Situasi yang sulit cukup menantang diri sendiri. Jangan membuatnya lebih buruk dengan menambahkan kecemasan anda sendiri untuk hal itu.
Sebaliknya, akan damai dan benar-benar bersyukur. Apapun situasinya, memilih untuk bersyukur untuk saat ini dan kesempatan anda untuk mengalaminya.
Tulus, rasa syukur sepenuh hati, semangat anda akan tenang dan buka mata anda untuk hal-hal positif. Alih-alih diintimidasi oleh tantangan, anda akan menjadi terinspirasi dengan kesempatan.
Bersyukurlah untuk apa yang telah terjadi membawa anda pada dunia anda sendiri. Setelah semua itu, apa yang telah terjadi, terjadilah dan respons terbaik anda adalah untuk mencari nilai di dalamnya.
Dan itu nilai yang paling jelas ada. Dengan memilih untuk mengenalinya, maka anda dapat membuat setiap saat, dan situasi apapun, menjadi sebuah peluang yang kuat untuk membuat kemajuan nyata.
Ketika anda merasa cemas merayap ke dalam pemahaman anda, membanjiri dengan damai, rasa syukur yang asli. Dan saat ini mengisi dengan kekuatan kemungkinan terbaik anda.
bukan kebetulan kita terlahir seperti ini dan dalam keadaan seperti ini..
Tampilkan postingan dengan label jangan mengeluh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jangan mengeluh. Tampilkan semua postingan
Jumat, 22 Oktober 2010
Senin, 13 Oktober 2008
Merenunglah (Muhasabah) Untuk Ketentraman Batin
Sediakanlah beberapa menit dalam sehari untuk melakukan perenungan (muhasabah). Coba lakukan di pagi hari yang tenang, segera setelah bangun tidur. Atau di malam hari sesaat sebelum beranjak tidur. Merenunglah dalam keheningan. Jangan gunakan pikiran untuk mencari berbagai jawaban atas berbagai masalah.
Dalam perenungan, kita tidak mencari jawaban. Cukup berteman dengan ketenangan maka kita akan mendapatkan kejernihan pikiran. Jawaban berasal dari pikiran kita yang bening.
Pikiran yang digunakan itu bagaikan air sabun yang diaduk dalam sebuah gelas kaca. Semakin banyak sabun yang tercampur semakin keruh airnya. Semakin cepat kita mengaduk semakin kencang pusaran berputar.
Merenung adalah menghentikan adukan. Dan membiarkan air berputar perlahan hingga berhenti. Perhatikan partikel sabun turun satu persatu, menyentuh dasar gelas. Benar-benar perlahan. Tanpa suara. Bahkan kita mampu mendengar luruhnya partikel sabun.
Kini kita mendapatkan air jernih yang tersisa di permukaan. Bukankah air yang jernih mampu meneruskan cahaya. Demikian halnya dengan pikiran kita yang bening.
-- Selama berhari-hari kita disibukkan oleh berbagai hal. Sadarilah bahwa pikiran kita memerlukan istirahat. Tidak cukup hanya dengan tidur. Kita perlu tidur dalam keadaan terbangun. Merenunglah dan dapatkan ketentraman batin.
Dalam perenungan, kita tidak mencari jawaban. Cukup berteman dengan ketenangan maka kita akan mendapatkan kejernihan pikiran. Jawaban berasal dari pikiran kita yang bening.
Pikiran yang digunakan itu bagaikan air sabun yang diaduk dalam sebuah gelas kaca. Semakin banyak sabun yang tercampur semakin keruh airnya. Semakin cepat kita mengaduk semakin kencang pusaran berputar.
Merenung adalah menghentikan adukan. Dan membiarkan air berputar perlahan hingga berhenti. Perhatikan partikel sabun turun satu persatu, menyentuh dasar gelas. Benar-benar perlahan. Tanpa suara. Bahkan kita mampu mendengar luruhnya partikel sabun.
Kini kita mendapatkan air jernih yang tersisa di permukaan. Bukankah air yang jernih mampu meneruskan cahaya. Demikian halnya dengan pikiran kita yang bening.
-- Selama berhari-hari kita disibukkan oleh berbagai hal. Sadarilah bahwa pikiran kita memerlukan istirahat. Tidak cukup hanya dengan tidur. Kita perlu tidur dalam keadaan terbangun. Merenunglah dan dapatkan ketentraman batin.
Minggu, 12 Oktober 2008
Masalah adalah Hadiah
Bila kita menganggap masalah adalah sebagai beban, kita mungkin akan terus menghindarinya. Namun, bila kita menganggap masalah sebagai tantangan, kita mungkin akan menghadapinya. Namun, masalah adalah hadiah yang dapat kita terima dengan suka cita.
Dengan pandangan tajam, kita melihat keberhasilan di balik setiap masalah. Itu adalah anak tangga menuju kekuatan yang lebih tinggi. Maka, hadapi dan ubahlah menjadi kekuatan untuk sukses kita.
Tanpa masalah, kita tak layak memasuki jalur keberhasilan. Bahkan hidup ini pun masalah, karena itu terimalah hal itu sebagai hadiah.
Hadiah terbesar yang dapat diberikan oleh induk elang pada anak-anaknya bukanlah serpihan-serpihan makanan pagi. Bukan pula eraman hangat di malam-malam yang dingin. Namun, ketika mereka melempar anak-anak itu dari tebing yang tinggi.
Detik pertama anak-anak elang itu menganggap induk mereka sungguh keterlaluan, sangat kejam, menjerit ketakutan, matilah aku. Sesaat kemudian, bukan kematian yang mereka terima, namun kesejatian diri sebagai elang, yaitu terbang di angkasa biru.
-- Bila kita tak berani mengatasi masalah, kita tak kan menjadi seseorang yang sejati.
Dengan pandangan tajam, kita melihat keberhasilan di balik setiap masalah. Itu adalah anak tangga menuju kekuatan yang lebih tinggi. Maka, hadapi dan ubahlah menjadi kekuatan untuk sukses kita.
Tanpa masalah, kita tak layak memasuki jalur keberhasilan. Bahkan hidup ini pun masalah, karena itu terimalah hal itu sebagai hadiah.
Hadiah terbesar yang dapat diberikan oleh induk elang pada anak-anaknya bukanlah serpihan-serpihan makanan pagi. Bukan pula eraman hangat di malam-malam yang dingin. Namun, ketika mereka melempar anak-anak itu dari tebing yang tinggi.
Detik pertama anak-anak elang itu menganggap induk mereka sungguh keterlaluan, sangat kejam, menjerit ketakutan, matilah aku. Sesaat kemudian, bukan kematian yang mereka terima, namun kesejatian diri sebagai elang, yaitu terbang di angkasa biru.
-- Bila kita tak berani mengatasi masalah, kita tak kan menjadi seseorang yang sejati.
Jumat, 10 Oktober 2008
Jangan Mengeluh, Kita Telah Sempurna Untuk Misi Kita
Ketika kita bercermin pagi ini, yakinlah bahwa sosok yang kita temui di sana adalah diri kita yang sempurna. Tiada cacat. Tiada kurang. Tak perlu kita mempertanyakan mengapa kita berparas seperti itu, berwarna kulit ini atau bertubuh demikian.
Kita telah dianugerahi sosok terbaik; perlengkapan sempurna untuk menjalankan misi kita. Carilah kekuatan pada diri kita sendiri. Terlalu banyak orang takut pada bayangannya sehingga mencari bayangan orang lain.
Kita hanya perlu mensyukuri apa yang ada pada diri kita sendiri, maka kita akan menemukan kekuatan yang tak terbayangkan. Nilai kita adalah apa yang kita karyakan bukan apa yang kita keluhkan.
Rumput tetangga selalu tampak lebih hijau, kata pepatah. Namun, rumput di halaman sendiri jauh lebih berharga.
Hidup ini bukan untuk mempersoalkan apa yang kita miliki, namun apa yang dapat kita lakukan dengan apa yang kita miliki. Hidup ini terlalu singkat untuk mencari semua jawaban, namun cukup untuk melakukan pekerjaan.
-- Berhentilah mengeluh. Pandanglah betapa sempurnanya kita. Jadilah kuat. Jadilah diri kita sendiri.
Kita telah dianugerahi sosok terbaik; perlengkapan sempurna untuk menjalankan misi kita. Carilah kekuatan pada diri kita sendiri. Terlalu banyak orang takut pada bayangannya sehingga mencari bayangan orang lain.
Kita hanya perlu mensyukuri apa yang ada pada diri kita sendiri, maka kita akan menemukan kekuatan yang tak terbayangkan. Nilai kita adalah apa yang kita karyakan bukan apa yang kita keluhkan.
Rumput tetangga selalu tampak lebih hijau, kata pepatah. Namun, rumput di halaman sendiri jauh lebih berharga.
Hidup ini bukan untuk mempersoalkan apa yang kita miliki, namun apa yang dapat kita lakukan dengan apa yang kita miliki. Hidup ini terlalu singkat untuk mencari semua jawaban, namun cukup untuk melakukan pekerjaan.
-- Berhentilah mengeluh. Pandanglah betapa sempurnanya kita. Jadilah kuat. Jadilah diri kita sendiri.
Langganan:
Postingan (Atom)