Tampilkan postingan dengan label Artikel Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Motivasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Januari 2012

Ingin Kaya...? Jangan Jadi Karyawan

ditulis oleh : Purdi Candra

Nyaris setiap bangun tidur, diva Indonesia, Kris Dayanti, sudah ditawari peluang konser atau menyanyi di panggung senilai puluhan juta hanya untuk membawakan 3-5 lagu. Kalau sehari saja bisa menghasilkan puluhan juta rupiah, tinggal hitung sendiri penghasilan bulanannya. Belum lagi tawaran iklan berbagai produk. Namun,pernahkan kita dengar pertanyaan: Kris Dayanti kuliah di mana atau meraih gelar sarjana apa?

Jangankan Kris Dayanti, Tasya dan Joshua-dua bocah cilik Indonesia yang masih SD-pun sudah mampu menghasilkan duit ratusan juta bahkan miliaran rupiah. Sejarah wirausaha (entrepreneur) juga mencatat, banyak pengusaha bahkan konglomerat Indonesia yang sukses membangun imperium bisnis mereka meski pendidikannya hanya SMP bahkan SD.
Mungkin tak perlu terlalu banyak mencari contoh orang lain. Kalau saja saya dulu memilih menamatkan kuliah saya di Universitas Gadjah Mada, hampir pasti saya tak akan berani memulai bisnis Bimbingan Belajar Primagama, yang kini berubah menjadi holding company beromset di atas seratus miliar rupiah.

Meski dulu saya belum membaca buku laris 

Robert Kiyosaki, If You Want to Be Rich and Happy, Don't Go to School

saya sudah sadar bahwa pintar dan dapat ranking di sekolah tidak menjamin seseorang akan sukses dan kaya-raya. Saya bahkan punya keyakinan, semakin lama seseorang sekolah, semakin tidak kreatiflah dia. Karenanya, semakin takut pula dia mengambil risiko? Sikap penting yang amat diperlukan bila seseorang ingin sukses menjadi wirausaha.

Dan, saat ini, menjadi business owner adalah jalan kongkret menjadi kaya-raya. Lewat pekerjaan yang ditekuni bertahun-tahun, akhirnya seseorang umumnya ingin hidup makmur dan terjamin masa depannya.

Istilah gampangnya, hidup kaya-raya. Namun, tak banyak orang yang menyadari bahwa sejak masuk kuliah sebenarnya seseorang telah menyiapkan dirinya hidup miskin. Contoh ekstremnya,kalau seseorang sejak muda bercita-cita menjadi guru, jangan harap di usia pensiunnya dia bisa membeli Mercy terbaru dan tinggal di perumahan elite. Demikian juga, bidan atau perawat rumah sakit mustahil mampu mengkredit Toyota Kijang LGX di usia pensiunnya. 

Lain ceritanya kalau dia memiliki jiwa wirausaha, sehingga dengan keahliannya dia mendirikan klinik atau rumah bersalin di rumah, yang bisa dikelola bersama kolega bidan lain. Salah satu contoh yang berhasil mengembangkan cara serupa Adalah Grup RS Hermina di Jakarta. Memang, cukup banyak bidan berjiwa wirausaha yang berani mengelola usaha rumah bersalin seusai berdinas di rumah sakit. Setelah berkembang menjadi klinik dan rumah bersalin besar, mereka pun membeli tanah di tempat lain untuk mengembangkan usahanya. Dengan begitu, BMW atau Mercy pun bisa dibelinya dengan mudah

Banyak pula orang yang terbuai oleh sukses semu selama bertahun-tahun menjadi karyawan. Kalau kita menjadi manajer pemasaran bank dan suatu ketika berhasil memasarkan produk tertentu, pastilah kita berharap mendapatkan kenaikan gaji dari sukses itu. Ketika itu didapat, kita merasa kerja kita berhasil. Padahal, keuntungan atau bertambahnya kekayaan sang pemilik bank jauh berlipat dari kenaikan gaji yang diberikan kepada karyawan yang bekerja pada bank miliknya. 

:mewekSiapa yang lebih untung dan lebih kaya: karyawan yang punya ide pemasaran yang cemerlang, ataukah pemilik bank yang pasif dan mampu membayar lebih mahal kepada karyawan yang kreatif untuk mengelola untungnya menjadi berlipat? Jelas pemilik bank yang lebih banyak diuntungkan. Jadi, mengapa mesti bertahan jadi karyawan? 

Bisnis kadang bisa dimulai dari kesadaran akan potensi diri sendiri. Sayangnya, tak banyak orang menyadarinya. Untuk memulai bisnis,seorang ahli farmasi, misalnya, sering kali tak menyadari bahwa keahliannya adalah modal utama memulai bisnis. Sebab, mindset ahli farmasi tersebut adalah long life to be an employee. Maka, ketika suatu saat ia berhasil menemukan ramuan obat antikanker, dia memilih menjual paten penemuannya kepada pabrik farmasi besar. 

Sang ahli farmasi hanya menerima royalti tanpa pernah tahu persis keuntungan bersih yang tentu saja jauh lebih besar dibanding royalti yang diberikan kepadanya. Padahal, kalau saja sang penemu memilih mencari mitra bisnis yang mau memb iayai penemuannya agar menjadi bisnis farmasi yang besar dan menguntungan, tentu kehidupannya jauh lebih kaya. Dengan bekal cetak biru penelitiannya yang profitable, tak sulit sebenarnya sang penemu mendapatkan mitra bisnis yang mau membantu permodalan bisnisnya.

Investor tentu semakin percaya karena uangnya dikelola oleh orang yang tepat. Dan yang pasti, sang ahli bisa menjadi pemilik bisnis sembari terus mengembangkan penelitian lain sambil menghitung keuntungan bisnis yang dikelolanya sendiri. Bahkan, suatu saat ia bisa membayar ahli lain yang lebih hebat darinya untuk mengembangkan bisnis farmasinya. Ini hanya satu contoh. Masih ada jutaan peluang yang sayang kalau Keliru dilihat kemungkinannya mengubah nasib Anda.

Jadi, sekali lagi, jangan terlalu lama menjadi karyawan. Mulailah mewujudkan mimpi Anda menemukan jalan menjadi pengusaha yang map an secara finansial. Yakinlah, jutaan peluang bisnis selalu tersedia. Lihatlah peluang yang belum dikerjakan orang lain. Kita tahu, misalnya, begitu banyak orang yang menjual wedang jahe, dari pasar becek hingga kaki lima. Tugas wirausaha adalah, bagaimana membuat wedang jahe mampu mendatangkan uang ratusan juta atau bahkan miliaran rupiah. Itu yang perlu kita cari tahu dan mencobanya. Atau, silakan nekat terus menjadi karyawan, niscaya Anda akan menyesali saat pensiun nanti.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Penulis adalah Presiden Direktur Grup Primagama, juga Pengelola dan Mentor Utama Entrepreneur University.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------

sumber: sangpembelajar.com 



Untuk tau lebih jelasnya langsung TKP aja gan

:ngacir2Merencanakan Ekonomi cara Robert T. Kiyosaki 

Minggu, 11 Desember 2011

Mengapa Anda Tidak Pernah Menjadi Kaya?

Mengapa Saya tidak akan pernah menjadi kaya? Benarkah suatu saat saya akan menjadi kaya?
Coba tanyakan pertanyaan diatas kepada diri Anda dan renungkanlah. Apakah jawabannya adalah Ya? Atau Tidak? Atau Anda berkata dengan mulut "Ya" tetapi "Tidak" didalam hati? Jangan terbuai dengan halusinasi sementara kekuatan pikiran dan kata-kata. Anda mungkin sering mengikuti seminar motivasi, seminar kemakmuran, seminar-seminar tentang bagaimana membangun pikiran yang positif. Well, that's definately good. But it is not enough!


Sebuah pertanyaan mendasar untuk Anda: Apakah kekayaan itu? Apakah kekayaan itu berarti memiliki milliaran rupiah? Villa mewah di puncak? Mobil BMW seri terbaru? Dapat belanja sepuasnya di mall-mall? Bepergian ke Jepang dan seluruh dunia? Tidak! Sebenarnya, itu semua hanya "side effect" dari kekayaan, tetapi sama sekali tidak dapat mewakilkan kekayaan itu sendiri.

Kekayaan yang sejati itu timbul didalam hati, kekayaan itu adalah Anda! Ya, Andalah kekayaan bagi Anda sendiri. Harta terbesar bagi Anda adalah Anda sendiri. Uang dan mobil dan rumah mewah dan semuanya hanyalah hasil dari kekayaan, yaitu hasil dari Anda sendiri. Andalah yang memiliki kekuatan untuk menghasilkan semuanya itu. Ide-ide Andalah yang membuat Anda membuat toko baru, perusahaan baru, menjual ini dan menjual itu. Artinya, kekayaan itu dinilai dari Anda. Seberapa besar Anda, sebesar itulah kekayaan Anda. Dengan demikian, apakah Anda sudah dapat menjawab pertanyaan ini: Mengapa Saya tidak akan pernah menjadi kaya?

Jadi, bagaimana menjadi kaya? Mudah sekali, jadikanlah Anda menjadi kaya terlebih dahulu. Apakah Anda paham maksud saya? Saya ulangi kembali. Bagaimana menjadi kaya? Jawabannya, jadikanlah Anda menjadi kaya terlebih dahulu. Tampak terlalu rumit ya, baiklah, saya akan memberikan contoh. Manakah yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi, mobil usang penuh lumpur dengan mobil usang yang sama, tetapi telah dicat mengkilat? Manakah yang lebih berharga, emas murni seberat 1kg, atau sebuah bisnis persewaan motor untuk tukang ojek yang memberikan positif cashflow 2jt per bulan sepanjang hidup Anda.

Jawabannya adalah: mobil mengkilat dan bisnis persewaan motor. Jadi yang hendak saya katakan adalah, ubahlah dahulu cara berpikir Anda, maka dunia, termasuk kekayaan Anda akan berubah! Kunci seorang penambang emas yang sejati adalah berpikir dan merencanakan dimana mereka akan menambang, berapa besar yang akan diperoleh, alat apa saja yang dibutuhkan, hambatan apa yang mungkin terjadi, pajak apa yang harus dibayar, berapa pengeluaran yang akan diperlukan, dan lain-lain. Penambang bodoh tidak berpikir demikian. Alih-alih merencanakan, mereka lebih suka membawa cangkul dan sekop langsung ke lokasi tambang, menghabiskan banyak waktu hanya untuk menemui bahwa tak teradapat secuil emaspun disana. Karena Anda adalah kekayaan itu sendiri, maka Anda harus menjadi kekayaan, bukan bagian, tetapi kekayaan itu sendiri.

Mengapa orang tidak pernah menjadi kaya, jawabannya cukup mudah: mereka lebih suka mengeluarkan sampah, ketimbang mengeluarkan emas, mengeluarkan perilaku yang buruk, ketimbang perilaku yang baik, mengeluarkan mental yang payah, ketimbang mental yang sejati.

Pikirin yang positif barulah sebuah awal perjuangan Anda. Tapi Anda masih harus melalui langkah-langkah yang lain. Anda masih harus mengubah pikiran yang positif menjadi kata-kata yang positif. Dari kata-kata yang positif menjadi perbuatan yang positif, perbuatan yang positif menjadi kebiasaan yang positif, dan kebiasaan yang positif menjadi karakter yang positif.

Baik, jika Anda menginginkan kekayaan, kekayaan yang sejati (bukan seperti yang Anda bayangkan sebelumnya), maka Anda perlu merubah diri Anda sendiri.

Anda mungkin sudah terlalu sering mengikuti seminar motivasi. Sayangnya, seringnya mengikuti seminar motivasi ini tidak diikuti dengan seringnya mengubah pikiran dan kata-kata menjadi perbuatan. Mungkin Anda bertanya, ah, tidak juga, saya sudah sering mencoba melakukan ini dan itu, membuka bisnis ini dan itu, tetapi tetap tidak menjadi kaya. Atau menjadi kaya, tetapi cuma sebentar untuk kemudian menemui kebangkrutan.

Mengapa ini terjadi?

Pertanyaan lagi untuk Anda: Apakah Anda mengetahui apa itu asset? Apa itu liabilities?

Faktanya adalah, mengapa orang tidak pernah menjadi kaya, karena bukan hanya tidak melek huruf, tetapi juga tidak melek finansial. Percayalah, semua orang kaya, yang benar-benar kaya, pasti akan mengetahui apa itu asset dan apa itu liabilities. Mereka memahami betul mana yang masuk kedalam kategori asset dan mana yang masuk kategori liabilities.

Pelajaran Pertama. Pahamilah Cashflow Anda.

Anda adalah kekayaan itu sendiri, Oleh karena itu mulai dari sekarang, perlakukan Anda sebagai sebuah perusahaan. Anda adalah perusahaan untuk diri Anda sendiri. Bayangkah jikalau Anda menjadi pemegang saham mayoritas sebuah perusahaan besar, dan mendapati karyawan Anda tidur bermalas-malasan disaat jam kerja dan CEO Anda menghamburkan 5 milliar rupiah dalam setahun hanya untuk rekreasi, naik 5% dari tahun sebelumnya, sementara perusahaan tahun itu mengalami penurunan asset sebesar 10%. Apa yang akan Anda lakukan? Tertawa? Marah? Jika Anda normal, tentu saja Anda akan marah besar. Dalam kenyaatanya di dunia nyata, sangat mungkin CEO tersebut akan dipecat dan digantikan dengan seorang yang lain yang melek cashflow.

Banyak orang tidak dapat membedakan mana asset (aset) dan mana liabilities (hutang). Banyak orang memasukkan liabilities (hutang) kedalam aset dan mungkin juga memasukkan aset kedalam hutang. Jadi, mulai sekarang, pahamilah seluruh aset Anda, tulis dalam buku khusus financial statement Anda. Daftar seluruh barang Anda, masukkan mana yang masuk kategori aset dan mana yang masuk kedalam hutang. Misalnya, rumah, mobil, sofa, televisi, spring bad, dan lain sebagainya. Jangan sampai salah memasukkan data ini. Karena ini sangat penting. 

Jika Anda memiliki rumah, baik itu dalam kondisi menyicil ataupun dibayar lunas, dimanakah rumah Anda dimasukkan? Kedalam kolom aset atau hutang? Ahli accounting dan kebanyakan orang akan berkata kedalam aset. Nyatanya bukan. Makanya ahli accounting dan kebanyakan orang susah menjadi kaya, karena mereka menjadikan perusahaan tempat mereka bekerja menjadi kaya, tetapi menjadikan miskin dirinya sendiri!

Jangan pernah memasukkan rumah pribadi kedalam aset, karena rumah itu tidak menghasilkan uang untuk Anda. Alih-alih menghasilkan uang, rumah Anda malah mengeluarkan uang tiap bulan untuk biaya maintenance, seperti cat pagar, renovasi atap bocor, iuran sampah, iuran siskamling, dan sebagainya. Rumah pribadi masuk kedalam pengeluaran dan masuk kedalam hutang jika belum lunas. 

Jangan masukkan kedalam aset. Mengapa? Yah.. Kemanakah Anda tidur pada malam hari dan bangun di pagi hari? Di pinggir jalan? Tentu dirumah bukan? Jadi, rumah bukanlah aset karena rumah Anda itu adalah rumah pribadi dan tidak untuk disewakan. Jika Anda memiliki rumah lain, dimana Anda masih dapat tidur di malam hari dan bangun di pagi hari didalam rumah yang sekarang, serta rumah lain itu menghasilkan uang untuk Anda, maka rumah lain itu adalah aset. Jadi, masukkan dengan benar, mana yang menghasilkan uang kedalam aset, dan mana yang justru mengeluarkan uang kedalam hutang dan pengeluaran.

Bagaimana dengan mobil pribadi? Perlakukan sama seperti rumah. Masukkan kedalam pengeluaran, karena itu sama sekali bukan aset. Jika mobil Anda dibayar lunas, maka masukkan pengeluaran tiap bulan kedalam pengeluaran. Jika dibeli dengan kredit, maka masukkan kedalam kolom hutang. Dimata bank dan lintah darat, rumah dan mobil Anda akan dihargai menjadi aset, tetapi di mata Anda, jangan pernah lakukan itu. Mengapa, karena bankir dan lintah darat tidak makan, minum, dan tidur dirumah Anda! Mereka tetap hidup, makan, minum, dan tidur dengan pulas, dan makin menjadi kaya, ketika rumah dan mobil Anda disita!

Saran saya, jangan membeli semua barang rumah tangga Anda secara kredit. Belilah secara cash (lunas). Termasuk mobil dan rumah. Karena kedua ini adalah pengeluaran dan bukan aset. Buat apa Anda menghamburkan uang untuk membayar bunga untuk sesuatu yang bernilai sampah (bukan aset)? Sebaliknya, jika Anda memiliki perusahaan, maka mobil untuk perusahaan sebaiknya dibeli secara kredit dan bukan cash, sebab prinsip kekayaan datang dari cashflow yang positif, bukan seberapa besar jumlah barang dan mobil perusahaan Anda. 

Selama mobil perusahaan itu menghasilkan cashflow positif, dibeli secara kredit itu tidak masalah. Berbeda dengan mobil pribadi, dimana tidak ada nilai asetnya sama sekali, sebaiknya dibayar lunas. Demikian juga rumah pribadi. Tetapi mengingat nilai rumah cenderung bergerak naik, maka kredit rumah masih bisa dimaklumi.

Anda harus memiliki financial statement sendiri bagi keluarga Anda. Financial statement terdiri atas 4 kolom: Aset, Hutang, Pemasukan, dan Pengeluaran. Untuk detil bagaimana menyusun financial statement yang baik, Anda perlu membeli sebuah buku panduan di toko-toko buku terdekat. Saya tidak akan menjelaskan secara detil disini.

Gaji masuk kedalam pemasukan. Bisnis CashSwim masuk kedalam aset (yang menghasilkan uang), hasil bersih tiap bulan dari CashSwim masuk kedalam pemasukan. Anda perlu membuat financial statement yang berbeda untuk bisnis Anda. Jika Anda memiliki 5 bisnis, maka Anda perlu membuat 5 financial statement yang berbeda, diluar financial statement keluarga Anda sendiri.

Mengapa Anda perlu membuat financial statement? Sebab Anda perlu mengetahui apakah Anda dan keluarga Anda menghasilkan cashflow positif tiap bulan, atau malah negatif? Menghasilkan uang alih-alih menghamburkan uang? Jika cashflow Anda bernilai positif, itu sebuah awal yang bagus untuk Anda. Jika tidak, Anda perlu memeriksa ulang dimana kesalahan yang membuat cashflow Anda menjadi negatif.

Perbaiki cashflow Anda. Kurangi pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu. Anda hidup untuk hari esok, tidak hanya untuk hari ini. Berpikirlah dahulu jika Anda sedang ingin membuang uang. Pikirkanlah, apakah membuang itu akan membuat Anda semakin miskin (masuk kedalam hutang) atau semakin kaya (masuk kedalam aset). Belajarlah dari Warren Buffet, yang dalam kelimpahannya dia lebih suka memberikan 90% kekayaannya untuk amal dan lebih suka tetap tinggal dirumah tua, yang telah ia tinggali sejak sekitar 1950-an. Memiliki waktu rekreasi yang memang waktunya, dan lebih suka menginap di hotel menengah ketimbang di hotel berbintang lima.

Pelajaran Kedua. Hutang Baik dan Hutang Buruk.

Berhati-hatilah terhadap kata hutang. Hutang dapat membuat Anda kaya, tetapi dapat juga membuat Anda miskin. Mungkin Anda sering diingatkan supaya jangan berhutang. Kata-kata ini ada benarnya. Tetapi juga dapat salah. Hutang ada 2 macam. Hutang baik dan hutang buruk. Hutang baik menghasilkan uang, hutang buruk menghamburkan uang. Hutang baik membuat kaya. Hutang buruk membuat miskin.

Jadi apa parameternya? Mudah. Parameternya ada dalam cashflow Anda. Kembali lagi kepada cashflow Anda. Sebelum berhutang, pastikan dahulu bahwa hutang Anda akan menghasilkan cashflow positif dan bukan cashflow negatif.

Hutang kredit mobil pribadi, apakah boleh? Boleh-boleh saja jika memang Anda sudah tahu hasil akhirnya adalah membuat Anda kaya. Kenyataannya, kredit mobil justru membuat miskin, karena mengurangi cashflow dengan menambah pengeluaran, serta menambah hutang tanpa ada aset yang masuk sama sekali.

Bayar cash untuk setiap barang rumah tangga. Jangan gunakan kartu kredit. Maksud penggunaan kartu kredit disini adalah penggunaan dengan mencicil. Jadi, kalau hanya menggunakan kartu kredit untuk membeli barang dan membayar lunas diakhir bulan, itu tidak masalah. Yang bermasalah adalah, jika Anda menggunakan kartu kredit Anda untuk membeli barang-barang sampah (bukan aset), yang tidak saja tidak menghasilkan uang, tetapi mengeluarkan uang, terlebih lagi jika dibayar dengan dicicil, apalagi cuma minimum payment! Tahukah Anda, bahwa membayar minimum payment, hutang Anda tidak akan pernah lunas?

NEVER...EVER...to do that!

Hati-hati dengan kartu kredit! Jika Anda terpaksa berhutang, lebih baik berhutang dengan bunga yang lebih rendah seperti KTA (kredit tanpa agunan). Ingatlah, bahwa hutang dapat membawa Anda pada kemiskinan, tetapi jika Anda mengerti, hutang dapat membawa Anda pada kekayaan. Mau contoh? Baiklah, Anda kira, dengan uang siapa pengembang real estate membangun perumahan. Sinar Mas membangun BSD? Uang perusahaan? Tidak! Mereka menggunakan uang bank. Ya, uang bank! Kerennya, mereka berhutang! Cuma bedanya, hutang mereka adalah hutang baik, karena hutang mereka kepada bank digunakan untuk membangun real estate, yang nilainya menjadi berkali-kali lipat dari hutang mereka sendiri, memberikan kepada mereka bukan saja aset, tetapi cashflow yang positif.

Jadi, berhutang itu boleh, jika dan hanya jika, menghasilkan cashflow yang positif.

Justru saya menyarankan untuk berhutang jika Anda mendirikan sebuah bisnis. Cicil/sewa saja kantor Anda. Cicil mobil untuk perusahaan. Jangan dibayar cash! Mengapa? Karena orientasi perusahaan adalah menghasilkan uang sebesar-besarnya dengan investasi sekecil-kecilnya. Orientasi perusahaan adalah positif cashflow yang besar, bukan membuang uang besar diawal. 

Jika Anda bayar cash semua, tentu perusahaan akan mengeluarkan sangat besar di awal hanya untuk mendirikan kantor, membeli mobil dan sebagainya. Jadi, sekali lagi, selalu orientasikan apapun bisnis Anda pada cashflow yang positif. Karena perusahaan dinilai dari seberapa besar cashflow positifnya, bukan seberapa besar asetnya, apalagi "toxic asset" (aset racun). Sehingga jika Anda suatu saat ingin menjual perusahaan Anda, maka Anda dapat menjualnya dengan nilai tinggi, karena cashflow yang dihasilkan sangat tinggi.

Baiklah. Pelajaran selanjutnya akan saya sampaikan di artikel selanjutnya. Renungkanlah dahulu apa yang saya sampaikan dan mulai praktekkan dari kata-kata menjadi perbuatan. Lakukan hal ini secara berulang-ulang maka akan menghasilkan kebiasaan. Kebiasaan yang positif.
Salam sukses selalu untuk Anda!

Selasa, 15 November 2011

Belajar Dari Kesalahan

Bila anda melakukan sesuatu, ada kemungkinan anda membuat suatu kesalahan. Bila anda membuat kesalahan, itu adalah hal yang hebat. Karena anda berkesempatan belajar sesuatu. Akui kesalahan anda, teliti dan pelajari secara mendalam. Jawablah kesalahan anda tersebut. Kesalahan adalah guru yang luar biasa. Dengan mengenal apa yang salah, anda di bantu untuk menemukan apa yang benar.



Tom Watson, pendiri IBM, tahu persis nilai sebuah kesalahan. Suatu saat, seorang pegawai membuat kesalahan besar yang merugikan IBM senilai jutaan dollar. Sang pegawai yang dipanggil ke kantor Watson, berkata "Anda pasti menghendaki saya mengundurkan diri." Jawab Watson, "Anda pasti bercanda. Saya baru saja menghabiskan 10 juta dollar untuk mendidik anda..."

Orang yang berbakat sukses, akan belajar dari apapun yang terjadi, termasuk kesalahan. Bila anda membuat sebuah kesalahan, hal yang terbaik adalah mengumpulkan kembali keping-keping yang terserak, dan memperhatikan bagaimana hal itu bisa terjadi.

Jangan menangisi kesalahan. Periksa dan pelajari kesalahan. Selanjutnya manfaatkan pengetahuan baru anda itu.

Jumat, 20 Mei 2011

Cetak Biru

Pikiran anda adalah cetak biru (blueprint) dari mana hari-hari anda dibangun. Setiap tindakan yang anda ambil adalah informasi dan diarahkan oleh pikiran yang anda pikirkan.

Jika pikiran anda terputus-putus dan tidak fokus, maka hasil yang anda dapatkan akan sedikit dan sebagian besar kurang berarti. Jika pikiran anda dipenuhi dengan hal negatif dan khawatir, maka hidup anda akan mengungkapkan kekhawatiran terbesar anda.

Untungnya, anda dapat melakukan banyak hal, lebih baik, dan itu benar-benar tidak begitu sulit sama sekali. Anda dapat memilihnya sekarang dan sesering yang anda inginkan, untuk mengisi pikiran anda dengan hal yang positif, pikiran pemberdayaan.

Yang dibutuhkan adalah keinginan untuk melakukannya. Sangat mudah untuk memilih pikiran anda, tampaknya hampir sepele, namun hasilnya sesuatu yang tidak sepele.

Ketika cetak biru yang dirancang dengan baik, bangunan itu akan menjadi kuat, indah, struktur fungsional. Ketika pikiran anda secara konsisten dipilih dengan baik, maka kehidupan anda akan secara konsisten kaya dan memuaskan.

Anda dapat memilih pikiran apapun, setiap kali anda menginginkan. Sering ingatkan diri anda untuk tetap dengan pikiran-pikiran yang terus membangun hidup anda menjadi satu yang benar-benar hebat.

Kesediaan Anda

Keterbatasan terbesar anda adalah keengganan anda untuk bergerak maju. Dapatkan lebih dari itu, dan anda bisa mendapatkan lebih dari apa pun.

Waktu, uang, pengetahuan, dan sumber daya merupakan pertimbangan kecil jika dibandingkan dengan salah satu faktor penting. Faktor itu adalah kemauan anda sendiri untuk menyelesaikannya.

Dengan segala cara melakukan riset, mengumpulkan uang, buat rencana, dan mengumpulkan bahan. Kemudian mewujudkan keinginan anda dengan mengambil tindakan.

Bagaimana anda mencapai tingkat kemauan tertinggi, tingkat di mana anda berani melangkah maju. Pastikan anda melakukan apa yang benar-benar penting bagi anda.

Pergilah anda ke depan dan akui ada beberapa hal yang berarti bagi anda. Tujuan anda adalah unik dan indah, dan tidak ada batasan untuk pencapaian bisa menginspirasi.

Jika anda merasa ragu-ragu, ada sesuatu tentang apa yang anda lakukan lengkap dengan tujuan anda. Dapatkan kejujuran, nilai otentik, dan anda akan menemukan diri anda melakukan melakukan hal terbaik.

Selasa, 17 Mei 2011

Memulainya

Jika anda menunggu sampai rasa takut itu hilang, maka kesempatan akan sudah berlalu. Jika anda menunggu sampai anda yakin bahwa akan mendapatkan kesempurnaan, maka anda tidak akan pernah memulainya.

Waktu untuk bertindak adalah ketika anda memiliki niat. Waktu untuk bertindak segera setelah anda merasakan adanya dorongan untuk membuat perbedaan.

Jika anda merasa ragu, maka anda akan mulai berbicara kepada diri sendiri untuk keluar dari sana. Ketika anda menyerah pada keraguan, maka ragu itu akan merebut momentum dari anda.

Biarkan rasa takut memberitahu anda dan mempersiapkan anda, tetapi jangan menganggap bahwa itu harus menghentikan langkah anda. Sadarilah, bahwa apapun yang anda ragu dapat anda lakukan adalah tepat apa yang anda harus temukan cara untuk melakukannya.

Pilihlah untuk mengubah alasan masing-masing guna memegang kembali dan melangkah maju. Ingatkan diri anda bahwa anda dapat menangani ketidakpastian dan tantangan, dan kenyataannya dapat berkembang pada mereka.

Segera setelah anda memutuskan untuk menyelesaikannya, pergi ke depan saat itu dan memulainya. Buatlah komitmen, dan anda akan membuat prestasi.

Rabu, 04 Mei 2011

Kalau Ingin Kaya Ngapain Sekolah !!

Untuk menjadi seorang entrepreneur sejati, tidak perlu IP tinggi, ijazah, apalagi modal uang. “Saat yang tepat itu justru saat kita tidak punya apa-apa. Pakai ilmu street smart saja,” ungkap Purdi E. Chandra, Direktur Utama Yayasan Primagama. Menurutnya, kemampuan otak kanan yang kreatif dan inovatif saja sudah memadai.


Banyak orang ragu berbisnis cuma gara-gara terlalu pintar. Sebaliknya, orang yang oleh guru-guru formal dianggap bodoh karena nilainya jelek, justru melejit jadi wirausahawan sukses. “Masalahnya jika orang terlalu tahu risikonya, terlalu banyak berhitung, dia malah tidak akan berani buka usaha,” tambah ‘konglomerat bimbingan tes’ ini. 


Purdi memang jadi model wirausahawan ‘jalanan’ plus modal nekad. Ia tinggalkan kuliahnya di empat fakultas di UGM dan IKIP Yogyakarta. Lalu dengan modal Rp300 ribu ia dirikan lembaga bimbingan tes Primagama pada 10 Maret 1982 di Yogyakarta. Sebuah peluang bisnis potensial yang kala itu tidak banyak dilirik orang. Ia sukses membuat Primagama beromset hampir 70 milyar per tahun, dengan 167 cabang di lebih dari 106 kota. Ia dirikan IMKI, AMIKOM, Entrepreneur University, dan terakhir Sekolah Tinggi Psikologi di Yogyakarta. Grup Primagama pun merambah bidang radio, penerbitan, jasa wisata, ritel, dll. Semuanya diawalkan dari keberanian mengambil risiko. 


Kini Purdi lebih banyak lagi ‘berdakwah’ tentang entrepreneurship. Bagi Purdi, entrepreneur sukses pastilah bisa menciptakan banyak lapangan kerja. Namun, itu saja tidak cukup berarti bagi bangsa ini. “Saya memimpikan bisa melahirkan banyak lagi pengusaha-pengusaha. Dengan demikian, makin banyak pula lapangan kerja diciptakan. Itulah Mega Entrepreneur,” ungkap Purdi kepada Edy Zaqeus dan David S. Simatupang. Wawancara berikut ini pernah dimuat di majalah Berwirausaha (II/8 Mei/02) dan merupakan bagian dari buku laris manis berjudul Kalau Mau Kaya Ngapain Sekolah!. Berikut petikan wawancara yang berlangsung di kantor Primagama di Jakarta: 


Bagaimana semangat wirausaha masyarakat kita

Mungkin begini. Salahnya pendidikan kita itu, kebanyakan orang lulus sarjana baru cari kerja. Jadi pengusaha itu mungkin malah orang-orang yang kepepet. Yang tidak diterima di mana-mana, baru dia sadar dan bikin usaha sendiri. Mestinya, kesadaran seperti ini bisa untuk orang-orang yang tidak kepepet. Alasannya, kalau mau usaha harus ada modal, punya ketrampilan. Padahal tidak harus begitu. Saat yang tepat itu justru saat kita tidak punya apa-apa. Ibaratnya kalau kita punya ijazah pun, tidak usah dipikirin. Saya dulu tak tergantung dengan selembar kertas itu. Sekarang mau dijaminkan di bank juga tidak bisa. Hanya buat senang-senang saja kalau sudah sarjana. 



Apakah pendidikan kita sangat bermasalah


Memang saya lihat pendidikan kita itu dari otak kiri saja. Padahal kalau kita garap yang kanan, porsinya banyak, maka otomatis otak kirinya naik. Tapi kalau kita banyakin kiri, kanan ndak ikut naik. Kanan itu adalah praktek. Saya bilang street smart. Cerdas di lapangan, di jalanan. Orang yang akademik, sekolahnya pintar, IP atau nilai tinggi, dia tidak berani menentang teori. Jadi robotlah. Kalau di situ jadi topeng monyet. 


Dia tidak berani membuat kreasi sendiri. Padahal hidup dia itu bukan di masa lalu. Hidup dia itu kan di masa datang, dan itu serba berubah cepat. Tidak ada yang sama dengan teori yang dia pelajari. Teori itu kan hasil temuan. Kenapa kita tidak bisa menemukan sendiri? Saya punya contoh, manajemen di Primagama, yang tidak ada di teori. Kalau pun ada di teori pasti disalah-salahkan. 


Apa itu?
Di Primagama, suami-istri bekerja dalam satu kantor itu malah kita anjurkan. Di lain tempat dan di teori itu ndak boleh! Tapi saya praktekkan…ternyata jalan, bagus. Saya melihat, mereka masing-masing bisa saling mengontrol. Maka, menantang teori itu yang utama. Saya malah bisa menaikkan omset Primagama 60%. Contohnya lagi, iklan Primagama yang pakai aktor Rano Karno. Menurut orang kampus, dan pernah dibahas di sana, itu ndak bener! Menurut teori ndak benar. Tapi nyatanya, bagus hasilnya. Saya dulu pernah pakai Sarlito (pakar psikologi dan pendidikan:red), malah ndak ada hasilnya… walau dia doktor atau apa. Jadi street smart itu! 



Apa artinya street smart? Cerdas di jalanan. Ada academic smart atau school smart. Tapi street smart itu cerdas dengan praktek. Jadi begini, kalau kita punya pengetahuan dengan benar, pengetahuan itu kan akademik. Kita tidak strong, gugur! Kita tidak akan bisa. Kita tidak akan bisa benar. Waktu SD itu ada bacaan-bacaan begini; “Ibu pergi ke pasar membeli sayur.” Kok tidak yang menjual sayur saja? Kok, kata-katanya selalu membeli, bukan menjual? Teryata setelah saya urut-urut, yang nulis itu guru. Coba kalau isinya diubah menjadi menjual, itu akan lain. 


Kenapa tertarik menonjolkan sisi menjualnya

Kalau saya bertransaksi, itu nilai tambah. Dalam transaksi, duit paling banyak itu kan pengusahanya? Dan paling banyak milik pengusaha. Coba kalau misalnya yang satu membeli saja. Akan terbatas transaksinya. Sehingga kalau memang harus banyak pengusahanya, ya untuk menjual. Setuju dengan pemikiran Kiyosaki “If you want to be rich and happy, don’t go to school”?  Kalau saya if you want to be rich and happy, ya.... kalau ingin kaya, ngapain sekolah? Kalau di sekolah tidak akan happy dan kaya. 



Pendidikan kita tidak bikin happy, malah bikin stres anak. Porsi mainnya kurang. Sejak Taman Kanak-kanak sudah dipaksa main otak kiri. Mungkin itu karena dari menterinya sampai orang-orang tuanya itu otak kiri semua, kan? Dikatakan figur yang bagus itu yang profesor, yang doktor. Padahal kalau kita pilah, yang pintar sekolah memang jadi dosen, jadi dokter. Yang sedang-sedang saja jadi manajer. Tapi yang bodo-bodo sekolahnya malah jadi pengusaha. Penelitian di Harvard begitu. 


Penyikapan guru terhadap anak yang bodo kok divonis tidak punya masa depan. Mungkin dia berani, kreatif, bisa menemukan apa yang tidak ditemukan oleh anak-anak pintar. Nah, pendidikan kita itu semua mau dijadikan ilmuwan. Seolah ngejar otak kiri saja, ngejar school smart saja. 


Apa yang harus dilakukan untuk membongkar sistem seperti itu


Memang berat karena dari dulu juga begitu. Maka harus lewat luar, kegiatan-kegiatan ekstra. Maka saya usulkan pendidikan kita dibuat dua sistem; sistem ijazah dan sistem tanpa ijazah. Kalau sekolah tanpa ijazah, orang akan cenderung cari ketrampilan dari praktek yang kelihatan. Yang pakai ijazah untuk yang mau jadi dosen, jadi dokter, jadi ilmuwan. Kalau pelajaran kimia yang pakai ijazah, ya ilmuwan itulah. Kalau kimia yang tidak pakai ijazah, pilihannya ya bikin deterjen, bikin sirup, bikin apa saja yang ada manfaatnya. Kalau semua harus belajar kimia, padahal kita tidak tertarik, berarti dipaksa dan tidak happy jadinya.



Kalau di tataran konseptual, apa yang mesti dilakukan

Saya kira Dikbud itu merasa bahwa yang menentukan masa depan Indonesia itu dia. Bikin kurikulum, walaupun sumbernya dari masyarakat, tapi sering terlambat. Kurikulum tahun lalu baru dipakai sekarang. Lebih cepat di luar, kan? Maka kalau saya, pendidikan itu tidak usah diatur. Perguruan Tinggi siapa pun boleh bikin. Dan itu masyarakat yang menilai. Hukum pasar! Titel MBA atau apa dilarang, kenapa? Alamiah aja. Nanti kalau kebanjiran itu orang ndak mau pakai, kan ndak masalah? Kalau banyak manajer belajar ilmu untuk mendapatkan MBA, itu kan bagus? Dalam pendidikan itu sebenarnya mereka dagang.



Kalau model-model pendidikan itu masyarakat yang mengembangkan, mungkin baru bagus. Karena pas dengan zaman itu. Misalnya Mc Donald mau bikin Universitas Mc Donald, kenapa tidak? 


Bagaimana dengan Entrepreneur University yang Anda dirikan

Sebagai entrepreneur, saya punya visi Mega Entrepreneur. Artinya bagaimana seorang pengusaha bisa menciptakan pengusaha lainnya. Kalau pengusaha bisa menciptakan lapangan kerja, itu sudah biasa. Yang saya kejar adalah bagaimana saya bisa menciptakan banyak pengusaha. Dulu visi saya memang menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya. Kalau seperti itu kan lama. Mungkin hanya ribuan lapangan kerja. Tapi kalau bisa menciptakan banyak pengusaha, lapangan kerja yang tercipta lebih banyak lagi. 



Karyawan saya pun saya usahakan bisa jadi pengusaha. Kayak manajer-manajer saya, semua sudah punya usaha di luar. Saya ditentang oleh Renald Kasali. Katanya menurut teori itu tidak bisa. ‘Orang kerja kok diajak merangkap jadi pengusaha, itu ndak bisa!’. Saya praktekkan ternyata bisa. Manajer saya punya perusahaan mebel. Menurut Kiyosaki, di sini dia sebagai employee, di luar dia sebagai business owner karena yang mengelola orang lain. Ada manajer saya yang buka bengkel motor. Sopir saya punya kenteng mobil. Sopir saya yang lain punya bisnis jual beli handphone. Karyawan-karyawan itu mau jadi manajer semua ndak mungkin, kan? Harapan paling besar saya, ya mereka jadi pengusaha.



Sejak kapan Entrepreneur University berjalan?

Entrepreneur University (EU) berjalan baru setahun. Sebelumnya kita sudah sering adakan pelatihan di mana-mana. Tapi cuma beberapa hari, lalu selesai tidak ada follow up. Sekarang lebih jelas, kita ada follow up. Misalnya kita adakan tiga bulan, setelah itu ada klub entrepreneur. Yang itu bisa dilakukan lewat internet, pertemuan-pertemuan, dan juga konsultasi seperti tadi. 



Di EU diutamakan yang indeks prestasinya (IP) rendah. Memang pernah ada yang protes, orang mau masuk tapi IP-nya tinggi, dia jadi minder. Tapi memang saya lebih mudah mengajar orang yang tidak pintar. Kalau otak kiri sudah kuat, susah berubahnya. Misal dia kuliah di akuntansi, yang feasible tidak feasible, udah…ndak berani-berani dia. Usaha itu bukan perhitungan sebelumnya.


Hitungan yang terjadi, itulah usaha. Banyak yang terjadi kita tidak tahu dan tidak kita pikirkan sebelumnya. Saya di Primagama dulu kalau dipikir tidak rasional. Modal saya cuma Rp300 ribu saja. Sekarang asetnya sudah hampir Rp100 milyar, kan? Rasionalnya di mana?
Tadi ada seorang direksi bank yang ingin membuat usaha. Seperti dia, dihitung-hitung terus, selalu tidak positif. Akhirnya tidak berani buka usaha. Saya bilang, “jangan dihitung terus!” Usaha itu dibuka, baru dihitung. Ini street smart. Kalau dihitung baru dibuka, ndak akan buka-buka usaha. 


Makanya, yang membuat orang takut itu bukan sisi gelap, tapi justru sisi terang. Karena terang itu tahu hitung-hitungannya, tahu risikonya gedhe, jadi takut. Kalau gelap, tidak tahu apa-apa, usaha itu tidak takut. Dihitung atau tidak dihitung itu sama saja kok.
Padahal entrepreneur harus berani ambil risiko…

Itulah, ambil risiko itu berarti harus gelap. Maksudnya jangan terlalu banyak tahu. Setelah jalan, kita pakai ilmu street smart tadi. Street smart itu yang melahirkan kecerdasan entrepreneur yang dibutuhkan untuk pemula usaha. Isi kecerdasan entrepreneur itu ya kecerdasan emosional, spiritual, dan basisnya di otak kanan. 



Bagaimana cara Anda merealisasikan gagasan Mega Entrepreneur

EU ini saya yang buka dan pelatihannya saya yang mengajar sendiri. Saya bukan cari untunglah, tapi semacam aktulisasilah buat saya. Karena saya ingin jadi Mega Entrepreneur tadi. Sehingga saya bela-belain, ndak harus untung. Kalau nombok pun saya mau untuk memberikan dakwah tentang entrepreneurship ini. Itu yang saya lakukan, dan sudah dua angkatan EU di lima kota. Perkembangan pesertanya cukup positif. Yang sama sekali tidak berani berusaha, kini jadi berani. 



Bagaimana tren kewirausahaan ke depan

Saya kira itu suatu keharusan. Kalau negara ini mau maju, harus banyak pengusahanya. Kita belum ada kementrian yang khusus mengurusi wirausaha. Di Indonesia banyak bisnis yang bisa dikembangkan menjadi franchise dan tidak harus yang mahal. Di Malaysia sudah ada kementriannya, dan mentrinya mendorong mereka yang mau usaha franchise



Bagaimana entrepreneur yang ideal itu

Ukuran ideal saya adalah dari banyaknya lapangan kerja yang diciptakan. Pengusaha yang bisa melahirkan pengusaha-pengusaha baru. Bisnisnya kalau bisa yang baik-baiklah. Saya suka mengurusi bisnis yang langsung ke pasar. Yang menilai dan menentukan bisnis saya ya pasar. Saya ndak model dengan bisnis lobi-lobi yang harus berhubungan dengan pemerintah. 



Pernah mengalami pencerahan selama menjadi entrepreneur

Saya mengembangkan sisi spiritual melalui dzikir atau meditasi. Bisnis itu, kalau bisa ya melibatkan yang “di atas”. Tidak bisa berjalan dengan diri kita sendiri. Maka saya kembangkan kecerdasan spiritual. Kalau menggunakan intuisi saja, hanya bisa menunjukkan sesuatu tujuan itu seperti apa….Tapi kalau dzikir, melibatkan Tuhan, kuncinya justru membuat tujuan itu terjadi. Misalnya diramal orang kita tidak hoki. Dengan dzikir itu bisa jadi hoki. Yang tidak baik jadi baik. Arah negatif bisa jadi positif.* 





( Purdi E. Chandra )

Minggu, 27 Februari 2011

Sudah menjadi milik Anda

Anda telah sukses. Sekarang saatnya anda memperluas keberhasilan itu dan dengan demikian membuatnya lebih bermakna dan memuaskan. Anda sudah terampil untuk mencapai apa yang diinginkan.

Sekarang, anda dapat memilih untuk memfokuskan upaya anda meraih mimpi dan memberikan hidup anda dengan kekayaan luar biasa. Anda sudah terbenam dalam lautan kelimpahan.

Sekarang, ketika anda bisa mengekspresikan kelimpahan dengan cara yang indah dan unik. Maka tidak perlu menunggu momen lain. Ini adalah waktu saat anda dapat membuat perbedaan.

Bayangkan, kemungkinan anda sekarang di sini. Dengan niat, komitmen, dan tindakan, anda dapat membawa yang terbaik dari mereka kemungkinan untuk hidup.

Manfaatkan cinta dari nilai besar yang sudah menjadi milik anda. Memberikan kehidupan yang lebih makna dan sukacita dibandingkan sebelumnya.


Sebenarnya apa

Setelah anda mengetahui persis apa yang diinginkan, anda memiliki cara untuk sampai ke sana. Setelah menetapkan tujuan jelas dan dengan presisi, jalan anda mulai muncul. Maka itu hanya masalah mengambil tindakan yang diperlukan. Dan engkau sepenuhnya mampu akan itu.

Pertanyaan besar adalah, apakah anda bersedia? Ketika tujuan telah nyata kepada anda, maka anda bersedia melakukan apa yang harus dilakukan untuk mencapainya.

Menggali lebih dalam, melewati hal-hal yang tidak anda tahu mengapa diinginkan. Jujur dengan diri sendiri, jadilah dan temukan apa yang benar-benar anda inginkan.

Biarkan tujuan sejati anda untuk menjadi sumber energi. Ini adalah sumber yang tidak akan pernah kering. Ya, anda bisa, jika mengetahui apa itu. Ya, anda pasti bisa, jika benar-benar tahu mengapa


Minggu, 20 Februari 2011

Satu hal yang lebih baik

Jangan putus asa jika anda tidak dapat segera membuat segalanya lebih baik. Anda selalu bisa membuat satu hal yang lebih baik.

Kemudian, anda dapat melanjutkan momentum itu, membuat perbaikan lagi, lagi, dan lagi. Anda bisa mulai sekarang.

Bahkan satu sedikit keberhasilan adalah memberdayakan. Ini poin yang anda dalam arah yang jelas positif.

Bagaimana jika anda bisa melihat setiap masalah mengomel sedikit kesempatan untuk perbaikan yang ada? Anda akan menyadari bahwa tidak ada kekurangan cara untuk menjadi sukses.

Anda telah memiliki segala sesuatu yang diperlukan untuk memulai sekarang dan membuat aliran terus-menerus nilai. Satu positif, efektif, upaya yang berarti akan membuat anda pergi.

Merasakan bagaimana rasanya hak untuk membuat dunia lebih baik. Senang dalam membuat perbedaan, lagi dan lagi.


Apa yang anda bayangkan

Apa yang anda bayangkan adalah nyata. Apa yang anda bayangkan berasal dari kebenaran diri anda.

Di dalam yang anda bayangkan ada harta yang besar dan indah. Semakin anda berani untuk membayangkan, semakin luas dan menjadi harta yang berharga.

Apa yang anda bayangkan menghubungkan ke tujuan anda. Apa yang anda bisa bayangkan membuat anda merasa benar-benar gembira?

Apa yang paling antusias anda bayangkan, maka akan temukan yang terbaik dari yang anda bisa. Dari apa yang anda bayangkan bisa datang seumur hidup sebuah prestasi yang unik.

Lihat, apa yang anda bayangkan bukan sebagai khayalan tetapi sebagai preview niat anda yang paling tulus.

Kemudian memungkinkan keindahan dari apa yang anda bayangkan untuk memandu anda membuat hal itu menjadi nyata. Bayangkan, anda mendapat kelimpahan besar kehidupan dan membawanya kepada kehidupan


Selasa, 15 Februari 2011

Sekarang anda dapat

Apa yang terpikir dapat menahan anda? Sekarang anda bisa membiarkannya pergi. Tidak ada yang akan datang ketika anda mencoba untuk mendapatkannya.

Sekarang anda dapat berhenti berusaha dan membiarkan hal itu. Tugas ini sulit seperti yang anda putuskan untuk membuatnya. Sekarang anda dapat memilih untuk membiarkannya mengalir dengan mudah dan alami.

Hal-hal kecil dapat memberikan alasan untuk berhenti, atau tempat dimana untuk loncat ke tingkat yang lebih tinggi. Sekarang anda dapat lebih otentik dan efektif dari sebelumnya.

Lanjutkan dengan asumsi bahwa anda akan lakukan. Sekarang anda dapat membuat perbedaan yang berharga. Sentuh visi yang diinginkan, di mana anda ingin pergi dan bagaimana anda ingin hidup. Sekarang anda bisa membiarkannya datang sepenuhnya kepada kehidupan.


Apa yang membuat kebahagiaan

Jika anda dapat menjelaskan alasan dalam kata-kata, hal itu bukan alasan terdalam mengapa. Pasti ada alasan lain yang lebih mendalam di luar itu. Pikiran anda bisa sangat logis dan objektif. Tujuan yang sebenarnya anda tidak logis atau objektif.

Apa yang hidup di jantung anda, tidak memerlukan penjelasan atau pembenaran. Apa yang memelihara dan menopang tujuan anda terdalam, adalah untuk anda rasakan dan merasa sering.

Merasa bahwa tujuan batin dari mana anda tidak pernah bisa terpisah. Memberikan kehidupan baru di setiap saat dengan memungkinkan ekspresi melalui cara anda unutk hidup. Hidup ini bukanlah tentang melakukan apa yang hanya masuk akal. Juga melakukan apa yang membuat kebahagiaan.

Biarkan ruh suci anda melampaui apa yang anda pikiran dan bisa dipahami. Di tempat itu, semua keindahan, semua cinta, dan selalu pemenuhan untuk semuanya.


Membuat waktu

Ya, tentu saja anda pasti sedang sibuk. Meski begitu, membuat waktu lebih dari sekedar dari sibuk. Hari ini hanya akan berada di sini sekali saja. Membuat waktu, sementara anda bisa, untuk melakukan sesuatu yang unik dan berkesan serta berharga dengan itu.

Tentu saja ada banyak, banyak hal yang harus anda lakukan. Membuat waktu, setiap hari, untuk mengingat mengapa menjadi sibuk dari titik kehidupan. Membuat waktu, gunakan waktu, untuk maksud tertentu.

Tunjukkan cinta anda untuk seseorang yang spesial, tidak hanya dengan kata-kata anda, akan tetapi dengan waktu yang anda miliki. Daripada terburu-buru melewati keindahan hidup itu, membuat waktu untuk benar-benar menikmati keajaiban dengan hari ini yang diisi.

Buatlah beberapa waktu yang memiliki arti nyata dan abadi untuk anda. Lakukanlah beberapa kali, hari ini dan setiap hari, untuk hidup dan menghargai keajaiban bahwa anda bisa membuat waktu.


Selasa, 08 Februari 2011

Termotivasi dan antusias

Perhatikan apa yang salah cukup lama untuk membuat diri anda menyadarinya. Kemudian membiarkannya pergi dan beralih melakukan sesuatu yang positif tentang hal itu. Alih-alih tinggal pada apa yang salah, fokuslah pada apa yang dapat anda lakukan untuk membuat hal itu menjadi benar.

Menantang diri untuk mencari dan mengikuti perspektif positif yang akan mengubah masalah menjadi sebuah kesempatan. Jangan membuat diri anda stres oleh obsesi tentang betapa buruknya hal itu. Dapatkan diri anda termotivasi dan antusias tentang apa yang dapat anda lakukan untuk membuat sebuah perbedaan.

Melangkah mundur dan mengamati apa yang anda pikirkan. Pilih untuk mengisi pikiran anda dengan bermanfaat, kreatif, pikiran pemberdayaan yang akan mengarahkan anda ke arah yang positif. Melepaskan pikiran yang hanya mengintensifkan keraguan anda, ketakutan dan kekhawatiran anda.

Memberi preferensi dengan pikiran bahwa anda dapat bertindak untuk menciptakan nilai baru dalam hidup anda. Apa yang anda lihat paling jelas adalah di mana anda akan pergi. Fokus pada kemungkinan terbaik dan anda akan menciptakan mereka dalam hidup anda.


Memilih untuk bahagia

Jika anda mengejar kebahagiaan, maka ia akan lari lebih cepat dari yang anda bisa mengejar ketinggalan dengan itu. Kenapa begitu? Karena ketika anda berusaha untuk menciptakan kebahagiaan, maka kebahagiaan akan berusaha mendorong secara jauh. Semakin anda menginginkannya, semakin sedikit anda miliki tentang itu.

Kebahagiaan bukan sesuatu yang bisa keluar dan mendapatkan dengan percuma. Kebahagiaan yang nyata tidak harus bergantung pada pembuatan seperangkat keadaan tertentu. Kebahagiaan adalah cara anda untuk dapat memilih. Dan anda hanya dapat memilih kapan saja, dalam situasi apapun.

Bila anda melakukannya, anda langsung menjadi lebih kreatif dan efektif, lebih otentik dan sepenuhnya hidup. Hidup dari perspektif kebahagiaan, maka anda dapat tinggal di tempat terbaik karena anda dapat melihat nilai positif di mana-mana.

Berhenti berjuang untuk mendapatkan kebahagiaan dan hanya memilih untuk menjadi bahagia, tepat di mana anda berada. Berikan kebahagiaan anda untuk hidup, dan menyaksikan kekuatan positif yang mengisi dunia anda.


Senin, 27 Desember 2010

Hadiah cinta

Rasakan bagaimana rasanya memberi atau berbagi peduli. Di jantung perasaan hangat, indah. Itu adalah pertanda kasih. Pada hari istimewa, tawarkan hadiah terbesar yang dapat anda berikan.

Membuka hati anda, melepaskan ketidakamanan ego anda, dan memberikan cinta kasih serta kepedulian. Cinta mengubah hidup anda. Meskipun tidak memiliki alasan logis, cinta tetap ada setelah segalanya telah memudar.

Berikan cinta, dan buatlah hal yang positif. Berikanlah cinta, dan cahaya kegelapan dengan harapan dan kemungkinan positif.

Berikanlah cinta, dan berikan dari esensi kesejatian anda. Merasa cinta, dan merasakan tujuan yang selalu ada bahwa setiap jalan tujuan lain.

Berikan cinta secara bebas, dan jangan khawatir tentang menjaga skor. Karena jika anda memberikan cinta sejati, maka selalu berakhir dengan lebih banyak kebaikan untuk anda. Dan cinta terbesar adalah cinta yang lahir dari keimanan dan keikhlasan kita.

Hidup selalu baik

Hidup selalu baik, karena anda dapat membuat apa pun itu yang anda pilih. Hidup ini bagus, karena hal itu sangat fleksibel.

Hidup ini indah karena anda dapat mengekspresikan apa artinya menjadi hidup dengan cara unik anda sendiri dan memuaskan. Dan itu justru bagaimana membuat hidup anda baik dan kaya serta penuh kebaikan.

Pada hari ini, di tempat ini, sama seperti anda, kehidupan yang baik. Anda memiliki kesempatan untuk hidup dengan semangat dan tujuan yang baik.

Anda dapat menjelajahi, menemukan, mencicipi, memberikan. Dan anda dapat mengamati serta dapat membangun. Anda juga dapat melakukan untuk seluruh hidup yang dapat anda nilai dengan cepat, menjauh dari apa yang tidak anda lakukan.

Kemungkinan menyebar tanpa henti di segala arah. Dan anda di sini, sekarang, untuk mempertimbangkan, memilih dan bertindak atas orang-orang yang paling menarik bagi anda.

Hidup bisa membuat frustasi dan menantang bahkan menyakitkan, sulit dan tidak adil. Meskipun demikian, hidup selalu baik karena anda selalu bisa membuatnya lebih baik, dan dengan demikian anda membuatnya menjadi besar.

Minggu, 12 Desember 2010

Banyak yang dapat anda lakukan

Kita mungkin tidak akan memiliki kesempatan untuk menyimpan seluruh dunia saat ini. Tetapi Anda dapat benar-benar terangi sendiri sudut Anda itu.

Kemungkinan besar kita tidak akan mendapatkan segala yang telah kita ingin lakukan. Namun kita pasti dapat membuat beberapa kemajuan yang nyata dan abadi.

Orang-orang yang datang kepada kita mungkin tidak semua menghargai atau memahaminya. Namun, Anda dapat memiliki dampak positif pada beberapa kehidupan mereka.

Peristiwa hari ini semua tidak akan berlanjut sesuai rencana kita. Namun demikian, kita dapat membuat nilai apapun yang berasal dari cara yang kita lakukan.

Peluang adalah kondisi yang tidak akan sempurna dan keadaan tidak akan ideal. Untungnya, ada banyak yang dapat kita lakukan dengan apa yang kita miliki.

Selamat datang menuju kebahagiaan dan kesempurnaan hari ini. Ini adalah kesempatan sempurna untuk hidup dengan kekayaan dan nyata untuk menciptakan suatu nilai.

Sabtu, 06 November 2010

Dapatkan melalui

Anda punya banyak waktu untuk melewati hari ini, jadi lompatlah langsung masuk. Anda punya banyak waktu untuk melewati hari ini, jadi ingatkan diri sendiri apa yang menjadi bakat sejati itu.

Semua yang harus anda lakukan adalah kesempatan ganda untuk membuat perbedaan dalam dunia anda. Bahwa daftar hal yang harus dilakukan adalah daftar cara-cara di mana anda dapat memiliki dampak positif.

Anda mungkin tidak mendapatkan itu semua dapat selesai hari ini, tapi itu bukan alasan untuk menunda atau berkecil hati. Sebaliknya, itu alasan untuk pergi segera setelah anda bisa.

Anda mungkin tidak mendapatkan itu semua dilakukan secara sempurna, tapi itu bukan alasan untuk menghindari untuk melakukannya. Lakukan yang terbaik dengan apa yang anda miliki, dari tempat anda berada, dengan waktu yang tersedia, dan meskipun mungkin tidak sempurna, itu akan menjadi besar, dan itu akan dilakukan.

Tentunya anda akan membuat beberapa kesalahan, dan mungkin anda akan mengalami kekecewaan atau malu. Namun pada akhir hari, anda akan memiliki beberapa prestasi nyata dan mereka akan layak dengan apa pun anda harus bertahan.

Apa yang harus diselesaikan, disitu ada kesempatan besar. Dapatkan kesibukan untuk bisa dilakukan, dan memetik hasil yang anda ciptakan.