pak Tung menjadi puas diri. Sempat ada sebuah peristiwa yang membuat hidupnya berubah. Suatu ketika, ayah dari Pak Tung sakit dan harus dirawat di rumah sakit di Singapore. Ketika melihat jumlah biaya yang harus dikeluarkan, Pak Tung menjadi terkejut karen gajinya 1 bulan tidak cukup untuk membiayai biaya rumah sakit ayahnya.
Akhirnya, ia membulatkat tekad untuk mengikuti seminar Anthonny Robins di Amerika yang kalau tidak salah seharga $10,000. Itu hanya harga seminarnya saja, belum termasuk transportasi dan akomodasi. Nah loh? ada beribu-ribu alasan yang sebenarnya dapat menghentikan langkah Pak Tung untuk mengikuti seminar Anthonny Robbins di Amerika. Namun, Pak Tung tidak menyerah begitu saja. Beliau menjual tanak miliknya yang waktu itu merupakan satu-satunya properti yang dimilikinya. Wow!
Nah, coba lihat sekarang begitu banyak prestasinya :
A. Tung Desem Waringin adalah salah seorang murid terbaik Anthony Robbins (World's Number 1, Success Coach) dan Exclusive Indonesia Robert T Kiyosaki Authorized Consultant (World's Number 1, For Financial Freedom Coach)
B. Bapak dari 2 orang anak ini pernah berkarir di BCA selama 8 tahun (Agustus 1992-Mei 2001) dengan jabatan terakhir sebagai Pimpinan Cabang Utama BCA Borobudur di Malang dengan prestasi diraihnya selama di BCA antara lain :
1. Hasil Audit terbaik di Indonesia
2. Pertumbuhan Kartu ATM terbesar di Indonesia
3. Pertumbuhan Kartu Kredit terbesar di Indonesia
4. Pemulihan kembali pertama BCA pada saat di Rush Tahun 1998
5. Tingkat mati mesin ATM terendah di Indonesia
C. Beliau juga pernah berkarir di Lippo Shop sebagai Senior Vice President Marketing selama 8 bulan (Juli 2000- Febuari 2001), dan pada akhirnya beliau memutuskan untuk menjadi konsultan dan pembicara maupun Wirausaha, di bulan Februari Tahun 2001.
D. Kini setiap Jumat 16.30 Sore beliau menjadi pengasuh acara "SmartWealth" yang disiarkan radio SMART FM serentak di 7 kota Indonesia. Dan di waktu senggangnya beliau menjadi kolumnis rubrik "Road To Be Wealthy" di Majalah Warta Bisnis.
E. Sebagai Konsultan perusahaan beliau berhasil meningkatkan pendapatan dari sebuah Media Iklan Gratis di Jakarta sebesar 16 kali lipat dalam waktu 1 bulan. Meningkatkan 100% penjualan di "MANET" Toko Busana Muslim di Blok F Tanah Abang. Meningkatkan 100% Aset Bank Lestari di Jl. Setiabudi 9 Denpasar Bali & 2000% kredit sepeda motornya di Bali. Serta berhasil meningkatkan penjualan rata2 sebesar 40% dari total 9.800 Sales dari Columbia Elektronik dan Furnitur, hanya dalam sebulan setelah training dilakukan. Sales Shampoo Selsun naik 200 %. Millenium Handphone & Accessories naik 500%. Apartemen Belezza & Bellagio meningkat penjualannya sebesar 400%
F. Beliau dalam 48 bulan terakhir ini sudah berbicara di depan sedikitnya 218.000 orang, baik di dalam maupun di luar negeri. Beliau juga diundang oleh Columbia 19 kali, TELKOM 21 kali, BASF INDONESIA, SIEMENS INDONESIA, REUTERS INDONESIA, ANEKA TAMBANG, AKARI INDONESIA, JAYA KONTRUKSI, JAYA TRADE, AMWAY, AIG LIPPO,Citibank, Bank Mandiri, BCA, BANK DANAMON, TRIMEGAH SECURITIES, Bank Panin, Bank DIPO International, Dipo Star Finance, Bank BUMIPUTERA, 50 BPR se-Indonesia yang tergabung dalam PT. UKABIMA, Guna Group, Sungai Budi Group, Pabrik Plastik Tictas, PT. Agro Makmur Sentosa, BPPN, PT. Nestle Indonesia, PT. Hakuhodo Indonesia, Oriflame, PT. WanaArtha Life, Universitas-Universitas dll. Serta di undang sebagai Pembicara Pertama dalam "Indonesia First National Wealth Convention", September 2002"
G. Terpilih menjadi "10 Eksekutif 2003" versi Lions Club Surabaya Patria dan Jawa Pos Group.
H. Memecahkan Rekor MURI dalam penjualan buku inspirasional pertama yang terjual sebanyak 10.511 exemplar dalam 1 hari lounching buku Financial Revolution secara retail bukan corporation.
I. Sebagai Konsultan pribadi, Beliau membantu merubah orang menjadi percaya diri, menyembuhkan orang trauma, phobia, bulimia, menghentikan kebiasaan merokok, membantu orang gemuk menjadi langsing, membuat breakthrough sukses mulai dari anak petani sampai anak mantan Presiden Indonesia, dari lulusan SD sampai lulusan Doktor, juga Top Eksekutif dan Selebriti. Untuk hal ini Beliau ditempatkan di peringkat tertinggi di Majalah Pilar Bisnis edisi November 2002 sebagai pelatih yang mampu merubah CEO atau Top Eksekutif menjadi Lebih hebat
Sungguh luar biasa prestasi pak Tung Desem Waringin. Coba apabila langkahnya terhenti waktu itu, tentunya Pak Tung tidak pernah akan mendapatkan prestasi seperti ini. Nah,kemudian juga, Pak Tung pernah membuat kehebohan. Melalui helikopternya, Pak Tung membuat hujan uang yang totalnya senilai 100 juta Rupiah! Luar biasa Dahsyat!
Nah selain itu Pak Tung Juga sempat menulis buku-buku berikut :
1. Financial Revolution
2. Marketing Revolution
3. Financial Revolution in Action (klik disini)
4. The Way to DAHSYAT Life
Ingin lebih kenal Pak Tung? silahkan mampir ke sini :
Rabu, 05 Oktober 2011
Seekor Tikus
Sepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja.
Ketika mereka membuka barang belanjaan,
seekor tikus memperhatikan dengan seksama sambil menggumam.
"Hmmm...makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar??"
Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah perangkap Tikus.
Sang tikus kaget bukan kepalang.
Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak.
"Ada Perangkap Tikus di rumah!!! Di rumah sekarang ada perangkap tikus!!"
Ia mendatangi ayam dan berteriak, "Ada perangkap tikus....."
Sang Ayam berkata
"Tuan Tikus..., Aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap diriku"
Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak.
Lalu sang Kambing pun berkata
"Aku turut bersimpati.. . tapi maaf , tidak ada yang bisa aku lakukan"
Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama.
"Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali"
Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sang ular berkata
"Ahhh...Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku"
Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan
pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri.
Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras
perangkap tikusnya yang berbunyi.
Menandakan perangkapnya telah memakan korban.
Namun ketika melihat perangkap tikusnya,
seekor ular berbisa telah terjebak di sana.
Ekor ular yang terjepit membuatnya semakin ganas
dan menyerang istri si Petani.
Walaupun sang Suami berhasil membunuh ular tersebut,
namun sang istri sempat tergigit dan teracuni oleh bisa ular tersebut.
Setelah beberapa hari di rumah sakit,
sang istri sudah diperbolehkan pulang.
Namun selang beberapa hari kemudian demam tinggi
yang tak turun-turun juga.
Atas saran kerabatnya, ia membuatkan istrinya sup ayam
untuk menurunkan demamnya.
Semakin hari bukannya semakin sembuh,
justru semakin tinggi demam istrinya.
Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing.
Ia lalu menyembelih kambingnya untuk diambil hatinya.
Masih! Istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia.
Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman.
Sehingga ia harus menyembelih sapinya untuk
memberi makan orang-orang yang melayat.
Dari kejauhan sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan.
Beberapa hari kemudian ia melihat
Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi di rumah itu.
Nilai-nilai yang bisa kita ambil dari kisah di atas, suatu ketika Anda mendengar
seseorang sedang dalam kesulitan atau masalah dan
Anda mengira itu bukan urusan Anda, maka pikirkanlahsekali lagi.
"Kebahagiaan anda tumbuh berkembang manakala anda membantu orang lain.
Namun, bilamana anda tidak mencoba membantu sesama,
kebahagiaan akan layu dan mengering.
Kebahagiaan bagaikan sebuah tanaman,
harus disirami setiap hari dengan sikap dan tindakan memberi."
Langganan:
Postingan (Atom)






