Senin, 18 Juni 2012

Dua Buah Ember


dua buah ember di tepi sebuah sungai. Tak dapat dipastikan sudah berapa banyak air yang telah mengisi kedua ember itu. Namun selalu saja kedua ember tersebut pada akhirnya harus menjadi kosong, dan akan dibawa lagi ke tepi sungai ini untuk diisi air.
“Engkau nampak murung kurang bergembira hari ini. Apa gerangan yang telah menggerogoti bathinmu?” Tanya satu di antaranya kepada ember yang lain yang berada di sampingnya.
“Oh nasib...nasib!! Sungguh suatu pekerjaan yang sia-sia tanpa arti. Setiap hari saya selalu mengulangi pekerjaan yang sama, yakni datang ke sungai ini untuk diisi dengan air hingga penuh. Namun setelah itu saya akan menjadi kosong lagi dan harus datang lagi ke tempat ini. Sungguh membosankan!!” Keluh ember yang ditanya.
“Oh...begitu!!” Sahut ember yang pertama. “Tapi aku tak pernah berpikir demikian. Sebaliknya, setiap kali setelah tiba di tepi sungai ini, saya akan selalu dengan penuh gembira berkata; Dalam kehampaan aku datang, namun dalam kelimpahan aku meninggalkan tempat ini. Sungguh suatu kebahagiaan yang luar biasa.¡¨
Kita mungkin perlu mengubah sudut pandangan, setiap hari kita melakukan pekerjaan yang sama,pastilah bosan dan jenuh menghampiri kita.dan pekerjaaan yang kita lakukan tak akan maksimal bahkan ogah2an.dan kita sudah menilai hasil yang kita dptkan pasti tidak akan memuaskan.buatlah diri anda selalu bahagia dan selalu rasa senang dalam melakukan pekerjaan kita adalah salah satu kunci untuk nenghilangkan rasa  bosan dan jenuh.ingat tidak ada yg sia-sia dengan apa yg kita lakukan karena semua saling berhubungan.