Minggu, 20 November 2011

Lihat Sekitarmu



Alkisah ada seorang anak muda yang brilian dan sangat pintar. 
Dia baru saja lulus sarjana dengan predikat cum laude. 
Rasa PD nya begitu tinggi karena prestasinya itu. 


Saat lulus ia melamar ke sebuah perusahaan terkenal, tidak sulit baginya untuk lolos dari tes-tes saringan, 
hingga sampailah ia ke tahap terakhir, wawancara dengan Direktur perusahaan tersebut. 
Saat wawancara tiba, terjadilah dialog antara pak Direktur dengan si anak muda. 

“Prestasimu sungguh luar biasa, anak muda. Bagaimana kamu bisa punya prestasi setinggi itu?”, tanya pak Direktur. 
“Saya belajar keras, pak. Saya selalu memacu diri saya sendiri, dan memupuk kepercayaan diri saya.”, jawab si anak muda. 
“Siapa yang mendorong dan memotivasimu? Ayahmukah?” 
“Bukan pak. Ayah sudah meninggal sejak saya kecil. Saya terbiasa memotivasi diri sendiri untuk menjadi yang terbaik.” 
“Kalau ayahmu sudah meninggal, siapa yang membiayai sekolahmu?” 
“Ibu saya, pak.” 
“Oh begitu…lalu apa pekerjaan ibumu?” 
“Ibu saya menjadi pencuci baju, pak. Beliau menerima order cucian dari para tetangga.” 

Mendengar jawaban si anak muda tersebut, pak Direktur lalu berkata,”Coba ulurkan tanganmu, anak muda”. 
Meski agak heran dengan permintaan ini, si anak muda lalu mengulurkan tangannya, 
dan Pak Direktur memeriksanya dengan cermat. 
Ternyata tangan itu bersih, putih, dan mulus. Tidak ada tanda-tanda pernah digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan kasar. 
Pak Direktur lalu bertanya,”Pernahkah kamu membantu ibumu mencuci pakaian, nak?” 

“Tidak pak, tak pernah sekalipun.” 
“Kalau begitu sekarang pulanglah, dan bila bertemu dengan ibumu, coba perhatikan dengan cermat tangan beliau. 
Lalu cobalah lakukan pekerjaan ibumu. Besok kamu kembali lagi ke sini, temui saya, dan ceritakan pengalamanmu.”, 
demikian pesan pak Direktur kepada si anak muda. 

Pulanglah si anak muda tadi, dan sesampai di rumah, disampaikanlah kata-kata pak Direktur kepada ibunya. 
Meskipun agak heran, ibunya menurut saja dan menyorongkan kedua tangannya kepada anak yang disayanginya. 
Begitu melihat tangan orang tua tadi, kagetlah si anak. 
Ini adalah pertama kalinya ia mengamati tangan ibunya secara cermat. 
Tampaklah olehnya tangan yang keriput, kasar, dan bersisik.
Di beberapa tempat bahkan terlihat bekas-bekas luka. 
Sungguh kontras bila dibandingkan dengan tangannya sendiri yang bersih dan mulus. 

“Ibu….”, dan si anak mudapun tercekat tak mampu berkata apapun. Mengalirlah sebutir air matanya. 
“Kenapa tangan ibu sampai begini? Ibu bekerja terlalu berat. Maafkan aku yang tak pernah tahu keadaan ibu seperti ini”, 
bisik si anak sambil membelai dan menciumi tangan ibunya. 

Ibunya tersenyum saja. “Tidak apa-apa nak. Ibu ikhlas bekerja keras untukmu. 
Buat ibu, yang penting kamu bisa fokus belajar. 
Ibu bahagia akhirnya kamu bisa lulus dengan baik. Itu satu-satunya yang penting buat ibu.” 

Mendengar ucapan ibunya, runtuhlah kebanggaan si anak muda. 
Hilanglah semua ke-aku-annya. Sampai detik itu ia merasa bahwa semua prestasinya adalah usahanya sendiri. 
Kenyataannya, tanpa pengorbanan ibunya, dia tidak akan menjadi apa-apa. Nothing… 

Dia merasa seperti semakin terlempar ke titik nadir setelah mencoba melakukan permintaan pak Direktur berikutnya: 
mencuci pakaian, seperti yang biasa dilakukan ibunya. 
Ternyata bagi dia yang tidak pernah mencuci pakaian sendiri, pekerjaan merendam, mengucek, membilas, 
dan memeras sungguh tidak mudah dilakukan. Baru beberapa potong baju saja, tangannya sudah merasa perih. 

Malam itu si anak muda tidak bisa tidur. Dunianya seolah dibalik dalam sekejap mata. 
Keyakinan dan persepsinya selama ini patah begitu saja setelah ia melihat apa yang telah dilakukan ibunya selama ini. 

Keesokan harinya ia datang menghadap ke pak Direktur, yang langsung saja bertanya, 
”Apa yang kamu rasakan dan pikirkan, anak muda?” 
Si anak muda menghela nafas, lalu menjawab sambil tertunduk,”Ada dua hal yang saya pelajari, pak…” 
“Katakan nak, apa dua hal itu.” 
“Yang pertama, saya sadar selama ini saya tidak pernah memperhatikan orang lain. 
Saya tidak pernah mengapresiasi apa yang telah mereka lakukan, 
bahkan untuk hal-hal yang terkait dengan kepentingan saya sekaliapun.”, 
si anak muda menjawab sambil menahan air mata karena teringat akan ibunya. Lalu ia menyambung, 

“Yang kedua, saya tidak pernah menyadari bagaimana beratnya mencapai sebuah tujuan. 
Selama ini saya merasa bahwa menjadi lulusan terbaik itu mudah. Saya pikir dengan belajar keras saja sudah cukup. 
Tapi ternyata tidak, pak... Ternyata banyak hal lain yang harus dilakukan, dan itu tidak pernah saya kerjakan, 
bahkan saya pikirkan pun tidak...Saya buta terhadap usaha-usaha lain yang dilakukan oleh ibu saya. 
Beliau bekerja begitu berat semata-mata hanya untuk kepentingan saya…“ 

Mendengar kata-kata si anak muda tadi, pak Direktur tersenyum. “Anak muda, kamu diterima di perusahaan ini.” 
Si anak muda mendongak kaget.”Pak, apa maksud Bapak?” 
“Aku tidak mencari karyawan yang pintar tapi tidak peduli pada sekelilingnya. 
Aku tertarik padamu bukan karena kepintaranmu saja, tapi pada kesadaranmu tentang sensitivitas pada sekelilingmu, 
tentang sulitnya mencapai sebuah tujuan dan pentingnya kerjasama, 
dan tentang pentingnya mengapresiasi dan menghargai apa yang dikerjakan orang lain.” 
Mendengar penjelasan pak Direktur, si anak muda merasa ia hidup dalam dunia yang baru. 

Rabu, 16 November 2011

Disabilitas dan Pandangan Masyarakat


Disabilitas dan Pandangan Masyarakat

Sejenak mengenal disabilitas.


Disabilitas merupakan kata lain yang merujuk pada penyandang cacat atau difabel. Bagi masyarakat awam, kata disabilitas mungkin terkesan kurang familiar karena mereka umumnya lebih mudah menggunakan istilah penyandang cacat.

Membahas masalah disabilitas dan pandangan masyarakat merupakan sebuah ironi. Para kaum disabilitas membutuhkan bantuan dan respon positif dari masyarakat untuk berkembang, tetapi mereka justru mendapatkan perlakuan berbeda dari masyarakat.

Umumnya masyarakat menghindari kaum disabilitas dari kehidupan mereka. Alasannya sederhana, karena mereka tidak ingin mendapatkan efek negatif dari kemunculan kaum disabilitas dalam kehidupan mereka seperti sumber aib, dikucilkan dalam pergaulan, dan permasalahan lainnya.

Apakah kita pernah berpikir tentang disabilitas di sekitar kita? Apakah kita pernah menganggap keberadaaan mereka? Bagaimana perasaan kita jika takdir menghendaki kita sebagai salah satu bagian dari kaum disabilitas?

Jawaban dari pertanyaan di atas dapat mencerminkan kepedulian kita terhadap masalah disabilitas. Semakin kita dekat dan peduli dengan mereka, maka akan semakin baik.

Apa itu disabilitas?
Menurut UU No.4 Tahun 1997 Tentang penyandang cacat, penyandang cacat didefinisikan sebagai setiap orang yang mempunyai kelainan fisik dan/atau mental, yang dapat mengganggu atau merupakan rintangan dan hambatan baginya untuk melakukan secara selayaknya, yang terdiri dari Penyandang cacat fisik, Penyandang cacat mental, Penyandang cacat fisik dan mental.

Contoh disabilitas yang biasa kita temui sehari-hari adalah orang yang terlahir cacat tanpa penglihatan yang bagus (tunanetra), pendengaran yang bagus (tunarungu), pembicaraan yang bagus (tunawicara), dan sebagainya. Disabilitas yang mengarah pada cacat mental juga dapat kita lihat pada seseorang yang memiliki keterbelakangan mental.

Bagaimana pandangan masyarakat kepada para penyandang disabilitas?

Disabilitas dan Pandangan Masyarakat adalah dua hal yang saling berkaitan, tetapi berbeda. Masyarakat memiliki pandangan yang berbeda terhadap disabilitas yang berada di sekitar mereka. Umumnya masyarakat menganggap jika keberadaan kaum disabilitas ini sebagai sesuatu hal yang merepotkan. Ada yang menganggap keberadaan mereka sebagai aib keluarga, biang masalah, hingga kutukan akan sebuah dosa yang pada akhirnya semakin memojokan disabilitas dari pergaulan masyarakat.

Dalam perkembangan berikutnya, pandangan masyarakat terhadap disabilitas berubah menjadi sesuatu yang harus mereka kasihani dan mereka tolong. Hal ini dikarenakan mereka adalah sosok yang dianggap kurang mampu dan membutuhkan bantuan.

Secara garis besar, sikap dan pandangan masyarakat terhadap kaum disabilitas dapat dibedakan menjadi tidak berguna/tidak bermanfaat, dikasihani, dididik/dilatih, dan adanya persamaan hak.

Pandangan masyarakat terhadap kaum disabilitas juga dibedakan menjadi dua model, yaitu individual model dan social model. Individual model menganggap jika kecacatan yang dialami oleh seseorang itu lah yang dianggap sebagai masalahnya. Sedangkan social model menganggap jika masalahnya bukan terletak pada kecacatan yang dialami oleh seseorang, tapi bagaimana cara pandang masyarakat yang negatif terhadap kaum disabilitas ini yang menimbulkan masalah.

Perlu diingat bahwa keberadaan kaum disabilitas itu pasti ada dalam sebuah negara. Menurut WHO sebagai organisasi kesehatan dunia, jumlah kaum disabilitas dalam sebuah negara itu setidaknya sebesar 10% dari total keseluruhan penduduk sebuah negara. Di indonesia sendiri menurut catatan dari kementerian sosial jumlah kaum disabilitas mencapai 7 juta orang atau sekitar 3% dari total penduduk Indonesia yang berjumlah 238 juta pada tahun 2011.

Keberadaan kaum disabilitas ini layak mendapat perhatian yang serius dari pemerintah. Upaya pemerintah dalam melindungi kehidupan disabilitas sudah tertuang dalam berbagai peraturan perundang-undangan yang ada. Contohnya adalah perlindungan hukum seperti yang tercantum dalam UUD 1945, No.4 Tahun 1997 Tentang penyandang cacat, UU No.28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung, dan lainnya.

Dengan adanya payung hukum di atas, diharapkan akan tercipta sebuah tata kehidupan yang dapat mendorong disabilitas untuk turut aktif berpartisipasi dan mengembangkan potensi dalam bidang pendidikan, pekerjaan, kesehatan, kesejahteraan sosial, dan bidang lainnya.

Meskipun secara jelas pemerintah sudah menetapkan beberapa peraturan perundang-undangan yang melindungi hak-hak kaum disabilitas, tetapi pada praktiknya hal ini tidak berjalan sebagai mana mestinya. Banyak terjadi pelanggaran terhadap kaum disabilitas terutama pada bidang pendidikan dan pekerjaan.

Pada bidang pendidikan, coba lihat beragam kasus yang pernah muncul di media masa mengenai perlakuan yang tidak adil terhadap kaum disabilitas ini. Kebanyakan disabilitas tidak mampu mengakses pendidikan yang lebih baik karena mereka minim sekali untuk mendapatkan akses melakukan hal itu.

Misalnya, dari segi persyaratan pendidikan yang diterapkan. Memang ada bidang pendidikan tertentu yang mengharuskan muridnya tidak boleh cacat karena berkaitan dengan kinerjanya nanti selama masa pendidikan. Akan tetapi, hal itu bukan lah harus berlaku secara umum. Harus ada semacam kajian yang baik apakah persyaratan itu benar-benar dibutuhkan atau tidak. Karena jika penetapan persyaratan ini terkesan asal-asalan, maka hal ini akan sangat mengancam eksistensi para kaum disabilitas dalam mendapatkan akses pendidikan yang layak.

Banyak disabilitas tidak dapat bersekolah dan melanjutkan ke perguruan tinggi karena mereka dianggap cacat fisik yang dianggap tidak dapat mengikuti proses pendidikan dengan baik. Padahal dalam UU No.28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung dinyatakan bahwa setiap institusi pendidikan wajib menyediakan sarana dan prasarana pendidikan yang menyediakan kemudahan bagi para kaum disabilitas dalam mengakses fasilitas pendidikan.

Pada bidang pekerjaan pun juga demikian. Perhatikan bunyi UUD 1945 pasal 27 ayat 1, Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya. Ayat 2, Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Dua ayat tersebut secara tegas dan jelas memperlihatkan bahwa semua warga negara baik yang normal dan disailitas memiliki peluang yang setara dalam memperoleh pekerjaan.

Pada No.4 Tahun 1997 Tentang penyandang cacat juga dinyatakan jika dalam rasio penerimaan pekerjaan, paling tidak harus ada 1 orang disabilitas yang diterima dari 100 pekerja yang diterima.

Akan tetapi, sama halnya dengan dunia pendidikan jika partisipasi disabilitas dalam dunia kerja juga kurang akibat adanya perlakuan diskriminasi terhadap mereka. Disabilitas dianggap sebagai kaum yang tidak mampu dan tidak berdaya guna dalam bekerja. Sehingga disabilitas diklaim tidak memiliki kinerja dan produktifitas yang mumpuni.

Apa harapan dan opini mengenai peranan situs Kartunet.com sebagai media sosialisasi isu-isu disabilitas untuk membentuk masyarakat inklusif?

Masyarakat inklusif bisa diartikan sebagai sebuah kondisi masyarakat yang mengahargai adanya perbedaan dalam kebersamaan. Adanya perbedaan antara kaya dan miskin, cacat dan normal ini dianggap sebagai sebuah hal biasa yang sudah membaur dalam mayarakat.

Masyarakat menghargai hak-hak setiap individu dan mendorong setiap individu untuk berkembang lebih baik. Mereka juga menganggap jika setiap individu harus berprestasi sesuai dengan kapasitasnya masing-masing dan tidak harus disamakan dengan kemampuan orang lain, sehingga kehidupan harmonis pun dapat tercipta.

Peran situs kartunet.com dalam mewujudkan model masyarakat inklusif di tengah keadaan dan cara pandang masyarakat kita yang cenderung negatif terhadap kaum disabilitas ini sangat berperan penting. Karena semakin banyak yang peduli dengan disabilitas, maka akan semakin terbuka lebar juga peluang bagi adanya persamaan hak untuk setiap golongan masyarakat termasuk disabilitas.

Kartunet.com diharapkan bisa menjadi perintis kepedulian terhadap disabilitas. Dengan adanya perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi yang baik, diharapkan kampanye tentang kepedulian disabilitas dapat terus digalakan dengan baik.

Karena pada dasarnya berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan jika selama ini kepedulian masyarakat terhadap kaum disabilitas sangat kurang. Sementara itu aturan perundang-undangan sudah jelas menyatakan jika disabilitas mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah. Yang harus banyak dilakukan adalah kampanye, sosialisasi akan peraturan dan program pemerintah tersebut kepada masyarakat luas.

Kartunet.com bisa mengambil peran ini dalam penyebarannya di dunia maya. Karena kita tahu, jika penyebaran informasi di dunia maya ini akan sangat efektif dan efisien jika dibanding dengan dunia nyata.

Semoga dengan adanya upaya tersebut dapat mengantarkan kehidupan masyarakat Indonesia pada kondisi di mana kita semua saling menghargai dan terciptalah tata kehidupan masyarakat inklusif sebagaimana yang telah dimanatkan dalam undang-undang dan peraturan lainnya agar kualitas kehidupan kita bersama menjadi lebih baik lagi.

Selasa, 15 November 2011

Belajar Dari Kesalahan

Bila anda melakukan sesuatu, ada kemungkinan anda membuat suatu kesalahan. Bila anda membuat kesalahan, itu adalah hal yang hebat. Karena anda berkesempatan belajar sesuatu. Akui kesalahan anda, teliti dan pelajari secara mendalam. Jawablah kesalahan anda tersebut. Kesalahan adalah guru yang luar biasa. Dengan mengenal apa yang salah, anda di bantu untuk menemukan apa yang benar.



Tom Watson, pendiri IBM, tahu persis nilai sebuah kesalahan. Suatu saat, seorang pegawai membuat kesalahan besar yang merugikan IBM senilai jutaan dollar. Sang pegawai yang dipanggil ke kantor Watson, berkata "Anda pasti menghendaki saya mengundurkan diri." Jawab Watson, "Anda pasti bercanda. Saya baru saja menghabiskan 10 juta dollar untuk mendidik anda..."

Orang yang berbakat sukses, akan belajar dari apapun yang terjadi, termasuk kesalahan. Bila anda membuat sebuah kesalahan, hal yang terbaik adalah mengumpulkan kembali keping-keping yang terserak, dan memperhatikan bagaimana hal itu bisa terjadi.

Jangan menangisi kesalahan. Periksa dan pelajari kesalahan. Selanjutnya manfaatkan pengetahuan baru anda itu.

Senin, 14 November 2011

Motivator-Motivator Indonesia versi Kartun - Hanya di motivasiandi.blogspot.com

Halo teman-teman semua,
lagi iseng-iseng nih saya membuat versi kartun dari motivator-motivator Indonesia
Yuk mari kita lihat sama-sama



1. Tung Desem Waringin



2.Bong Chandra


3. Merry Riana


4.James Gwee


5. Mario Teguh



Dan terakhiiiirrrrr......


Andi Susanto the online motivator (narsis dikit boleh lah... hehe)

Sekian dari saya.... kalau ada yang baru nanti saya update lagiii

Salam Motivasi!

Minggu, 13 November 2011

Time is Money, Money Is Time! (w/ The Cash Flow Quadrant)


Halo selamat malam para pembaca sekalian. Mungkin dulu ketika kecil kita sering mendengar istilah Time is Money! Ya Time is Money! Dengan waktu kita bisa bekerja dan memperoleh penghasilan. Dalam realita yang terjadi sekarang ini, kita bisa melihat bahwa setelah lulus kuliah seseorang bekerja selama 8 jam from 9 to 5. Bahkan mungkin banyak juga yang bekerja lebih dari 8 jam sehari seperti misalnya seorang auditor yang bekerja sampai subuh.



Namun cobalah pikirkan akibat dari memegang prinsip time is money ini selama-lamanya. Kita kehilangan momen-momen berharga dalam hidup kita yang sebenarnya tidak dapat dibeli dengan uang. Kita kehilangan masa-masa dimana anak-anak kita bertumbuh, kehilangan waktu untuk makan malam bersama keluarga, kehilangan momentum-momentum besar dalam hidup kita. Coba bayangkan berapa banyak momen yang hilang sampai kita pensiun pada usai 55 tahun?


Nah oleh karena itu pada jaman sekarang ini ada baiknya kita melihat sesuatu yang terbalik. Apa itu? Ya! Money is Time. Apa maksudnya? Maksudnya adalah dengan uang kita bisa membeli waktu orang lain untuk bekerja pada kita dan menghasilkan uang kepada kita. Dengan begini, kita akan mendapat 2 keuntungan sekaligus yaitu uang dan waktu. Dengan mengalihkan pekerjaan kita kepada orang lain, kita akan mendapatkan banyak waktu untuk menghabiskan waktu bersama orang-orang yang kita cintai. Lalu bagaimana cara menerapkan prinsip ini?


Dalam bukunya yang berjudul The Cash Flow Quadrant, Robert T Kiyosaki membagi 4 kuadran yang terdiri dari E (Employee), S (Self Employed), B (Business Owner), I (Investor). Nah, lalu yang mana yang dapat membawa kita ke prinsip Money is Time? Jawabannya adalah Kuadran sebelah kanan yaitu B (Business Owner) dimana orang bekerja untuk kita dan I (Investor) dimana uang bekerja untuk kita.

Nah, apakah bagi anda yang sedang bekerja sekarang saya sarankan untuk keluar dari pekerjaan anda? Tentu itu terserah anda. Namun saran saya adalah sambil anda melakukan pekerjaan anda mulailah membangun bisnis dan investasi anda sendiri agar anda dapat segera keluar dari Rate Race (perlombaan tikus) menuju fast track. Dengan demikian anda akan memperoleh kebebasan finansial dan dapat segera Retire Young Retire Rich

Jumat, 11 November 2011

Pemborosan Emosi

“Manage your emotions and you will manage the quality of your life!” 






Seorang karyawan pernah mengeluh demikian, “Kenapa ya, meskipun saya sudah tidur cukup, 
setiap kali bangun pagi saya selalu merasa masih lelah dan sepertinya butuh waktu lebih lama lagi untuk beristirahat. 
Padahal, saya sudah tidur 8-9 jam setiap hari.” 
Pernahkah juga Anda merasa tidak melakukan pekerjaan yang terlalu berat tetapi tubuh Anda terasa lelah sekali? 
Jawabannya, karena kita tidak hanya memiliki energi fisik saja, tetapi juga memiliki energi emosional. Keduanya merupakan sumber energi Anda. 

Temukan 3 perkara sepele yang sering menyedot energi emosi Anda: 


1. Peristiwa-peristiwa kecil yang seharusnya bisa kita abaikan tetapi malah kita urusi. 
    Misalnya, disalip pengendara motor dengan tidak sopan. 
    Daripada kita menghabiskan energi untuk marah-marah, menjadi bad mood seharian, lebih baik kita menyimpan energi itu untuk hal lain. 

2. Menggerutu dan Menggosip. 
    Para ahli organisasi dan psikolog sepakat bahwa menggerutu dan menggosip hampir tidak membawa manfaat baik untuk orang lain maupun untuk diri-sendiri. 
    Jika Anda tidak terima dengan situasi yang terjadi, gunakan energi Anda untuk melakukan sesuatu yang bisa membawa perubahan. 
    Jika hal itu tidak bisa Anda ubah, terimalah atau menyingkirlah. 
    Jangan buang-buang waktu dan energi emosi Anda dengan komentar-komentar yang tidak ada gunanya. 

3. Berandai-andai 
    Banyak orang menghabiskan energinya hanya untuk menyesal dan berandai-andai. 
    Dalam hidup ini ada hal-hal yang tidak bisa kita ubah dan kita harus menerimanya. 
    Salah satunya adalah kelahiran kita. Daripada Anda berandai-andai dilahirkan di keluarga kaya, 
    gunakan energi Anda untuk berkarya dan berusaha agar Anda menjadi orang yang lebih kaya. 
    Berandai-andai hanyalah tindakan menjaring angin, melelahkan, menghabiskan waktu, namun tak menghasilkan apapun. 

Hematlah energi emosi Anda dan gunakanlah secara cerdas, maka Anda akan menjadi lebih produktif, dan pada gilirannya, kualitas hidup Anda akan menjadi lebih baik. 

Kamis, 10 November 2011

Liputan Launching Buku Merry Riana Mimpi Sejuta Dollar + Resensi

Apakah Anda mempunyai Mimpi yang besar??





A Million Dollar Dream "Merry Riana" from fredywijaya on Vimeo.

Apa mimpi Sejuta Dollar Anda?

Apakah Anda Punya mimpi yang besar? Jujur saya pun memiliki sebuah mimpi yang besar.... (Anda bisa lihat di postingan saya yang berjudul My Lucky Diary #2: My Birthday Resolution ). Nah selain mimpi utama tersebut, tentu saya mempunyai mimpi-mimpi lainnya. Salah satunya adalah bertemu dengan Merry Riana... Dan akhirnya saya bisa bertemu dengan Merry Riana!!

Sungguh ini benar-benar di luar dugaan saya. Saya mengira bahwa saya tidak akan pernah bisa bertemu dengan orang yang saya kagumi ini. Namun, ternyata memang mimpi sebesar apapun, meski sepertinya mustahil, tetap bisa kita dapatkan!!

Nah pada beberapa minggu yang lalu saya mengikuti Book Launch dari Merry Riana yang berjudul Mimpi sejuta Dolar. Mau tahu resensi dari bukunya?? Yuukkkk....





Details
ISBN:9789792274813
Author:Alberthiene Endah
Language:INDONESIA
Date Published:2011
Type:SOFT COVER


Synopsis

Titik awal keberhasilan adalah impian.
Dari seorang mahasiswi dengan ekonomi pas-pasan, Merry Riana, anak muda Indonesia, menjelma menjadi miliuner muda dan diakui sebagai pengusaha sukses, motivator yang sangat dinamis, serta pengarang buku terlaris di Singapura. Melewatkan masa kuliah yang penuh dengan keprihatinan finansial di Nanyang Technological University, Merry kemudian menciptakan perubahan paradigma berpikir dan memulai suatu perjuangan dengan konsep dan etos kerja keras luar biasa. Akhirnya, dia berhasil meraih penghasilan 1 juta dolar di usia 26 tahun.
Kini Merry ingin menciptakan dampak positif di dalam kehidupan banyak orang, terutama di Indonesia.
Buku ini berisi pengalaman perjuangan Merry beserta hikmah yang sangat inspiratif dan bisa diterapkan untuk mencapai sukses dalam kehidupan.
“Apa yang dilakukan Merry Riana adalah salah satu contoh bahwa usia tidak membatasi kita untuk sukses, melainkan keuletan dan kerja keras yang menjadi kuncinya.”
--Andy

Yap itulah sinopsis yang saya ambil dari situs gramediaonline.com :D

Nah tentunya saya juga ingin membuat sinopsis versi saya sendiri nih :

Berawal dari Kerusuhan Mei 1998, Merry pergi ke Singapura untuk menjalani pendidikannya di NTU. Seorang mahasiswi asal Indonesia yang berkantong pas-pasan menjalani kerasnya kehidupan di Singapura. Dengan uang $ 10 tiap minggunya dia bertahan hidup dengan makan roti tawar dan mie instan setiap hari. Namun, kesulitan inilah yang akhirnya membuat ia bertekad dan mempunyai mimpi untuk memperoleh kebebasan finansial sebelum usia 30 tahun.

Dalam perjalanan meraih mimpinya, Merry Riana berkali-kali terjatuh dalam kegagalan. Namun yang terpenting bukanlah berapa kali ia terjatuh, namun berapa kali ia bangkit sampai akhirnya ia berhasil. Akhirnya sebuah jawaban datang ketika ia menjadi seorang sales asuransi. Bertemu dengan nenek 100 ribu dolar semakin mendekatkan dirinya pada impiannya. Dan akhirnya pada usianya yang ke-26, Merry Riana berhasil mencapai pendapatan $1,000,000 pertamanya.

Kini selain ia berbisnis sendiri, ia pun menjadi seorang motivator. Ia menjadi motivator karena ingin meraih mimpi sejuta dolarnya yang baru :

" Membawa dampak positif bagi 1.000.000 orang di dunia terutama di Asia, khususnya di Indonesia "

Wah, jujur sangat beruntung saya bisa bertemu dengan Merry Riana, sampai antri panjang saya ladeni demi memperoleh tanda tangan dan bisa berfoto dengannya.

Gallery Foto :













Minggu, 06 November 2011

Menghadapi pasangan yang selingkuh

pasangan selingkuh indonesia
Apa yang akan kamu katakan dan lakukan ketika mengetahui pasangan kamu selingkuh?
Yah..Baik itu pasangan kekasih/pacar atau pasangan hidup (suami/isteri)...ada kemungkinan banyak reaksi yang dilakukan orang ketika menghadapi pasangannya telah selingkuh, yang umumnya adalah berupa reaksi marah, dan secara pribadi saya bisa memaklumi jika orang marah sampai mengamuk membabi-buta menghadapi psangan-nya yang telah berselingkuh, karena tentunya memang yang namanya dihianati sangat menyakitkan.

Sekedar tips:
Sebelum kamu mau marah atau mengamuk cobalah tips berikut yang tujuannya adalah sebagai sugesti positif dan dinamis demi langkah kedepan kamu selanjutnya agar lebih baik dalam mengambil keputusan atau memilih pasangan . Jika kamu mengetahui pasangan kamu berselingkuh, maka katakan kepada pasangan kamu atau kepada diri kamu sendiri "Aku tidak marah karena kamu selingkuh, tapi menyesali karena aku telah begitu bodohnya mempercayai dirimu" .

Kamu boleh percaya boleh tidak, tapi kalimat diatas itu, jika kamu katakan kepada pasangan kamu yang telah selingkuh itu, maka itu akan lebih menusuk dan melukai hati-nuraninya, lebih dalam dan menyakitkan dari pada sekedara caci-maki maupun reaksi kasar lainnya, seperti memukul dan sejenisnya. Karena pada dasarnya hati-nurani manusia adalah sama, tapi keadaan atau tampilan luar yang membuatnya suka nampak berbeda . Dan efek positifnya buat diri kamu sendiri, diharapkan kamu akan menjadi lebih berintropeksi diri, supaya lebih berhati-hati dan cermat dalam menilai pasangan serta kecocokan karatkter nya dan juga mendidik kamu untuk berbesar hati... percayalah...hati yang besar akan terisi sesuatu yang besar pula..




Iklan:




Kamis, 03 November 2011

I Love My Job

 "Choose a job you love, and you will never have to work a day in your life." 





Ada dua orang pengemudi taksi yang bekerja pada perusahaan yang sama, 
tetapi mereka selalu mengalami situasi yang berbeda ketika pulang kerumah. 
Yang satu tampak letih dan mengeluh tentang penghasilannya yang kecil, 
cuaca yang buruk, penumpang yang sepi, dan pemakai jalan yang ugal-ugalan. 


Sedangkan sopir yang satunya selalu kelihatan riang gembira dan bercerita kepada 
keluarganya tentang rezeki yang diperoleh, penumpang yang ramah, 
cuaca yang bersahabat, dan pemandangan yang menarik di jalan. 
Apa yang membuat kedua pengemudi taksi itu mengalami nasib yang berbeda? 

Ternyata sopir taksi yang pertama, setiap pagi, ketika hendak pergi mencari nafkah, 
ia selalu berkata kepada istrinya, “Papa pergi berangkat kerja.” 
Sebaliknya sopir taksi yang kedua, setiap hari, sebelum berangkat ia mengucapkan kalimat yang berbeda. 
“Ayah pergi jalan-jalan keliling kota,” kata sopir taksi itu kepada anak dan istrinya. 

Kata “bekerja” dan jalan-jalan keliling kota” ternyata memiiki pengaruh yang sangat 
berbeda terhadap situasi dan kondisi emosi seseorang. 
“Bekerja” sering di kontaminasikan dengan perintah atasan, jam kerja, disiplin, target, 
tanggung jawab, dan juga beban. 
Sedangkan “Jalan-jalan” ditangkap pikiran kita sebagai rekreasi, bermain, refresing, suasana baru, dan keceriaan. 

Hal itu yang membedakan suasana hati kedua pengemudi taksi tersebut, 
mulai dari melangkah kaki menuju tempat tugas hingga kembali pulang kerumah. 
Maka, jika kita ingin menjadikan susasana kerja kita penuh dengan kegairahan dan suka cita, 
kita juga harus pandai-pandai mengelabui pikiran kita dengan selalu 
menggunakan kata-kata yang positif dan terus berusaha mencintai dan menghargai apa pun yang menjadi kewajiban kita. 

Rabu, 02 November 2011

Bibit Mangga

 "Mari perbaiki sikap, perhalus budi pekerti, jaga kebersihan hati dan
selalu menggali potensi diri agar kesuksesan sejati bisa kita nikmati suatu hari nanti." 





Suatu hari, Ada seorang pemuda sedang berlibur ke rumah neneknya di desa. 
Saat tiba di sana, setelah melepas rindu dan beristirahat sejenak, neneknya menghidangkan 
 sepiring irisan buah mangga yang menggiurkan warna dan aromanya. 


“Wah, mangganya harum dan manis sekali nek, sedang musim ya. 
Saya sudah lama sekali tidak menjenguk nenek, sehingga tidak tahu kalau nenek 
menanam pohon mangga yang berbuah lebat dan seenak ini rasanya.” ujar si pemuda sambil terus melahap mangga itu. 
Dengan tersenyum nenek menjawab, “Makanya, sering-sering lah menjenguk nenek, nenek rindu cucu nenek yang nakal dulu. 
Pohon mangga itu sebenarnya bukan nenek yang menanam. 

Kamu mungkin lupa, waktu kecil dulu, setelah menyantap buah mangga, 
 kamulah yang bermain melempar-lempar biji mangga yang telah kamu makan. 
Nah, ini hasil kenakalanmu itu, telah bertumbuh menjadi pohon mangga dan sekarang sedang kau nikmati buahnya” 

“Sungguh nek? Buah mangga ini hasil kenakalan waktu kecilku dulu yang tidak disengaja? 
Wah, hebat sekali. Aku tidak merasa pernah menanam, tetapi hasilnya tetap bisa aku nikmati setelah sekian tahun kemudian, 
benar-benar sulit dipercaya” si pemuda tertawa gembira sambil menyantap dengan nikmat mangga dihadapannya. 

Nenek melanjutkan berkata, “Cucuku, walaupun engkau tidak sengaja melempar biji mangga di halaman itu, 
tetapi bila tanah lahannya subur dan terpelihara, dia tetap akan bertumbuh. 
Dan sesuai hukum alam, saat musim buah tiba, dia pasti akan berbuah. 
Sedangkan rasa buahnya manis atau tidak adalah sesuai dengan bibit yang kita tanam”. 

Malam hari, si pemuda merenungkan percakapan dengan neneknya. 
 Karena merasa penasaran, diambilnya biji buah mangga sisa di meja dan dibelahnya menjadi 2, 
dia ingin tahu sebenarnya apa yang ada di dalam biji buah mangga itu sehingga bisa menghasilkan 
rasa manis yang membedakan dengan biji buah mangga yang lain. Ternyata dia tidak menemukan perbedaan apapun. 

Melihat tingkah si cucu sang nenek menyela “Cucuku, semua biji buah, tampaknya dari luar sama semua. 
Tetapi sesungguhnya, unsur yang ada di setiap biji buah itu berbeda, perbedaan itulah yang akan menghasilkan rasa, 
aroma dan warna setiap pohon mangga berbeda pula. Semuanya tergantung inti buahnya. 

Cucuku, Demikian pula dengan manusia, tampak luar, setiap manusia adalah sama tetapi 
yang menentukan dia bisa berhasil atau tidak adalah kualitas unsur-unsur yang ada di dalamnya. 
Nah, ternyata alam mengajarkan banyak kepada kita. Bila ingin hasil yang baik, 
harus memiliki unsur kualitas yang baik pula, apakah kamu mengerti?” 

“Terima kasih nek, saya sungguh bersyukur memutuskan datang kesini, 
semua ucapan nenek akan saya jadikan bekal untuk lebih giat belajar dan
membenahi diri agar hidup saya lebih berkualitas”. Ucapnya sambil memeluk tubuh rapuh sang nenek. 

Insight : Bahwa manusia mempunyai kemiripan dengan inti biji buah mangga, 
tampak luar sama, tetapi kualitas unsur yang ada di dalam inti buahnya yang 
membedakan rasa, aroma dan warna si buah mangga. 
Demikian juga dengan manusia, Kualitas mental yang didalamlah yang membedakan 
dan menentukan keberhasilan manusia di masa depan.