Selasa, 27 Desember 2011

Tindakan Nyata yang Luar Biasa

"Jika ingin Tuhan membantu, kita harus mulai dengan membantu diri sendiri dahulu " 




Ada sebuah kisah menarik tentang dua pemuda yang tumbuh dengan kondisi badan yang berbeda. 
Satunya tumbuh sebagai pemuda dengan badan tegap, tinggi dan atletis. 
Sementara satunya tumbuh krempeng, dengan badan pendek dan lemah. 
Kondisi itu menyebabkan si pemuda tegap sombong dan cenderung malas karena 
merasa ia pasti akan dengan mudah mendapat pekerjaan dan makanan. 
Sebab saat lapar, dengan gampang, ia bisa memetik buah di pohon. 
Jika butuh uang ia tinggal ke pelabuhan di dekat kampung mereka untuk membantu menurunkan 
muatan dan mendapat upah untuk makan. 


Sementara itu, si pemuda lemah merasa dirinya banyak kekurangan. 
Karena itu, ia merasa harus belajar keras untuk menggantikan kekurangan yang ada pada otot dan tubuhnya. 
Pemuda ini belajar apa saja. Ia pun mau melakukan pekerjaan apa pun sepanjang ia mampu, untuk mendapatkan upah untuk makan. 
Hingga, suatu hari, karena tak bisa diandalkan tenaganaya, ia nyaris tak bisa mendapatkan apa pun untuk makanya. 
Beruntung, karena ada yang kasihan padanya, ia mendapatkan beberapa sisa buah jeruk yang akan di angkut ke 
kapal pemuda itu pun lantas membuat minuman sari jeruk dari pemberian yang di dapatnya. 

Saat itu, ada awak kapal yang kehausan meminta sari jeruk yang di buatnya. 
Melihat jeruknya ternyata diminati siawak kapal, jeruk lain yang tadinya hendak disisakan untuk esok hari, 
langsung dibuatnya untuk sari jeruk lain. 
Dan ia pun menjual sari jeruk itu kepada awak kapal lain. 
Uang hasil penjualan pun disimpan untukbelanja jeruk yang lebih sejar, begitu seterusnya, 
hingga ia pun pelan tapi pasti dapat membuat usahanya sendiri. 
Dan, dengan ilmu penjualan yang sering di bacanya, usaha itu pun akhirnya terus berkembang. 
Bahkan, usaha itu makin besar tiap hari dengan aneka macam sari buah yang dihasilkannya. 
Hingga suatu saat, pemuda  tegap yang dulu tumbuh bersamanya, 
kemudian bekerja padanya sebagai buruh angkut buah dipabrik sari buahnya. 

Dalam kisah itu, bahwa tuhan telah menjadikan kita dengan kondisi masing-masing bukan dengan tanpa maksud. 
Sayanganya si pemuda tegap “menyia-nyiakan” kelebihan yang dipunyaian dengan bermalasan. 
Sedangkan, si pemuda lemah, berusaha untuk mencari jalan agar terus hidup dan 
akhirnya menemukan “nasib” yang baik setelah mendapatkan solusi di tengan kekurangannya. 
Begitulah gambaran kehidupan nyata yang sering kali kita alami. 
Hanya mereka yang berusaha dan tidak mencari-cari alasan dalam berbagai kondisi yang dialaminya, 
yang akan maju dan mampu mencapai sukses yang didamba.