Tampilkan postingan dengan label motivasi online. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi online. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Oktober 2010

Satu hal yang lebih baik

Jangan putus asa bahwa anda tidak dapat segera membuat segalanya lebih baik. Anda selalu bisa membuat satu hal yang lebih baik.

Kemudian, anda dapat melanjutkan momentum itu, membuat perbaikan lagi, dan lagi, dan lagi. Dan anda bisa mulai sekarang.

Bahkan satu sedikit keberhasilan adalah memberdayakan. Ini poin anda dalam arah yang jelas positif.

Bagaimana jika anda bisa melihat setiap masalah mengomel sedikit kesempatan untuk perbaikan yang itu? Anda akan menyadari bahwa tidak ada kekurangan cara untuk menjadi sukses.

Anda telah memiliki segala sesuatu yang diperlukan untuk memulai sekarang dan membuat aliran terus-menerus nilai. Satu positif, efektif, upaya yang berarti akan membuat anda pergi.

Merasakan bagaimana rasanya hak untuk membuat dunia lebih baik. Menyenangkan dalam membuat perbedaan, lagi dan lagi.

Apa yang anda bayangkan

Apa yang anda bayangkan adalah sebuah kenyataan. Apa yang anda bayangkan berasal dari kebenaran anda.

Apa yang anda bayangkan, ada harta yang besar dan indah. Dan semakin anda berani untuk membayangkan, maka semakin luas dan harta menjadi berharga.

Apa yang anda bayangkan menghubungkan anda ke tujuan anda. Apa yang anda bisa bayangkan membuat anda merasa benar-benar gembira?

Apa yang paling anda antusias bayangkan, anda akan menemukan yang terbaik dari yang anda bisa dapatkan. Dari apa yang anda bayangkan bisa datang seumur hidup prestasi yang unik.

Lihat, apa yang anda bayangkan bukan sebagai khayalan tetapi sebagai preview niat anda yang paling tulus. Kemudian memungkinkan keindahan dari apa yang anda bayangkan untuk memandu anda dalam membuat hal itu menjadi nyata.

Bayangkan rasa khusus anda sendiri mendapatkan kelimpahan besar kehidupan. Bayangkan, dan membawanya kepada kehidupan.

Kamis, 02 September 2010

Lagu khusus untuk anda

Biarkan diri anda untuk menjadi diri sendiri. Jika anda tidak menginginkan dunia, maka sebaiknya anda punya keberanian untuk mengatakannya. Peluang terbesar anda untuk membuat perbedaan di dunia ini mengalir dari perspektif yang unik dari anda.

Menggali, memperkuat, merayakan dan menyatakan bahwa perspektif setiap kesempatan yang anda dapat peroleh. Ini bukanlah masalah yang berbeda dan hanya untuk menjadi berbeda. Ini adalah masalah untuk menjadi jujur dengan diri sendiri dan orang lain tentang siapa anda sesungguhnya.

Anda sendiri secara khusus menyanyi untuk lagu anda dan mereka bernyanyi dengan semangat, hanya karena merasa begitu benar. Apakah dunia memberitahu anda untuk menjadi seperti orang lain. Apakah dunia butuh anda untuk menjadi diri sendiri.

Berikan hidup keindahan yang unik untuk diri sendiri. Biarkan diri anda merasakan betapa senangnya, dan untuk melihat apa perbedaan positif yang sebenarnya anda dapat membuat untuk semua orang.

Selasa, 14 Oktober 2008

Pekerjaan Kita Bisa Menunggu

Seberapa luas dunia yang kita ciptakan? Banyak orang hanya memiliki dunia seluas meja tulisnya. Atau sepetak ruang kerjanya. Atau mungkin sebesar gedung kantornya saja.

Pandanglah keluar. Tebarkan pandangan kita. Carilah ujung cakrawala. Nikmatilah cahaya matahari sore menemani perjalanan pulang kita ke rumah.

Dunia kita jauh lebih luas dari yang kita sangka. Ruang yang tersedia bukan hanya antara rumah dan ruang kerja kita. Kita dianugerahi lautan, pegunungan, hutan, mata air dan berbagai keindahan alam lainnya.

Sadarilah bahwa semua ini tak kalah berharganya. Karena itu, jangan sia-siakan waktu kita untuk tidak melebur dengan keindahan yang tiada tara.

Ayolah, pekerjaan bisa menunggu. Namun umur kita takkan kembali. Waktu adalah anak panah yang melesat kencang.

Kita tak mungkin mampu menghentikan atau melambatkannya. Selama waktu masih tersisa, tak perlu ragu untuk menikmati kehadiran kita di bumi ini.

Ketika kita menyadari betapa berharganya itu semua, kita pun menyadari betapa berharganya kita yang mungil ini di alam semesta yang maha luas ini. Kehadiran kita bagian dari alam ini. Hiduplah penuh keseimbangan.

Jangan ragu untuk meninggalkan pekerjaan kita. Esok masih ada. Kecuali kita mau menyesal karena di saat pandangan kita telah lamur, kita baru tersadar akan keelokan alam ini.


Orang Besar Berpikir Besar

Kita besar dengan berpikir besar. Kita kecil bila berpikir kecil. Keterbatasan kita adalah pikiran kita. Mimpi dianugerahkan agar kita bisa berpikir besar. Maka bermimpilah menjadi besar.

Mulailah dari pikiran kita. Keberhasilan semata-mata bagaimana kita meletakkanya dalam pikiran. Tidak ada yang salah pada lingkungan sekitar. Tidak pula salah pada waktu kita.

Semua memberikan tempat dan kesempatan bagi kita untuk meraih keberhasilan.Tinggal kita mengambil langkah pertama, yaitu berpikir besar. Tak ada yang salah pada katak yang merindukan bulan.

Tak ada yang salah pada kera yang ingin menjadi dewa. Jangan hiraukan ucapan orang lain. Bergaullah dengan orang-orang yang berkepribadian besar.

Perlakukanlah diri kita dengan penuh rasa hormat, maka orang lain akan menghormati kita sebagai orang besar.


Ucapkanlah Terima Kasih

Ungkapkan perasaan syukur kita bila suatu tugas telah berhasil dilaksanakan dengan baik. Ungkapkan itu dengan tulus ikhlas. Karyawan akan memberikan prestasi kerja yang luar biasa jika merasa dihargai.

Kita semua senang bila orang menghargai kita dan pekerjaan yang kita lakukan. Di banyak kantor, kita sering melihat orang-orang memamerkan kartu ucapan terima kasih dari pimpinan mereka, sepucuk surat khusus dari pelanggan (baca: donatur), atau selembar sertifikat penghargaan (yang mungkin umurnya sudah sangat tua). Hargailah pekerjaan!

Ucapkan terima kasih pada anggota tim kita. Berikan penghargaan atas keberhasilan dan prestasi mereka (baca: reward). Sampaikan terima kasih bila mereka berhasil melakukan kemajuan.

Kita bisa melakukannya secara empat mata, secara terbuka, dalam bentuk tertulis, atau dengan cara-cara yang begitu kreatif. Orang-orang yang hasil kerjanya dihargai, kemungkinan besar hasil kerjanya akan semakin baik juga.

Memperlihatkan sikap menghargai, berarti menunjukkan apa yang kita inginkan dan apa yang menurut kita penting untuk dilakukan. Tanpa umpan balik semacam itu, karyawan kita mungkin akan keliru menafsirkan apa yang bisa diterima atau dinilai tinggi.

Riset menunjukkan, bahwa manusia haus akan penghargaan. Jika menerima pujian tulus atau apa yang berhasil dilakukan dengan baik, mereka tidak hanya merasa dihargai secara batiniah, tetapi juga membuahkan kebanggaan tersendiri di kalangan keluarga dan teman-temannya.

Hal itu akan meningkatkan penghargaan mereka pada kita sebagai pemimpin. Siklus itu lalu akan terus menerus mempertahankan semangat. Sekali suatu tingkat penghargaan atas prestasi diberikan, karyawan akan bertindak dan berusaha mempertahankan citra yang telah berhasil mereka ciptakan.


Terus Tumbuh Tiap Hari

Pada beberapa titik di waktu dekat, suatu tantangan sulit akan datang kepadamu. Meskipun demikian mustahil untuk mengetahui persis apa jadinya, pastikan anda bersiap-siap menghadapinya dari sekarang

Jika anda menunggu sampai tantangan di atas sekali kamu dapat dengan sepenuhnya berlimpahan. Bagaimanapun, manakala kamu menyiapkan diri anda untuk di depan, tantangan itu bisa dengan baik menjadi kesempatan terbesarmu.

Masing-masing hari kamu mempunyai kesempatan untuk tumbuh lebih kuat, banyak mengetahui, lebih banyak akal dan kreatif. Mempergunakan dengan baik peluang sehari-hari itu semua dan kemudian manakala peluang yang besar datang, kamu akan bisa memperoleh banyak nilai dari mereka

Kamu kaleng yang hampir bisa dipastikan mendapat/kan dengan baik dari hari ke hari tanpa membuat manapun peningkatan atau perubahan utama di dalam hidupmu.

Yang secepatnya, meskipun demikian, kamu akan menghadapi suatu tantangan sulit yang kehendak memberimu tidak ada pilihan, dan kamu akan wajib dengan cepat, sangat menyesuaikan

Sebagai ganti penantian sampai kamu harus melakukannya ke luar dari panik, mengambil kesempatan untuk tumbuh dan meningkatkan sempit masing-masing hari. Sebagai ganti cemas akan apa yang mungkin terjadi, meletakkan diri anda sanggup ke dengan sukses menangani apapun juga yang terjadi

Usaha dan waktu yang kamu memasuki menjadi kehendak yang lembih mampu dan lebih kuat yang tentu saja melayani kamu dengan baik. Menggunakanlah masing-masing hari untuk tumbuh, dan tantangan menjadi temanmu


Teruslah Belajar

Bila kita menganggap bahwa kita sudah tak perlu lagi belajar selepas meraih ijazah sekolah, maka kita salah besar. Dunia sedang berjalan semakin cepat. Manusia bekerja semakin baik. Persoalan yang muncul semakin rumit. Kita memerlukan ketrampilan-ketrampilan baru.

Bukan hanya sebagai alat untuk meraih kemajuan. Namun untuk berada di tempat, kita dituntut untuk tahu bagaimana menjaga posisi. Karena itu, jangan berhenti belajar. Pelajarilah hal-hal baru dengan penuh antusias.

Belajar berarti membuka diri kita pada dunia yang maha luas ini. Belajar mengingatkan, sesungguhnya kita tak mungkin tahu semua jawaban. Belajar mengajarkan pelajaran terpenting dalam hidup, yaitu kerendahan hati untuk bertanya.

Kehidupan manusia selalu berubah. Bukan hanya dari tahun ke tahun, atau dari bulan ke bulan. Tetapi, dari hari ke hari. Manusia akan menemukan cara-cara terbaik bagi hidup mereka.

Rahasia alam ini terlalu Maha Besar untuk dimengerti dalam seumur yang fana ini. Kita tidak harus mengetahui semua jawaban.

Namun, kita harus berusaha tahu apa yang terbaik bagi hidup kita. Untuk itu kita harus belajar. Seumur hidup kita.


Senin, 13 Oktober 2008

Nikmatilah Pekerjaan Kita

Sudah terlalu banyak orang yang mengeluh betapa pekerjaan mereka sungguh tak menyenangkan. Tak perlu kita menambah daftar panjang ini.

Memang pekerjaan yang diangankan tidak selalu bisa diraih. Namun menikmati pekerjaan bukan soal apakah kita mengangankan pekerjaan itu atau tidak.

Menikmati adalah bagaimana kita menghargai diri kita sendiri. Semakin kita mampu menghargai bahwa kita bisa mengerjakannya lebih baik, semakin kita penuh menikmati apa yang kita kerjakan.

Anak-anak kecil yang bermain di pantai tahu bagaimana menikmati apa yang mereka kerjakan. Membangun istana pasir boleh jadi adalah kegiatan yang paling menjengkelkan. Itu bila kita menganggap ombak laut selalu menghancurkan istana megah yang baru saja dibentuk.

Namun, bila kita menganggap ombak sebagai bagian dari permainan ini, maka tiada alasan bagi kita untuk tidak membangun istana pasir yang jauh lebih megah.

Menikmati pekerjaan adalah memahami setiap hal sebagai bagian dari permainan. Dan, bukankah sesungguhnya semua ini hanyalah permainan?

-- Maka kerjakan segala sesuatunya lebih baik. Ini bukan hanya memberikan lebih banyak keberhasilan. Tetapi, juga memberikan lebih banyak hal yang bisa kita nikmati. Dan hidup kita pun jauh lebih menyenangkan.

Merenunglah (Muhasabah) Untuk Ketentraman Batin

Sediakanlah beberapa menit dalam sehari untuk melakukan perenungan (muhasabah). Coba lakukan di pagi hari yang tenang, segera setelah bangun tidur. Atau di malam hari sesaat sebelum beranjak tidur. Merenunglah dalam keheningan. Jangan gunakan pikiran untuk mencari berbagai jawaban atas berbagai masalah.

Dalam perenungan, kita tidak mencari jawaban. Cukup berteman dengan ketenangan maka kita akan mendapatkan kejernihan pikiran. Jawaban berasal dari pikiran kita yang bening.

Pikiran yang digunakan itu bagaikan air sabun yang diaduk dalam sebuah gelas kaca. Semakin banyak sabun yang tercampur semakin keruh airnya. Semakin cepat kita mengaduk semakin kencang pusaran berputar.

Merenung adalah menghentikan adukan. Dan membiarkan air berputar perlahan hingga berhenti. Perhatikan partikel sabun turun satu persatu, menyentuh dasar gelas. Benar-benar perlahan. Tanpa suara. Bahkan kita mampu mendengar luruhnya partikel sabun.

Kini kita mendapatkan air jernih yang tersisa di permukaan. Bukankah air yang jernih mampu meneruskan cahaya. Demikian halnya dengan pikiran kita yang bening.

-- Selama berhari-hari kita disibukkan oleh berbagai hal. Sadarilah bahwa pikiran kita memerlukan istirahat. Tidak cukup hanya dengan tidur. Kita perlu tidur dalam keadaan terbangun. Merenunglah dan dapatkan ketentraman batin.

Minggu, 12 Oktober 2008

Masalah adalah Hadiah

Bila kita menganggap masalah adalah sebagai beban, kita mungkin akan terus menghindarinya. Namun, bila kita menganggap masalah sebagai tantangan, kita mungkin akan menghadapinya. Namun, masalah adalah hadiah yang dapat kita terima dengan suka cita.

Dengan pandangan tajam, kita melihat keberhasilan di balik setiap masalah. Itu adalah anak tangga menuju kekuatan yang lebih tinggi. Maka, hadapi dan ubahlah menjadi kekuatan untuk sukses kita.

Tanpa masalah, kita tak layak memasuki jalur keberhasilan. Bahkan hidup ini pun masalah, karena itu terimalah hal itu sebagai hadiah.

Hadiah terbesar yang dapat diberikan oleh induk elang pada anak-anaknya bukanlah serpihan-serpihan makanan pagi. Bukan pula eraman hangat di malam-malam yang dingin. Namun, ketika mereka melempar anak-anak itu dari tebing yang tinggi.

Detik pertama anak-anak elang itu menganggap induk mereka sungguh keterlaluan, sangat kejam, menjerit ketakutan, matilah aku. Sesaat kemudian, bukan kematian yang mereka terima, namun kesejatian diri sebagai elang, yaitu terbang di angkasa biru.

-- Bila kita tak berani mengatasi masalah, kita tak kan menjadi seseorang yang sejati.

Kita Perlu Terpesona

Hiduplah dengan penuh antusiasme. Hadapi sesuatu dengan hasrat untuk terpesona. Dunia ini sudah begitu menakjubkan. Jangan biarkan kita menyia-nyiakan pandangan untuk mereguk rasa kagum. Yang kita perlukan adalah responsi yang spontan.

Ada baiknya kita sedikit mengurangi pertimbangan dan penilaian kita mengenai positif atau negatif. Sikap antusias hanya membutuhkan dan hanya melihat sisi positif dari segala sesuatu.

Ini bukan masalah agar kita tampak bersemangat dan ceria dalam menjalani jalur keberhasilan kita. Namun, ini akan meringankan kita dari hal-hal yang mengkhawatirkan. Tak ada gunanya melihat dan mencemaskan sisi negatif.

-- Pikiran kita terlalu jernih untuk dibebani dengan prasangka-prasangka. Kini, biarkan rasa kagum dan imajinasi memenuhi benak kita.

Jumat, 10 Oktober 2008

Jangan Pandang Hutan dari Semaknya

Tak ada sesuatu dalam hidup ini yang perlu ditakutkan. Kita hanya perlu untuk mengerti. Ketakutan berasal dari keterbatasan pikiran. Bukalah pikiran untuk memahami ketakutan kita. Maka kita akan menemukan keberanian untuk menghadapinya.

Jangan sembunyikan, tunda atau berhenti untuk memecahkan masalah kita. Karena bahayanya bukan karena masalah itu semakin membesar, namun pikiran kita yang semakin kerdil; pandangan kita yanng semakin sempit.

Berjalan menuju keberhasilan kita adalah berjalan di hutan lebat. Jangan berhenti hanya semak belukar. Dan jangan pandang hutan dari semaknya belaka. Kita harus mampu melewatinya.

-- Sekali kita mampu mengatasi ketakutan, kita memiliki ketahanan untuk menghadapi kesulitan serupa. Pahami bahwa semua itu sangat baik bagi kekuatan kita untuk menghadapi kesulitan yang lebih besar.

Rabu, 08 Oktober 2008

Marilah Bersyukurlah Pada Apa Saja

Kita wajib mensyukuri apa pun yang menimpa kita. Ini bukan masalah keberuntungan. Bersyukur menuntun kita untuk senantiasa menyingkirkan sisi negatif dari hidup. Orang lain mungkin mengatakan bahwa kita tidak realistis.

Namun, sebenarnya sikap kita jauh lebih realistis, yaitu membebaskan diri kita dari kecemasan atas kesalahan. Bersyukur mendorong kita untuk bergerak maju dengan penuh antusias. Tak ada yang meringankan hidup kita selain sikap bersyukur.

Semakin banyak kita bersyukur semakin banyak kita menerima. Semakin banyak kita mengingkari, semakin berat beban yang kita jejalkan pada diri kita. Kebanyakan orang lebih terpaku pada kegagalan lalu mengingkarinya.

Sedikit sekali yang melihat pada keberhasilan lalu mensyukurinya. Karena, kita takkan pernah berhasil dengan menggerutu dan berkeluh kesah.

:: Kita berhasil karena berusaha. Sedangkan usaha kita lakukan karena kita melihat sisi positif. Hanya dengan bersyukurlah sisi positif itu tampak di pandangan kita.

Berhentilah Mengkritik, Mulailah Menolong

Kita akan memiliki lebih banyak "waktu" dengan tidak mengkritik. Setiap orang memahami sesuai dengan prasangkanya. Dan mereka berhak mempertahankan pendiriannya.

Jadi untuk apa membebani diri kita dengan mengkritik apa yang terjadi pada diri orang lain. Kita tak selalu memahami segala sesuatu yang orang lain perbuat.

Mungkin saja kita tidak melihat sesuatu yang dilihat orang lain. Namun, keterbatasan pikiran kita mengaburkannya sehingga seolah kita yang melihat sesuatu yang tak dilihat orang lain.

Bila perahu kita bocor di tengah lautan. Kritik kita pada si pembuat perahu tidak akan menolong kita dari ketenggelaman. Kita harus menambal lubang itu atau terjun ke air untuk berenang. Ini akan menolong kita sendiri.

Semua tindakan kita merupakan tabungan bagi diri kita sendiri, yang akan kita tarik kelak. Dan seburuk-buruknya simpanan adalah kecaman. Sedangkan pertolongan selalu memberikan bunga yang terbaik.

:: Bersikaplah jujur. Sungguh jauh berbeda antara mengecam dengan menolong. Kecaman melemahkan. Sedangkan pertolongan memperkokoh. Dan itu berlaku bagi yang memberi maupun yang menerima.

Berkacalah Pada Diri Sendiri

Ketika dua cermin saling berhadapan, akan muncul pantulan yang tak terhingga. Begitulah bila kita mau bercermin pada diri kita sendiri. Kita akan menemukan bayangan yang terhingga.

Bayangan itu adalah kemampuan kita yang luar biasa; ketakterbatasan yang memberi kekuatan untuk menembus batas rintangan diri. Berkacalah pada diri sendiri, maka kita akan menemukan kekuatan.

Singkirkan cermin diri orang lain. Karena di sana kita hanya akan melihat kekurangan dan kelemahan kita dibanding orang lain. Lebih buruk lagi, kita hanya akan menemukan ketidakpuasan diri.

Dan ini akan menjerumuskan kita kedalam jurang kekecewaan. Kita bukan orang lain. Kita adalah kita yangmemiliki jalan keberhasilan sendiri.

:: Mulailah hari ini dengan menatap wajah kita. Carilah bayangan yang tak terhingga itu. Di sana ada kekuatan yang akan membawa kita ke puncak keberhasilan.

Berbuat Baik Adalah Kita

Salah satu harapan yang diucapkan oleh orangtua ketika kita kecil dulu adalah "Semoga kau menjadi anak baik." Baik merupakan kata dengan makna yang luar biasa.

Kita tak perlu menjadi pintar untuk mengetahui apa arti kata baik. Kita telah mengetahuinya semenjak kita belum mengenal kata itu sendiri.

Karena, baik adalah sifat dasar kita. Berbuatlah baik seolah kita tak mengetahui bahwa itu kebaikan. Memang, semestinya kita tak perlu merasa baik, karena ketika kita merasa baik, maka kebaikan itu berjarak dari kita. Ia menjadi sesuatu yang baru bagi kita.

Saat kita mengasah pisau, kita takkan mendapatinya menjadi tajam, hingga kita berhenti untuk menyentuh dan merasakan ketajaman mata pisau.

Saat kita memandangi kuntum bunga, kita takkan mendapatinya merekah, hingga kita memalingkan muka untuk menemukan kembali ia telah benar-benar mekar.

Semua ini, sama dengan saat kita melakukan kebaikan, kita tak perlu berusaha untuk menyadari kebaikan kita, karena suatu waktu kita akan berhenti untuk menerima imbalan atas kebaikan yang telah kita perbuat.

:: Keinginan kita untuk merasakan buah dari kebaikan kita sekarang akan mengaburkan motivasi juga kebaikan itu sendiri. Seperti debu yang tertiup angin.

Belajarlah Seumur Hidup Kita

Bila kita menganggap bahwa kita sudah tak perlu lagi belajar selepas meraih ijazah sekolah, maka kita salah besar. Dunia sedang berjalan semakin cepat. Manusia bekerja semakin baik. Persoalan yang muncul semakin rumit. Kita memerlukan ketrampilan-ketrampilan baru.

Bukan hanya sebagai alat untuk meraih kemajuan. Namun untuk berada di tempat, kita dituntut untuk tahu bagaimana menjaga posisi. Karena itu, jangan berhenti belajar. Pelajarilah hal-hal baru dengan penuh antusias. Belajar berarti membuka diri kita pada dunia yang maha luas ini.

Belajar mengingatkan, sesungguhnya kita tak mungkin tahu semua jawaban. Belajar mengajarkan pelajaran terpenting dalam hidup, yaitu kerendahan hati untuk bertanya.

Memang benar, sarang burung Manyar tak mengalami perubahan sejak beabad-abad lalu. Mungkin, hingga berabad-abad ke depan. Juga benar, ikan Salmon mungkin takkan mengubah perjalanannya ke sungai air tawar untuk meletakkan telur-telur mereka.

Namun, kehidupan manusia selalu berubah. Bukan hanya dari tahun ke tahun, atau dari bulan ke bulan. Tetapi, dari hari ke hari. Manusia akan menemukan cara-cara terbaik bagi hidup mereka. Rahasia alam ini terlalu Maha Besar untuk dimengerti dalam seumur yang fana ini.

:: Kita tidak harus mengetahui semua jawaban. Namun, kita harus berusaha tahu apa yang terbaik bagi hidup kita. Untuk itu kita harus belajar. Seumur hidup kita.

Akuilah, Kita Ini Memang Manusia Biasa

Ketika kita melakukan kesalahan, sadarilah bahwa kita hanyalah manusia biasa. Dan, inti kemanusiaan adalah ketidaksempurnaan. Kita hanya perlu menjadi lebih baik.

Ini bukan berarti kita harus melakukan kesalahan. Namun, kita harus menyadari bahwa kesempurnaan itu tak usah diupayakan tetapi di jalankan saja, seperti air mengalir.

Bila kita menuntut kesempurnaan pada diri kita sendiri, terlebih pada orang lain, maka kita berjalan di jalur yang menyesatkan. Kesempurnaan semacam ini tak mengijinkan kesalahan dan membunuh daya cipta.

Kesempurnaan ini hanya akan membebani langkah kita. Alih-alih melangkah maju, kita malah salah melangkah atau tak memiliki kekuatan untuk berjalan.

Mungkin menyenangkan menonton film dimana sang jagoan selalu menang dan tak mungkin terluka. Tapi, kita tahu hal itu tidak ada. Meski hanya di film sekalipun, suatu saat kita akan merasa bosan dan merasa dikibuli.

Itulah mengapa, bila kita merasa harus selalu benar dan menganggapnya sebagai kesempurnaan, kita menipu diri kita sendiri.

Jangan biarkan kita melakukan kesalahan. Demikian halnya, jangan paksa diri kita untuk melakukan kesempurnaan. Akuilah bahwa kita manusia biasa. Maka, kita akan sangat terhormat di mata kita sendiri dan orang lain.

:: Bila kita ingin meraih yang terbaik dari diri kita dan orang lain, maka biarkan kemanusiaan kita menuntun arah kita, yaitu dengan petunjuk kesalahan.