Senin, 26 September 2011

Sepasang Sepatu




Suatu sore,seorang mahasiswa berjalan bersama dosennya. 
Ketika mereka melihat sepasang sepatu butut di tepi jalan. 
Mereka yakin sepatu tersebut milik seorang pekerja rendahan yang bekerja dihutan. 
Sang mahasiswa berpaling pada dosennya seraya berkata, 
"Mari kita sembunyikan sepatunya,lalu kita bersembunyi dibalik semak-semak dan 
melihat apa yang terjadi kemudian." 

Dosen itu menjawab,"Sobatku, kita tidak seharusnya bersenang-senang dengan 
mengorbankan orang miskin. 
Engkau dapat melakukan sesuatu yang lebih baik, 
dan itu akan mendatangkan kesenangan besar dalam dirimu.
Caranya adalah memasukkan uang kedalam kedua sepatu bututnya. 
Setelah itu kita bersembunyi untuk melihat reaksi orang tersebut." 
Mahasiswa itu pun melakukan apa yg dikatakan dosennya, 
lalu mereka bersembunyi di balik semak-semak. 

Tak lama kemudian, si empunya sepatu keluar dari hutan dan 
bergegas mengambil sepatunya. 
Ketika memasukkan salah satu kakinya,ia merasakan ada benda yg mengganjal. 
Ia pun merogoh ke dalam sepatu. 
Ia nampak terkejut dan terheran karena ada uang dalam sepatunya. 
Ia memegang sambil menatap uang tersebut, 
lalu melihat ke sekeliling apakah ada org di sekitarnya. 
Tapi,ia tidak melihat seorangpun disana. 
Lalu ia memasukkan uang tersebut kekantongnya,sambil memasang sepatu lainnya. 
Tapi, lagi-lagi ia terkejut karena ada uang dalam sepatunya yang satu lagi. 

Perasaan haru menguasainya, ia jatuh tersungkur dan menengadah ke atas. 
Doa ucapan syukur terdengar jelas dari mulutnya. 
Ia berbicara mengenai istrinya yang sakit, serta anaknya yang kelaparan karena tak ada uang. 
Ia bersyukur atas kemurahan yang Tuhan berikan melalui orang yg ia tidak ketahui. 

Melihat hal itu,sang mahasiswa meneteskan airmata. 
Ia berpaling pada dosennya seraya berkata, 
"Kau telah memberiku pelajaran yang tak kan kulupakan. 
Kini aku mengerti bahwa lebih berbahagia memberi daripada menerima". 




 "Baiklah memberi bila diminta, tapi lebih baik memberi tanpa diminta, melalui pengertian. 

Dan dengan tangan terbuka mencari seorang yang akan menerima membawa kebahagiaan lebih besar daripada sekadar memberi." 

Sabtu, 24 September 2011

43 Tahun Mencari Anak



        Pada 19 April 1967 Patti Langdon melahirkan anak laki-laki di Tacoma General Hospital, Washington, Amerika Serikat. 
        Saat itu Patti yang bekerja di bagian iklan baris Tacoma News Tribune masih berusia 22 tahun. 

        Masalahnya ia hamil diluar nikah yang membuat ayah Patti berang. 
        Ketika ia melahirkan, sang ayah segera memisahkan dia dari anaknya. 
        Ayahnya memutuskan mencari orang tua angkat bagi sang jabang bayi tanpa sepengetahuan Patti. 

        Patti merasa terpukul dengan keputusan sang ayah, namun ia tak bisa berbuat apa-apa 
        kecuali berusaha mencari siapa yang mengadopsi anaknya setelah ia pulang dari rumah sakit. 
        Namun ia tak berhasil. 
        Untuk memudahkan pencarian, ia memasang iklan baris di koran tempatnya bekerja 
        agar bisa mengetuk hati si pengadopsi supaya memberitahu di mana anaknya berada. 

        Ini pun tak berhasil. 
        Namun Patti tak putus asa. 
        Ia yakin suatu kali orang yang mengadopsi anaknya akan membaca iklan baris itu. 
        Karena itu setiap tanggal 19 April sejak tahun 1968, 
        Patti tak pernah berhenti memasang iklan baris pencarian anaknya yang hilang di koran. 
        Sayangnya, tahun berganti tahun, iklan baris itu tak juga mendatangkan hasil. 
        April 2010 yang merupakan hari ulang tahun anaknya yang ke-43 juga berlalu dengan kekecewaan. 

        Suatu ketika, seorang anak yang kini berusia 43 tahun sedang melakukan riset internet mengenai orang-orang yang tanggal lahirnya sama dengannya. 
        Pencarian di dunia maya itu membawanya ke iklan baris yang sudah dua bulan sebelumnya dipasang Patti di Tacoma  News Tribune edisi online. 
        Lelaki itu Todd Smith, akhirnya tertarik dan datang ke apartemen Patti pada Juni 2010 lalu. 
        Di sanalah pertemuan mengharukan itu terjadi. 
        Sang ibu bertemu dengan anak kandungnya setelah 43 tahun memelihara harapan tanpa putus asa. 
        "Saya masih tak bisa percaya bisa bertemu dengannya," ujar Patti. 


"Kekuatan harapan mendatangkan sesuatu yang nyaris mustahil."

Be the Best , 1024 x 768

My Lucky Diary #5 : My Big Family Of Economic Computer Club

Happiness in Life of Economic Computer Club


Kira-kira 4 tahun yang lalu, saat pertama kali memasuki Atma Jaya, saya mengalami banyak dilema dalam memilih Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang akan saya ikuti. Pilihan pertama sayah jatuh padaLKMM (singkatannya lupa :p). Saya pun mengikuti wawancara dan tesnya, dan akhirnya gagal.

Sempat putus asa, akhirnya ketika saya sedang berjalan di dekat taman franseda, saya menemukan sebuah meja registrasi yang bertuliskan "Economic Computer Club". Semangat saya untuk mengikuti organisasi ini menjadi tinggi. Sejak dahulu saya suka sekali hal-hal yang berhubungan dengan komputer. Akhirnya saya mengikuti wawancaranya dan saya pun diterima.



Di ECC, saya mendapat banyak sekali pengalaman sekaligus orang-orang yang menjadi inspirasi. Salah satu yang merupakan inspirasi saya ketika saya berkarya di ECC adalah ketua ECC pada saat saya masuk, yaitu Daniel Kristanto. Semangat dan Kharismanya dalam memimpin ECC menjadi Inspirasi bagi saya.

(Daniel Kristanto)

Hari-hari saya di awal karir saya di ECC sungguh menyenangkan. Saya mengikuti wawancara pertama saya sebagai panitia seminar ECC dan saya pun masuk sebagai staff acara. Sungguh senang bercampur khawatir waktu itu karena sebelumnya dalam kepanitiaan saya hanya berpengalaman sebagai staff keamanan. Sangat ragu sekali saya pada saat itu. Namun, dengan bantuan terutama ketua acaranya yaitu Felica Marshalin dan korbid acaranya yaitu Agung Santoso , saya mampu untuk bersama-sama mensukseskan acara ini.


(Felicia Marshalin)


(Agung Santoso)

Tahun pertama saya menjadi semangat saya untuk melanjutkan kesuksesan ECC di tahun-tahun berikutnya. Pada tahun kedua saya kembali mengikuti kepanitiaan di bawah ketua ECC yang baru yaitu Devi Purnama Sari.


(Devi)

Pada acara-acara selanjutnya, kami pun berhasil meraih kesuksesan. Saat acara Pelatihan Rutin, dimana saat itu ketua acara dipegang oleh Ganis Adrian Gani merupakan masa-masa yang amat sangat menyenangkan. Berbagai kejadian telah dialami, sampai yang paling buruk ketikakita tidak bisa menampilkan Pembicara untuk Pelatihan Web Design, dimana akhirnya saya mengajukan diri untuk mengajar. Sungguh gemetar rasanya saat itu, pengalaman pertama saya mengajar.


(Ganis, katanya sih Ganteng Manis.... Ngarep! :p)

Kemudian tahun kedua di ECC juga sangat menyenangkan dengan adanya panitia Event dimana saya menjabat sebagai staff acara saat itu. Menyenangkan sekali membuat sebuah event besar atas nama ECC dimana di dalamnya ada acara Bazaar, DotA Competition, dan Download Center. Sungguh luar biasa untuk pertama kalinya saya bisa menjadi bagian dalam sebuah acara yang besar.

Di akhir tahun kedua, terjadi sesuatu yang sangat mengejutkan! Tiba-tiba anak-anak Economic Computer Club memilih saya untuk menjadi Ketua ECC, padahal sebelumnya saya tidak dicalonkan. Saya sempat khawatir dan takut saat itu, takut ECC hancur di tangan saya. Namun, saya juga tidak bisa menahan impian saya dulu untuk menjadi Ketua ECC. Ini adalah sebuah peluang Emas! Pada Akhirnya saya memilih untuk terus maju menjadi Ketua ECC, memenuhi semua harapan teman-teman yang memilih saya sebagai ketua. suka duka selama satu tahun kita alami selama saya memimpin Economic Computer Club.

I miss you all my Second Family! Economic Computer Club! :')


Jumat, 23 September 2011

Batman dan Mbah Gendeng

 

Suatu ketika ban mobil Batman bocor “huh sial bocor lagi sih”, ujar Batman kepada Batmobile nya. Batman mendorong nya hingga ke bengkel. 
Bengkel “Mbah Gendeng” 

“Bannya bocor ya nak?” ujar kakek tua kepada Batman. “Iya mbah, sudah kedua kalinya nih, padahal baru sekitr 5 km lalu bocor dan ditambal”. Jawab batman lesu. 
“Hhmmm...” mbah Gendeng mengangguk-angguk dan mula mempersiapkan peralatannya. 
”Silahkan duduk, biar saja kerjakan dulu ban nya” ujarnya kepada batman. 

45 menit berlalu.... 

Batman mulai tidak sabar menunggu mbah Gendeng untuk menyelesaikannya. 
“Pantesan aja lama, wong kerjanya lambat banget ini” sergah batman kasar. “Apa gak bisa lebih cepat lagi,Mbah?” tanya batman. 
Mbah gendeng meletakan ban dalam batmobile yng sedang ia pegang lalu menoleh ke arah batman. 
” Memangnya kamu pikir pekerjaan ini tidak penting sehingga harus dikerjakan dengan terburu-buru?” 
“Memang begitu kan? Cuma nambal ban ini, apa pentingnya? Jauh lebih penting pererjaanku yang kesana kemari buat menyelamatin dunia dari orang jahat. 
Mbah tahu kan saya ini Batman” ujar Batman sombong. 
“So what gitu lohhh???” balas mbah gendeng kesal. 
”Dengarkan baik-baik anak muda, coba pikir seandainya tadi kamuu perjalanan untuk menyelamatkan ribuan orang dan banmu bocor, 
apa bukan berarti saya kerjakan ini tidak sama pentingnya dengan pekerjaanmu? Dengan memperbaiki ban bocormu dengan baik dan teliti, 
secara tidak langsung saya sudah membantu kamu dan menyelamatkan mereka-ribuan orang itu?” 
“Lihat ban dalammu ini, bekas tambalan asal-asalan sebelumnya, untung tidak terjadi apa-apa denganmu” Mbah Gendeng melihatkan dua buah ban dalam Batmobile . 
Batman tercenung dan meminta maaf kepada mbah Gendeng. 



"Setiap pekerjaan itu penting, jangan pernah meremehkan pekerjaan orang lain sekecil apapun itu." 

Kamis, 22 September 2011

John August Roebling dan Washington Roebling




Pada pertengahan tahn 1800-an, dua distrik yang ramai di kota New York, Manhattan dan Brooklyn, terpisahkan oleh teluk. 
        Untuk kebutuhan transportasi, kedua distrik itu dilayani oleh kapal fery. 
        Namun seorang insinyur imigran Jerman yang terkenal saat itu, John August Roebling, 
        punya gagasan menarik setelah ia menyaksikan kapal feri karam di ujung salah satu perlintasan itu, 
        yaitu mendirikan jembatan penghubung yang sekarang dikenal dengan nama Brooklyn Bridge. 


        Pemerintah berhsail diyakinkan dan proyek pembangunannyapun dimulai pada tahun 1865. 
        Panjang jembatan itu 1,8 km dan memerlukan tiang penyangga yang menjulang tinggi sampai 84 meter dari permukaan air. 
        Jembatan itu akan menjadi jembatan tertinggi dan terpanjang di dunia saat itu. 
        Namun kebanyakan orang menganggap proyek tersebut sebagai impian kosong meskipun yang menggarapnya seorang arsitek jenius. 

        Harapan itu hampir pupus. 
        Apalagi John August kemudian kecelakaan dalam proyek tersebut yang menyebabkan dirinya meninggal. 
        Proyek itu lalu ditangani anaknya, Washington Roebling. 
        Sayangnya, setelah tiga tahun dalam proses pembangunannya, Washington juga mengalami kecelakaan yang menyebabkan dirinya limpuh total. 
        Kondisi Washington sangat mengkhawatirkan. 
        Ia tidak bisa menggerakkan tubuhnya. 
        Satu-satunya anggota tubuh yang bisa digerakkan adalah telunjuk tangan kanannya. 

        Rupanya Washington tak mau proyeknya gagal. 
        Dengan kondisi lumpuh seperti itu harapannya menyelesaikan proyek raksasa tetap tumbuh. 
        Dengan keinginan yang luar biasa, ia mencoba berkomunikasi dengan istrinya, Emily Warren Roebling, untuk melanjutkan proyek itu. 
        Awalnya memang susah karena satu-satunya alat komunikasi adalah telunjuk tangan kanannya. 
        Jangankan membicarakan proyek, untuk komunikasi ringan saja dengan hanya menggunakan telunjuk amat sulit dilakukan. 
        Namun dengan ketelatenan Emily, mereka kemudian bisa belajar berkomunikasi. 
        Bahkan kemudian dengan kerja keras Emily, ia bisa menerjemahkan keinginan Washington 
        dan melanjutkan perintah sang arsitek pada para insinyur di lapangan. 

        Emily menjadi penghubung suaminya selama 10 tahunan. 
        Akhirnya proyek yang mustahil itu kemudian terwujud pada tahun 1883. 

Selasa, 20 September 2011

My Lucky Diary #4 : Waspada di Jembatan penyebrangan Halte busway Benhil


Kejadian ini berawal ketika saya pulang dari kampus kemudian menuju ke halte busway benhil. Saat baru menaiki tangga menuju halte tersebut. Tiba-tiba saya merasa kaki saya sulit untuk digerakkan. Kemudian tiba- tiba ketika saya menengok ke belakang, saya melihat ada seorang laki-laki  yang sedang menarik-narik sepatu saya. Saya pun bingung, kemudian menegurnya.


Namun lelaki itu hanya memberikan kode seperti meminta maaf, kemudian pergi menjauh. Esok harinya saya ceritakan kepada teman saya. Nah, ternyata ada teman saya juga yang mengalami hal yang sama. Namun, kami juga tidak tahu apa tujuannya, karena memang barang kami tidak ada yang hilang.  Jadi saat itu saya menyimpulkan ada 2 kemungkinan. Kemungkinan pertama, orang tersebut kurang waras. Kemungkinan kedua, dia mau mencoba mencuri sepatu.

Nah beberapa minggu yang lalu, saya sempat berbincang dengan teman kantor yang ternyata pernah mengalami kejadian yang sama. Namun bedanya, handphone dia hilang saat kejadian tersebut. Rupanya, orang yang menarik-narik kaki adalah orang yang bertugas mengalihkan perhatian. Nah saat perhatian kita dialihkan, maka kesempatan bagi temannya untuk mencopet kita.

Sungguh beruntung barang saya tidak ada yang hilang saat kejadian tersebut. Oleh karena itu, waspadah jika ada yang menarik-narik kaki kita untuk mengalihkan perhatian kita.

Berani Mencoba 2 , 1024 x 768

Berani Mencoba (Andrie Wongso) - Wallpaper Motivasi

Diri Sendiri - Chinese Wisdom , 1024 x 768

Jika berkeinginan agar Tuhan membantu kita, kita harus mendahului dengan membantu diri kita sendiri.
(Andrie Wongso)

My Lucky Diary #3 : Life Methamorphosis 17 September 2011



Halo pembaca sekalian,
Pada tanggal 17 September kemarin, saya berkesempatan untuk mengikuti acara Life methamorphosis, yang diadakan di Bong Chandra Breakthrough Center di Central Park Office Tower Lt 10. Di sini adalah awal pertemuan saya dengan Pak Bong. Sungguh luar biasa! Hanya dengan membeli buku seharga Rp 60.000, saya mempunyai kesempatan untuk mengikuti seminar seharga Rp 1.470.000!! How Lucky!




Seminar ini diadakan selama kurang lebih 2 jam, adapun yang dibahas adalah hal-hal berikut

1. Be sensitive
Apa maksudnya be sensitive? Maksudnya adalah agar kita selalu peka terhadap apa yanga ada di sekitar kita. Peka terhadap peluang-peuang yang ada di sekitar kita dan belajar dari hal-hal kecil di sekeliling kita. Nah dari point ini Bong Chandra memberikan sebuah contoh ketika melihat secangkir kopi :



Jangan menjadi wortel yang ketika direbus (menghadapi masalah), menjadi semakin lembek.
Jangan pula menjadi telur yang ketika direbus menjadi semakin keras
Tetapi jadilah kopi yang jika direbus (diseduh air panas) menjadi semakin harum

2.Jangan Bantu penderitaannya
Di dalam hidup, ketika kita mau sukses, ada penderitaan yang kita lalui. Penderitaan itulah yang membuat kita semakin kuat dalam menjalani kehidupan yang mengantarkan kita kepada kesuksesan. Nah, ada sebuah cerita :



Ada seorang anak kecil yang melihat sebuah kupu-kupu yang sedang berusaha mengeluarkan diri dari kepompong. Melihat betapa sulitnya sang kupu-kupu, anak kecil ini memiliki ide untuk membantu kupu-kupu ini keluar dari kepompongnya. Maka diguntinglah kepompong tersebut dan akhirnya keluarlah kupu-kupu tersebut. Betapa senangnya sang anak melihat kupu-kupu tersebut.

Namun, beberapa hari kemudian. Anak kecil ini menangis karena kupu-kupunya tidak bisa terbang. Ternyata otot kupu-kupu ini tidak cukup kuat untuk terbang karena ia keluar dari kepompongnya tanpa menggerakan otot-ototnya.

 Pelajaran yang didapat adalah : Agar sukses,kita perlu melalui proses yang menyakitkan, proses inilah yang membuat kita makin kuat dalam mencapai kesuksesan.

3.Miringkan saja

Ada 3 tipe orang dalam mencapai tujuannya :
1. Orang yang fleksibel dengan tujuannya
2. Orang yang keras dengan tujuannya dan keras dengan caranya
3. Orang yang keras dengan tujuannya dan fleksibel dengan caranya

Nah ada sebuah cerita dari Pak Bong ketika ia makan di pizza hut. Ketika ia akan mengeluarkan sambal dari botolnya, ia mengalami kesulitan. Ia coba dengan membuat botolnya vertikal ke bawah lalu dikocoknya kencang-kencang botol tersebut. Namun, tidak berhasil. Nah temannya mencoba membantunya, ia memiringkan botol tersebut dan kemudian dikocok perlahan-lahan dan akhirnya keluar juga. Pak bong pun akhirnya mengikuti cara ini.




Nah apabila pak Bong adalah orang yang tipe pertama (fleksibel dengan tujuan), maka ia akan mlambaikan tangan kepada pelayan dan berkata ," Mbak boleh minta cabe rawit aja?" (lah kok makan pizza pake cabe rawit?). Kalau ia adalah tipe kedua, maka hancurlah meja di pizza hut =.=". Dan ia pun memilih menjadi tipe ketiga yang fleksibel dengan cara tetapi tetap pada tujuannya

4. Pot pertama terlalu kecil




Hidup kita ibarat tanaman. Ketika kehidupan kita terasa kecil, menjadi orang yang kecil. Kita selalu berharap untuk menjadi orang yang lebih besar. Namun, seperti sebuah tanaman yang ingin dipindahkan ke pot yang lebih besar, maka satu-satunya jalan adalah harus dicabut dulu. Pada saat dicabut itu kita akan mengalami kesakitan yang luar biasa. Nah kita seringkati merintih kesakitan dan meminta kepada Tuhan untuk menyudahi ini semua. Tuhan kita adalah Tuhan yang sangat baik, ketika kita merintih, akhirnya Ia tidak jadi memindahkan kita ke por yang lebih besar. Bukan karena Ia yang tidak mau membuat kita sukses. Tapi kita sendiri yang tidak mau merubah diri.

5. Sedikit Egois, banyak empati
Dalam kehidupan, kita perlu banyak berempati terhadap orang lain. Kita perlu membantu teman-teman kita yang ada dalam kesulitan. Ketika Pak Bong menerbitkan buku pertamanya yang berjudul Unlimited Wealth (klik disini), beliau meminta kepada pihak Gramedia untuk mengutamakan bukunya agar ditempatkan di belakang kasir, di neon box, dan di etalase depan. Nah kemudian orang Gramedia berkata, "Pak Bong kok egois sekali sih, kan masih banyak buku lain yang harus dipajang juga?" Jawab pak Bong, "Buku saya royaltinya 100% akan disumbangkan."

Nah disini kita boleh sedikit egois,asalkan egoisme kita ini ditujukan untuk membantu orang lain.

6.Masalah = Tantangan
 Untuk yang satu ini rasanya tidak perlu dijelaskan secara detail, dari judulnya saja seharusnya kita sudah mengerti maksudnya. Intinya adalah agar kita tidak menyerah dalam menghadapi berbagi masalah, kita harus mengubah masalah kita menjadi tantangan yang menarik untuk dihadapi

7. Prinsip sedikit
Tahukah anda bahwa Juara-juara dunia selalu memiliki prestasi yang lebih tinggi sedikit saja dari juara kedua -ketiganya? Coba perhatikan juara-juara balapan dunia, selisih waktu antara juara 1,2 , dan 3 hanya sekian detik saja bukan? Namun coba lihat hasilnya, juara 1 berhak berfoto bersama Komeng, sedangkan yang kedua maupun yang ketiga tidak berhak berfoto bersama komeng :p


Nah intinya adalah lakukan latihan sedikit lebih baik dari yang lain. Misal jika kita ingin menjadi juara 1 dalam kontes piano. Jika biasa orang berlatih hanya 2 jam sehari, berlatihlah 3 jam sehari. Lakukan sedikit lebih banyak dari orang lain. Percayalah, perbedaan 1 jam ini akan sangat membawa perubahan.

8. Terbiasa bau
Dalam menghadapi kesulitan, kita seringkali merasa sakit. Sebenarnya hal itu karena kita belum terbiasa saja. Ada sebuah cerita yang menarik.

Ada seorang penceramah yang sedang berjalan-jalan ke sebuah kota di luar negri. Ketika ia menaiki taxi untuk mencapai tempat tujuannya, ia mencium bau dan berkata kepada tukang taxi,,"Pak kok di sini bau sekali ya?" katanya. "Ah, saya nggak cium bau apa-apa kok pak. Eh tunggu, bapak ini orang luar ya?"

"Iya pak". Jawab sang penceramah. "Oh pantas saja, iya pak di sini memang bau. Tapi karena saya sudah 3 tahun tinggal di sini, maka  bau di sini sudah tidak terasa lagi."

9. 30 Tahun lagi
Tahukah anda bahwa burung garuda hanya memiliki masa hidup selama 30 tahun saja? Kenapa begitu? Karena Garuda yang tua bulunya semakin lama akan semakin lebat, sehingga akan sulit baginya untuk terbang mencari makan. Demikian pula paruhnya yang makin panjang dan tebal, membuatnya sulit untuk mencari makan.

Namun, ada sebagian garuda yang bisa bertahab hidup 30 tahun lagi. Hal ini dilakukan dengan cara menabrak-nabrakan dirinya kesana kemari agar bulu-bulunya rontok dan paruhnya patah, supaya akhirnya ia bisa terbang kembali untuk mencari makan.

10. Hanya 1




Untuk menjadi sukses, sebenarnya kita hanya perlu sukses di 1 bidang terlebih dahulu. Dengan sukses di bidang pertama, maka akan terbuka jalan lainnya menuju kesuksesan yang berikutnya. Contohnya adalah Jhonny Andrean. Dimulai dengan kesuksesannya mengelola salon Jhonny Andrean, membuatnya juga berhasil dalam 2 bisinis beikutnya, yakni Bread Talk dan J.Co
 Oleh karena itu FOCUS-lah (Follow One Course Until Success) pada 1 tujuan. Setelah sukses, buatlah tujuan yang lain

Demikian keberuntungan yang bisa saya bagikan. Semoga anda juga bisa bermethamorphosis :)

Senin, 19 September 2011

My Lucky Diary #2: My Birthday Resolution


Hari ini tanggal, 19 September 2011, saya berulang tahun yang ke - 22. Banyak kejadian, suka duka yang terjadi selama 22 tahun. Mulai dari lulus kuliah, dapat pacar, dsb. Sungguh bersyukur sampai hari ini saya masih bisa bernafas, menjalani hari-hari saya dalam menjalani chapter-chapter berikutnya dalam perjalanan hidup saya.



Rasa terima kasih ini akan saya ucapkan kepada :

  • Tuhan Yesus yang telah memberikan anugerah yang besar dalam hidup saya
  • Kepada keluarga yang telah mendampingi saya selama 22 tahun ini, untuk papa, mama, dan Ade
  • Kepada pacar saya tercinta, Odilia Belinda yang selalu setia menemani saya :)
  • Kepada keluarga besar Economic Computer Club yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menjalani karier saya selama 3 tahun, mulai dari saya menjadi staff acara sampai akhirnya saya menjadi ketua Economic Computer Club
  • Kepada teman-teman dan dosen UNIKA Atma Jaya yang menemani saya selama berkuliah 
  • Kepada teman-teman PT United Tractors yang menemani saya dalam menjalani kehidupan baru di dunia kerja
  • Kepada teman-teman mulai dari TK sampai SMA yang selalu mendukung saya
  • Kepada motivator-motivator seperti Pak Tung Desem Waringin, Pak Purdi E  Chandra, Kak Bong Chandra, dan Cici Merry Riana yang telah memberikan motivasi dan inspirasi bagi saya dalam memulai dan mengembangkan semangat wirausaha saya
  • Dan pihak-pihak lain yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu di sini
Oleh karena itu, pada hari yang berbahagia ini, saya ingin sekali membuat sebuah birthday wishes yang menjadi resolusi saya sampai saya berumur 30 tahun. Resolusi saya ini sama seperti resolusi yang dibuat oleh Cici Merry Riana ketika masih dalam masa-masa sulitnya dulu:

" I want to success before 30, I want to get my first USD 1,000,000 of income before 30"

Mungkin bagi kebanyakan orang, resolusi ini terlalu berlebihan dan muluk-muluk. Namun, saya percaya bahwa semua itu bisa diraih. Jika Cici Merry Riana (klik disini) bisa meraihnya di usia 26 tahun, bahkan Kak Bong Chandra (klik disini) meraihnya dalam usia ke-21, maka saya rasa saya pun bisa.

" I Just want to Dare to Dream big!"



Thanks to all who always support me, let's meet at another chapter of my life :)

Seribu Sekali

 (cerita ini diambil dari email kantor saya)


"Start every day with a smile, and get over with" 




        Alkisah ada sekolah penerbangan yang melatih banyak orang dari berbagai negara agar bisa melakukan terjun payung. 

        Pada suatu ketika sudah tiba waktunya semua penerjun yang dilatih di sekolah itu mempraktikkan ilmu terjun payung yang sudah mereka dapatkan. 
        Kemudian, semua penerjun diangkut dengan menggunakan pesawat hercules. 
        Pada ketinggian yang pas untuk melakukan terjun payung, mereka semua diberi arahan dulu sebelum terjun. 

        "Terjun payung ini adalah olahraga yang mudah, jadi yakin saja bahwa Anda akan selamat. 
        Gunakan semua ilmu yang sudah saya sampaikan ketika training kemarin. 
        "Saatnya Anda mempraktikkan semuanya. Apakah Anda siap?" ujar sang instruktur. 

        "SIAPPP...," jawab semua penerjun dengan serentak. 

        Kemudian semua penerjun dipanggil dan mereka langsung lompat dari pesawat. 
        
        "Oke... Ayo... kita mulai....  Penerjun 1...."   Penerjun 1 langsung melompat dari pesawat. 
        "Penerjun 2...." 
        "Penerjun 3...." 

        Akhirnya tiba pada penerjun terakhir. 
        "Sekarang giliran kamu...," teriak sang instruktur. 
         "Maaf Pak, sebelum saya lompat, saya mau bertanya dulu," ujar penerjun terakhir itu kepada sang instruktur. 
        "Apa?" 
        "Apakah sebelumnya pernah ada penerjun yang mengalami kecelakaan, Pak?" 
        "Santai saja... tidak usah khawatir. Kecelakaan hanya terjadi seribu sekali ...!" 
        "Ooooo, saya urutan ke berapa, Pak?" 
        "Seribu......" 

        +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ 
        
        *Coba rasakan keajaiban senyuman. Caranya ketika Anda sedang sedih, tegang, tidak bahagia, ekspresikan wajah Anda dengan tersenyum. 
        Maka keajaiban senyuman akan muncul dalam diri Anda; Anda akan merasa lebih baik. 
        Karena hormon-hormon yang menimbulkan perasaan "Baik-Baik Saja" sedang beredar di seluruh tubuh Anda. 

Minggu, 18 September 2011

10 Tweet Motivasi Merry Riana





A good friend is like a good BRA, HOLD you up when you're DOWN and CLOSE to the HEART. :)


Life is like riding a bicycle, you don’t fall off unless you plan to stop peddling.

Don't let the past hold us back, or we may be missing all the GREAT stuff around us!

Kecantikan abadi terletak pada keelokan adab dan ketinggian ilmu seseorang, bukan terletak pada wajah dan pakaiannya.

Untuk mengejar segala impian kita, jangan katakan 'Kenapa?', tapi katakan saja 'Kenapa tidak?'

Jika Anda mempunyai 100 masalah, ingatlah, bahwa Tuhan mempunyai 101 cara untuk menyelesaikannya.

Jangan terjebak oleh masa lalu, jangan terlalu memikirkan masa depan. Konsentrasilah dengan apa yang Anda lakukan saat ini.

Tetap kagumilah pasangan wanita Anda, atau jika tidak orang lain yang akan melakukannya. :)

Sukses seringkali datang kepada mereka yang berani bertindak, dan jarang menghampiri penakut yang tidak berani mengambil konsekuensi.

Jadilah pemain, jangan cuma menjadi penonton. Pemain akan selalu mendapatkan bayarannya. Penonton akan selalu membayar tontonannya.