Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Juni 2012

4 POLA PIKIR ORANG SUKSES


orang sukses punya pola pikir..., atau cara berfikir yang berbeda dengan pola pikir kebanyakan orang yang tidak sukses. Apa saja itu ?

Banyak Buku Biography yang menceritakan tentang bagaimana perjalan hidup, dan karir bisnis dari orang-rang sukses yang ada di dunia ini - dan tentunya semua pola pikir dari orang-orang sukses tersebut dapat dijadikan tolok ukur - dan juga menjadi Inspirasi yang sangat berharga bagi setiap orang lain-nya yang ada di muka bumi ini, agar tentunya, setiap orang lain juga berhak dapat meraih rahasia dari "kesuksesan" tadi - sebelum action, dalam mencapai sukses tentunya, harus dimulai dari merubah kebiasan konsep pola pikir ( mind set ) yang lama, menjadi lebih baru, dan lebih terbuka dan tanggap terhadap setiap segala hal yang sedang terjadi - dalam memaknai setiap hal, dengan lebih cermat sehingga dapat menumukan solusi baru dalam melangkah mencapai menuju anak tangga kesuksesan tersebut. dan apa saja yag menjadi pola pikir orang sukses..

Sukses tidak ditentukan oleh nasib
Nasib seseorang sangat dipengaruhi oleh semua tindakan yang dilakukannya. Tentu saja tindakan-tindakan itu dimotori oleh pola pikirnya. Menjadi orang sukses dan kaya atau menjadi orang gagal dan miskin bukanlah karena nasib, melainkan karena pola pikir dan tindakannya yang berakibat pada keadaan sekarang. Untuk menjadi sukses dan kaya, orang harus berkemauan keras dan berusaha secara konsisten dari waktu ke waktu. Untuk mencapai sukses yang lebih besar, Kita sewajarnya harus meniru cara berpikir dan cara kerja orang sukses, yaitu mulai dengan sukses-sukses kecil setiap waktu dan dilandasi banyak kemampuan yang akan mempermudah jalan menunju sukses dan kaya.

Sukses adalah suatu kebiasaan
Orang sukses menjadi sukses sebagai suatu kebiasaan yang harus dijalani. Baginya, sukses bukanlah suatu destinasi (tujuan akhir), melainkan suatu proses perjalanan. Setiap keputusan dan tindakan jitu yang Anda lakukan sudah merupakan sukses. Dalam perjalanan hidup sehari-hari, Anda akan banyak mendapatkan sukses-sukses yang terkumpul menjadi sukses besar. Sukses besar tidak dihasilkan hanya dari satu keputusan dan satu tindakan saja, melainkan merupakan akumulasi dari setiap sukses yang Anda peroleh sehari-hari. Dengan demikian, sukses adalah suatu kebiasaaan positif di dalam hidup seseorang.

Kegagalan adalah bagian dari sukses
Orang sukses memandang kegagalan yang dialaminya sebagai bagian dari kesuksesan, sehingga tidak seharusnya membuatnya jera dan menghalangi peluang sukses di masa yang akan datang. Kegagalan hanyalah suatu kesuksesan yang tertunda. Justru dengan suatu kegagalan yang dialaminya ia akan bertambah pengalaman, aman, dan bertambah matang. Ia bertambah gigih dan berhasil. Sebaliknya, orang gagal akan memadang pengalaman ke gagalnya sebagai suatu "trauma" yang membuatnya menjadi jera dan takut untuk memulai lagi.

Orang sukses selalu berorentasi kepada solusi
Dalam hidup, orang yang tidak akan pernah lepas dari masalah. Orang sukses meyakini bahwa di balik suatu masalah yang datang pasti ada peluang dan solusinya. Pola pikir seperti inilah yang membuatnya tahan uji dan tak mudah menyetah. Sebaliknya, orang gagal akan memandang adanya masalah di setiap solusi yang dibuat. Akibatnya, ia cenderung pesimistis dalam menanggapi setiap peluang,. Ia lebih memilih status quo yang dirasa paling aman baginya. Orang gagal biasanya takut mencoba. Baginya lebih baik berdiam diri daripada mencoba dan gagal.

Kamis, 21 Juni 2012

Sup Batu


 selamat beraktivitas kawan semua,semoga Tuhan selalu memberikan perlindungan bagi kita semua.untuk menemani kawan2 beraktivitas. saya akan share sedikit cerita yang mungkin bisa menjadi sumber inspirasi bagi kita.

pada suatu hari, tiga orang bijaksana berjalan melintasi sebuah desa kecil.
Desa itu tampak miskin. Tampak dari sawah-sawah sekitarnya yang sudah tidak menghasilkan apa-apa lagi. Ya, memang telah terjadi perang di negeri itu - dan sebagai rakyat jelata - merekalah yang kena dampaknya. Macetnya distribusi pupuk, bibit, dan kesulitan-kesulitan lain membuat sawah mereka tidak mampu menghasilkan apa-apa lagi. Cuma beberapa puluh orang yang masih setia tinggal di desa itu.
Sekonyong-konyong beberapa orang mengerubuti tiga orang bijaksana itu. Dengan memijit-mijit tangan dan punggung tiga orang itu, orang-orang desa memelas dan meminta sedekah, roti, beras, atau apalah yang bisa dimakan.
Satu dari tiga orang bijaksana itu lalu bertanya kepada penduduk desa itu, “Apakah kalian tidak punya apa-apa, hingga kalian meminta-minta seperti ini ?”
“Kami tidak memiliki apapun untuk dimakan, hanya batu-batu berserakan itu yang kita miliki.” Jawab salah satu penduduk desa.
“Maukah kalian kuajari untuk membuat sup dari batu-batu itu ?” tanya orang bijaksana sekali lagi.
Dengan setengah tidak percaya, penduduk itu menjawab, “Mau..”
“Baiklah ikutilah petunjukku.” Orang bijaksana itu menjelaskan, “Pertama-tama, ambil tiga batu besar itu, lalu cucilah hingga bersih !” perintah orang bijaksana sambil menunjuk tiga buah batu sebesar kepalan tangan. Orang-orang pun mengikuti perintahnya.
Sesudah batu itu dicuci dengan bersih hingga tanpa ada pasir sedikitpun di permukaannya. Orang bijaksana itu lalu menyuruh penduduk untuk menyiapkan panci yang paling besar dan menyuruh panci itu untuk diisi dengan air. Ketiga batu bersih itupun lalu dimasukkan ke dalam panci - dan sesuai dengan petunjuk orang bijaksana itu - batu-batu itupun mulai direbus.
“Ada yang dari kalian tau bumbu masak ? Batu-batu itu tidak akan enak rasanya jika dimasak tanpa bumbu.” Tanya orang bijaksana.
“Aku tahu !” seru seorang ibu, kemudian ia mengambil sebagian persediaan bumbu dapurnya, kemudian meraciknya, dan memasukkannya kedalam panci besar itu.
“Adakah dari kalian yang memiliki bahan-bahan sup yang lain ?” Tanya orang bijaksana itu. “Sup ini akan lebih enak jika kalian menambahkan beberapa bahan lain, jangan cuma batu saja.”
Beberapa penduduk mulai mencari bahan-bahan makanan lain di sekitar desa. Beberapa waktu kemudian dua orang datang dengan membawa tiga kantung kentang. “Kami menemukannya di dekat kali, ternyata ada banyak sekali kentang liar tumbuh disana.” Katanya. Kemudian orang itu mengupas, encuci, dan memotong-motong kentang-kentang itu dan memasukkannya ke dalam panci.
Kurang dari satu menit, seorang ibu datang dengan membawa buncis dan sawi. “Aku masih punya banyak dari kebun di belakang halaman rumahku.” Kata ibu itu, lalu ibu itu meraciknya dan memasukkannya ke dalam panci.
Sesaat, datang pula seorang bapak dengan tiga ekor kelinci di tangannya. “Aku berhasil memburu tiga ekor kelinci, kalau ada waktu banyak, mungkin aku bisa membawa lebih lagi, soalnya aku baru saja menemukan banyak sekali kawanan kelinci di balik bukit itu.” Dengan bantuan beberapa orang, tiga kelinci itu pun disembelih dan diolah kemudian dimasukkan ke dalam panci.
Merasa telah melihat beberapa orang berhasil menyumbang sesuatu. Penduduk-penduduk yang lain tidak mau kalah, mereka pun mulai mencari-cari sesuatu yang dapat dimasukkan ke dalam panci sebagai pelengkap sup batu.
Kurang dari satu jam, beberapa penduduk mulai membawa kol, buncis, jagung, dan bermacam-macam sayuran lain. Tak hanya itu, anak-anak juga membawa bermacam-macam buah dari hutan. Mereka berpikir akan enak sekali jika buah-buah itu bisa dijadikan pencuci mulut sesudah sup disantap. Ada pula seorang bapak yang membawa susu dari kambing piaraannya, dan ada pula yang membawa madu dari lebah liar yang bersarang di beberapa pohon di desa itu.
Beberapa jam kemudian sup batu itu telah matang. Panci yang sangat besar itu sekarang telah penuh dengan berbagai sayuran dan siap disantap. Dengan suka cita, penduduk itu makan bersama dengan lahapnya. Mereka sudah sangat kenyang, hingga mereka lupa ‘memakan’ batu yang terletak di dasar panci.
Tiga orang bijaksana itu hanya tersenyum melihat tingkah para penduduk itu. Dan mereka pun sadar, sekarang waktunya mereka untuk meneruskan perjalanan. Mereka mohon diri untuk meninggalkan desa itu.
Sebelum beranjak pergi, seorang bapak sekonyong-konyong memeluk dan menciumi ketiga orang itu sambil berkata, “Terima kasih telah mengajari kami untuk membuat sup dari batu....”

masalah ( kelaparan ) yang di hadapi penduduk di atas kita ibratkan adalah sebuah tujuan dari seorang manusia. kalau dalam mencapai sebuah tujuan manusia hanya diam dan hanya cuma menunggu bantuan saja tujuan yang kita impikan tidak akan kita dapatkan.dan bagaimana sebuah tujuan yang kita bikin bisa terealisasi...3 orang bijak sudah memberikan contohnya yaitu dengan bergerak dan bertindak dengan memanfaatkan potensi yang ada dlm diri kita dan di sekitar kita tujuan akan tercapai.
( sumber : http://www.nomor1.com/wyjj9316 )

Senin, 18 Juni 2012

Dua Buah Ember


dua buah ember di tepi sebuah sungai. Tak dapat dipastikan sudah berapa banyak air yang telah mengisi kedua ember itu. Namun selalu saja kedua ember tersebut pada akhirnya harus menjadi kosong, dan akan dibawa lagi ke tepi sungai ini untuk diisi air.
“Engkau nampak murung kurang bergembira hari ini. Apa gerangan yang telah menggerogoti bathinmu?” Tanya satu di antaranya kepada ember yang lain yang berada di sampingnya.
“Oh nasib...nasib!! Sungguh suatu pekerjaan yang sia-sia tanpa arti. Setiap hari saya selalu mengulangi pekerjaan yang sama, yakni datang ke sungai ini untuk diisi dengan air hingga penuh. Namun setelah itu saya akan menjadi kosong lagi dan harus datang lagi ke tempat ini. Sungguh membosankan!!” Keluh ember yang ditanya.
“Oh...begitu!!” Sahut ember yang pertama. “Tapi aku tak pernah berpikir demikian. Sebaliknya, setiap kali setelah tiba di tepi sungai ini, saya akan selalu dengan penuh gembira berkata; Dalam kehampaan aku datang, namun dalam kelimpahan aku meninggalkan tempat ini. Sungguh suatu kebahagiaan yang luar biasa.¡¨
Kita mungkin perlu mengubah sudut pandangan, setiap hari kita melakukan pekerjaan yang sama,pastilah bosan dan jenuh menghampiri kita.dan pekerjaaan yang kita lakukan tak akan maksimal bahkan ogah2an.dan kita sudah menilai hasil yang kita dptkan pasti tidak akan memuaskan.buatlah diri anda selalu bahagia dan selalu rasa senang dalam melakukan pekerjaan kita adalah salah satu kunci untuk nenghilangkan rasa  bosan dan jenuh.ingat tidak ada yg sia-sia dengan apa yg kita lakukan karena semua saling berhubungan.

Jumat, 15 Juni 2012

Persahabatan Semut hitam & merah

Musim kemarau hampir berakhir. Setiap hari warga semut hitam semakin sibuk mengumpulkan makanan untuk persediaan di musim penghujan nanti.
Demikian halnya di pagi yang cerah ini. Mereka keluar rumah hendak mencari makan. Wajah - wajah mereka tampak bersemangat. Simi dan Simo tak mau ketinggalan. Sejak matahari belum terbit, mereka berdua telah siap untuk bekerja. Warga semut hitam berpencar ke segala arah. Ada yang berpencar ke arah barat, timur, selatan maupun utara. Meskipun berpencar, tetapi jika ada salah satu diantara mereka menemukan tempat yang banyak makanannya, maka teman - teman yang lain segera diberi tahu. Setelah berkumpul, mereka pun mengangkat makanan itu sedikit demi sedikit secara beriringan. Pagi ini Simi dan Simo bersepakat mencari makan bersama - sama. Mereka bersepakat untuk mencari makan ke arah barat. Sambil bernyayi - nyanyi, keduanya berjalan dengan tegap. Langkah kaki mereka mantap seperti prajurit yang akan bertempur di medan laga. Sesekali mereka berhenti menyanyi untuk menyapa makhluk lain yang mereka jumpai di jalanan. Belum lagi sampai di tujuan, mendadak langkah mereka terhenti. Sayup - sayup Simi dan Simo mendengar rintihan seekor semut yang mengaduh kesakitan. Arah suara itu datang dari parit. "Jalan disini agak terjal, tentu semut yang malang ini terpeleset dan jatuh ke dalam parit," duga Simi dalam hati. Mereka berdua mendekat ke arah datangnya suara itu. Begitu sampai, mata Simi terbelalak sebab dugaannya benar. Ia menjumpai seekor semut merah yang tak berdaya tergeletak di dalam parit. Kaki, tangan dan kepalanya luka parah karena terbentur batu. Sungguh kasihan semut merah itu. Simi terharu melihatnya. Namun Simo tak demikian. Ia diam saja, bahkan wajahnya justru dipalingkan ke arah lain. "Simo jangan diam saja, ayo kita tolong," ajak Simi. "Tidak mau, aku tak sudi menolongnya," jawab Simo tegas. "Mengapa?" tanya Simi keheranan. "Dia kan bukan warga kita. Kamu ingat kan Simi? Sudah berkali - kali warga semut hitam yang memasuki wilayah semut merah diusir dan dimusuhi. Untuk apa kita susah - susah menolongnya," jawab Simo dengan wajah kesal. "Kalau kamu mau menolong, silahkan! Aku akan melanjutkan perjalanan ini," kata Simo sambil melangkah pergi. "Hai tunggu dulu!," pinta Simi. Simo terus saja pergi. Dia tak mau lagi mendengarkan kelanjutkan kata - kata Simi. Tekatnya sudah bulat untuk tidak menolong semut merah yang dianggapnya sebagai musuh. "Biar bagaimanapun juga semut ini harus kutolong. Meskipun ia bukan berasal dari semut hitam, tetapi dia juga seperti aku. Sama - sama makhluk ciptaan Tuhan. Aku harus membawanya ke rumah dan merawatnya. Jika tidak segera kutolong aku khawatir keadannya akan semakin memburuk," kata Simi dalam hati. Akhirnya semut merah yang luka parah itu digendong Simi dan dibawa ke rumah. Selama di perjalanan, walaupun berkata pelan - pelan dan terputus - putus, semut merah itu masih sempat memperkenalkan diri. Dia bernama Simer semut dan rumahnya di desa Mutbang. Selain itu diceritakannya juga mengenai kejadian yang baru saja menimpanya. Sudah enam hari Simer dirawat di rumah Simi semut. Setelah luka - lukanya sembuh, Simer minta diri untuk pulang ke rumahnya. Simi semut mengizinkan. Namun Simi tak sampai hati jika Simer pulang sendirian. Oleh karena itu, Simi pun mengantar Simer sampai di perbatasan. Sebelum berpisah, Simer berkali - kali mengucapkan terima kasih atas kebaikan Simi yang dengan rela mau berkorban untuk dirinya. Ketika memasuki wilayah warga semut merah, Simer melihat perkelahian yang tidak seimbang. "Hai hentikan!" kata Simer. Ternyata Simer menjumpai Simo yang sedang dikeroyok oleh empat ekor semut merah, teman - teman Simer. "Sabarlah dulu teman - teman," kata Simer pada keempat teman - temannya. "Mengapa bisa jadi begini?" katanya lagi. "Simer, kau lihat sendiri kan? berani - beraninya semut hitam ini menginjakkan kakinya di wilayah kita. Kalau tidak dihajar begini dia pasti akan masuk ke wilayah kita lagi. Selain itu, kalau kita berada di wilayahnya tentu kita akan dimusuhi," jawab salah satu semut membela diri. "Sudah.. Sudah," kata Simer. "Sebenarnya hal semacam ini tidak perlu lagi kita permasalahkan. Bukankah kita masih saudara? Sama - sama bangsa semut. Untuk apa kita terus - menerus bermusuhan? Tidakkah lebih baik kita bersahabat dan saling menolong? Oleh karena itu, ayo kita galang kerukunan diantara warga semut merah dan semut hitam," ajak Simer. "Tidak bisa!" kata salah satu semut merah. "Tunggu dulu," kata Simer dengan sabar. "Kita tidak bisa hidup tanpa bantuan dan pertolongan makhluk lain. Jadi, mau tidak mau kita wajib membina persahabatan dan menghindari adanya permusuhan," kata Simer tegas. "Aku akan bercerita. Beberapa hari yang lalu, aku terperosok di parit. Kaki, tangan dan kepalaku luka parah, sehingga aku tidak dapat bangun. Nah, kebetulan ada dua ekor semut hitam yang lewat disitu, yaitu Simi semut dan Simo semut. Aku ditolong dan dirawat di rumah Simi sampai luka - lukaku sembuh," cerita Simer kepada teman - temannya. "Nah, apakah kita harus saling bermusuhan lagi?" tanya Simer kepada mereka. "Tidak ada gunanya kita saling bermusuhan bukan?" tanyanya lagi. Akhirnya mereka sepakat untuk tidak bermusuhan lagi. Mereka saling memaafkan kesalahan masing - masing. Demikian juga dengan Simo semut. Ia juga minta maaf kepada Simer atas kekasarannya beberapa hari yang lalu. Selanjutnya warga semut hitam dan semut merah hidup berdampingan dengan rukun dan damai.

Kamis, 14 Juni 2012

Apa Kelebihan Kamu ...??



Dalam sebuah kapal ada 4 ekor hewan yang menemani seorang nahkoda. Hewan itu ialah ayam, gajah, harimau dan tikus. Suatu hari keempat hewan itu berkumpul dan menceritakan kehebatan masing-masing.
Kata Ayam : "Aku selalu memberi telur kepada nahkoda kita. Berkat aku, dia dapat makan enak dan bergizi."
Gajahpun tak mau kalah "Aku kuat, aku selalu membantu nahkoda kita untuk mengangkat barang-barang berat."
Harimau menimbrung "Kalau aku terkenal sakti dan selalu dapat memenangkan setiap pertempuran, aku selalu melindungi nahkoda kita dari serangan bajak laut dan orang-orang jahat".
Hanya tikus yang terdiam. Ketiga hewan lainnya memandang dia katanya : "Tikus apa fungsimu di sini, hanya engkau yang tak mempunyai fungsi di sini.hahahaha". Mereka mengejek tikus itu.
Suatu hari kapal itu terantuk pada tonjolan karang dan bocor. Keempat hewan itu dan nahkodanya panik. Mereka tidak tahu apa yang akan mereka lakukan karena lokasi kebocoran berada di tempat tersembunyi sehingga tidk bisa ditemukan. Tikus berpikir sejenak kemudian berkata : "Teman-teman mungkin inilah saatnya aku dapat berguna bagi kalian." Lalu tikus itu mulai bergerak. Dengan tubuh mungil dan lonjong itu dia begitu mudah masuk ke sela-sela kayu untuk menemukan sumber kebocoran itu. Akhirnya kapal itu dapat diselamatkan.
Nahkoda itu berkata : "Untung ada kamu tikus, kalau tidak kita bisa celaka". Ketiga temannya pun tertunduk malu karena mereka telah mengejek tikus itu.

Demikianlah TUHAN memberikan kepada kita semua talenta masing masing. Tidak ada orang bodoh yang ada hanya orang yang tidak sadar akan bakat yang diberikan TUHAN kepada kita. Janganlah mengejek dan saling merendahkan tetapi hendaklah saling melengkapi untuk hidup yang lebih baik.

Rabu, 13 Juni 2012

Kisah 4 Lilin



Ada 4 lilin yang sedang menyala. Sedikit demi sedikit habis meleleh. Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka.
Lilin yang pertama berkata: “Aku adalah Damai."
"Namun manusia tak mampu menjagaku. Maka lebih baik aku mematikan diriku saja!”
Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin pertama padam.
Lilin yang kedua berkata: “Aku adalah Iman.”
“Sayang aku tak berguna lagi. Manusia tak mau mengenalku. Tak ada gunanya aku tetap menyala.”
Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.
Dengan sedih giliran lilin ketiga bicara: ”Aku adalah Cinta.”
“Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala. Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna. Mereka saling membenci. Bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.”
Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah lilin ketiga.
Tanpa terduga…
Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga lilin telah padam.
Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata: “Eh apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala. Aku takut akan kegelapan!”
Lalu ia mengangis tersedu-sedu.
Lalu dengan terharu lilin keempat berkata:
"Jangan takut. Janganlah menangis. Selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga lilin lainnya."
”Akulah HARAPAN.“
Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga lilin lainnya.

Apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN. Jangan sampai kita kehilangan HARAPAN.

Minggu, 10 Juni 2012

Cara Berpikir Gajah



Ketika teman saya sedang melewati gajah, ia tiba-tiba berhenti, bingung dengan makhluk-makhluk besar yang diikat oleh tali kecil pada kaki depan mereka. Gajah tidak rantai, juga tidak dikandang. Sudah jelas gajah bisa melepaskan diri kapan saja dari tali yang mengikat gajah tersebut. Teman saya bertanya ke pelatih yang ada didekatnya, kenapa hewan-hewan besar (gajah) itu tidak berusaha melarikan diri, padahal itu adalah sangat mudah untuk gajah lakukan.
“Yah,” kata pelatih gajah, “ketika gajah-gajah itu masih sangat muda dan jauh lebih kecil, kami mengikat gajah tersebut menggunakan tali ukuran kecil yang pada usia saat itu cukup untuk menahan gajah tersebut. Ketika gajah-gajah itu tumbuh, gajah-gajah itu dikondisikan untuk percaya bahwa gajahtersebut tidak dapat melepaskan diri dari ikatan itu. Gajah itu percaya bahwa tali yang kecil itu masih bisa menahan mereka, sehingga gajah-gajah tersebut tidak pernah mencoba membebaskan diri.
Teman saya kagum. Gajah ini bisa setiap saat melepaskan diri dari ikatan mereka tetapi karena mereka percaya bahwa mereka tidak bisa, mereka berdiam diri. Gajah tersebut terjebak dengan apa yang mereka percayai.
Seperti gajah, berapa banyak dari kita menjalani hidup tergantung pada keyakinan bahwa kita tidak bisa melakukan sesuatu, hanya karena kita gagal sekali sebelumnya? Kita telah tumbuh lebih dewasa, paling tidak telah bertambah usia dan pengalaman hidup. Jadi mari kita coba ulangi apa yang kita takut karenanya, bukan untuk gagal lagi, tetapi untuk menutup ketakutan dengan keberhasilan.
Gagal meyakinkan diri untuk mencoba lagi, adalah kegagalan yang sesungguhnya.maka kalau kita menghadapi sebuah kegagalan jangan mudah menyerah ataupun rasa trauma.

Penyebab Sebuah Kegagalan

1. Tidak ada tujuan / goal yang tepat, tidak tahu apa yang diinginkan dan diprioritaskan dalam hidup 


2. Tidak pernah mencatat tujuan : hanya di kepala, tidak dikertas atau Goal Visualization atau sarana apapun.

3. Tidak ingin dan Tidak mau bertanggung jawab atas tindakannya, selalu mencari alasan atau excuse atas kegagalannya.

4. Tidak ada tindakan yang efektif : Banyak rencana, tidak ada tindakan alias No Action Talk Only (NATO).

5. Membatasi diri sendiri : menganggap diri tak berhak sukses ( Menyerah Sebelum Berjuang ) , karena terlalu tua, tak punya modal, bawaan keluarga, tempat tak memungkinkan, tak punya kepandaian , .

6. Malas : tidak mau kerja keras, selalu berusaha menggunakan cara paling mudah, cepat dan hemat waktu, tapi ingin mendapatkan uang paling banyak.

7. Berteman dengan teman-teman yang salah, hidup di lingkungan orang-orang yang gagal.
8. Tidak bisa mengatur waktu alias Salah Prioritas.

9. Salah memakai strategi atau cara bertindak, tidak mempunyai strategi yang paling baik. Berusaha keras, hasil nol.

10. Kurang pengembangan diri: jarang membaca, tidak mau menambah pengetahuan , jarang mendengar ( bila berinteraksi hanya mau mendominasi ) , tak pernah mengumpulkan informasi baru dan lain-lain.

11. Tidak ada kesungguhan atau komitmen untuk sukses: mudah putus asa atau menyerah pada waktu menghadapi rintangan.

12. Kurang menggunakan Kekuatan Pikiran Bawah Sadar.

13. Kurangnya hubungan antar manusia yang baik.

14. Sombong dan menganggap Diri Sendiri Paling Hebat dan Berhenti Belajar.

15. TIDAK BERANI BERMIMPI ; Teruslah berharap dan bermimpi utk bisa menggapai
lebih dari apa yang anda punya sa’at ini karena Impian itu adalah awal dari Pencapaian Lanjutan untuk menuai Keberhasilan.

Ingin Sukses ???
Hindari 15 penyebab kegagalan tadi ! terutama nomor Terakhir ! ! !
HOPE is a Waking Dream … with LOVE and PERSISTENCE everything is POSSIBLE.

Sabtu, 09 Juni 2012

Think Win-Win


Seekor kelinci sedang duduk santai di tepi pantai.
Tiba tiba datang seekor rubah jantan besar yang hendak memangsanya. Lalu kelinci itu berkata : "Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci. Yang kalah akan jadi santapan yang menang, dan saya yakin saya akan menang."
Sang Rubah jantan merasa tertantang, "Dimanapun jadi, Masa sih kelinci bisa menang melawan aku ?"
Merekapun masuk ke dalam sarang kelinci. Sepuluh menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam Setangkai paha rubah dan melahapnya dengan nikmat.
Sang Kelinci kembali bersantai, sambil memakai kaca mata hitam dan topi pantai.
Tiba tiba datang se-ekor serigala besar yang hendak memangsanya. Lalu kelinci berkata : "Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci. Yang kalah akan jadi santapan yang menang, dan saya yakin saya akan menang."
Sang serigala merasa tertantang, " Dimanapun jadi, Masa sih kelinci bisa menang melawan aku ?"
Merekapun masuk ke dalam sarang kelinci. Lima belas menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam Setangkai paha serigala dan melahapnya dengan nikmat.
Sang kelinci kembali bersantai, Sambil memasang payung pantai dan merebahkan diri diatas pasir.
Tiba tiba datang se-ekor beruang besar yang hendak memangsanya. Lalu kelinci berkata :" Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi di dalam lubang kelinci. Yang kalah akan jadi santapan yang menang, dan saya yakin saya akan menang."
Sang Beruang merasa tertantang, " Dimanapun jadi, Masa sih kelinci bisa menang melawan aku ?"
Merekapun masuk ke dalam sarang kelinci. Tiga puluh menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam setangkai paha Beruang dan melahapnya dengan nikmat.
Pohon kelapa melambai lambai. Lembayung senja sudah tiba, habis sudah waktu bersantai.
Sang Kelinci melongok kedalam lubang kelinci, sambil melambai "Hai, keluar, sudah sore, besok kita teruskan !!"
Keluarlah se-ekor harimau dari lubang itu, sangat besar badannya. Sambil menguap Harimau berkata "Kerjasama kita sukses hari ini, kita makan kenyang dan saya tidak perlu berlari mengejar kencang."

(Winner selalu berpikir mengenai kerja sama, sementara Looser selalu berpikir bagaimana menjadi tokoh yang paling berjaya.)
sumber:http://www.nomor1.com

Jumat, 08 Juni 2012

The Award (For Best Career Advice) Goes To...


Diakui atau tidak, banyak sekali hal-hal dalam hidup kita yang dipengaruhi oleh apa yang kita tonton, mulai dari pakaian, gaya bicara, tujuan bepergian, dan tak ketinggalan... karier.
Anda pasti terheran-heran, bagaimana film Hollywood bisa memengaruhi karier seseorang. Coba lihat lebih dalam ke setiap film yang Anda tonton, pasti setidaknya ada hal-hal kecil yang bisa diaplikasikan untuk perkembangan karier Anda. Nah, bertepatan dengan pengumuman anugerah Academy Awards ke-84 akhir Februari lalu, Cosmo akan berbagi tip karier yang bisa Anda pelajari dari sebagian film yang dinominasikan sebagai Best Picture tahun ini. Yeap, tonton filmnya dan buatlah karier Anda lebih meaningful. Anda pun bebas memilih pelajaran dari film mana yang menurut Anda paling berguna, ladies. And the award for the best career advice goes to...
There’s Always A Second Act
The Artist
Sinopsis: Peraih Oscar ini mengisahkan seorang aktor film bisu, George Valentin, yang enggan ikut arus membintangi film Hollywood yang mulai menggunakan dialog, sehingga kariernya mengalami kemunduran.
Pelajaran yang bisa diambil: Selalu ada peluang kedua. Jika Anda tak menemukan kepuasan di posisi saat ini, maksimalkan skill yang sebenarnya Anda miliki, dan temukan pekerjaan lain yang mungkin jauh lebih sesuai dengan Anda. Memang sih, artinya sama saja dengan memulai lagi dari nol, but it’ll be worth it. Dalam film tersebut George Valentin membutuhkan keyakinan yang besar dari dalam diri dan rela mengesampingkan ego untuk mengakui bahwa masa keemasannya sudah lewat. Namun, ia lantas menyadari bahwa dirinya memiliki sebuah skill lain yang selama ini ia pendam. Skill itulah yang kelak memberinya jalan keluar di saat ia merasa tak ada harapan untuk berkembang.
Let Your Imagination Run Free
Midnight in Paris
Sinopsis: Dalam perjalanan liburannya ke Paris, Gil Pender, seorang penulis naskah film asal Amerika, terhanyut dalam imajinasi suasana kota tersebut di tahun 1920-an. Gil pun tak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk berdiskusi dengan penulis-penulis idolanya dari masa lalu.
Pelajaran yang bisa diambil: Jika merasa stuck di profesi yang tidak memuaskan hasrat kreativitas Anda , biarkanlah imajinasi Anda berkembang. Salurkan passion Anda di tempat lain, tanpa harus meninggalkan pekerjaan yang sekarang. Cari inspirasi dari tokoh-tokoh yang Anda kagumi.
Take A Risk
The Help
Sinopsis: Skeeter, jurnalis muda di Mississippi diam-diam menulis buku mengenai diskriminasi yang dialami para pekerja kulit hitam yang diperlakukan bak budak oleh para majikan kulit putih, yang tak lain adalah sahabat-sahabatnya sendiri.
Pelajaran yang bisa diambil: Keberanian mengambil risiko sering membuahkan hasil yang manis, seperti ide baru di kantor atau memutuskan untuk berhenti bekerja dan melakukan wirausaha. Lihat Skeeter, meski berisiko dikucilkan, namun demi sesuatu yang ia anggap benar, ia tak takut untuk jujur pada hatinya.
Play Your Role Well
Extremely Lod & Incredibly Close
Sinopsis: Oskar menjelajahi seantero New York untuk memecahkan teka-teki kunci misterius yang ditinggalkan sang ayah yang tewas dalam tragedi 11 September. Berbulan-bulan Oskar menemui puluhan bahkan ratusan orang untuk mencari tahu perihal kunci tersebut. Di lain pihak,  Oskar kurang begitu dekat dengan ibunya, bahkan membencinya. Padahal, tanpa sepengetahuan Oskar, sang ibu selalu memantaunya.
Pelajaran yang bisa diambil: Dipandang remeh oleh rekan kerja atau supervisor? Jangan biarkan hal itu menjatuhkan Anda. Fokus dan tetap lakukan pekerjaan sebaik-baiknya. Nanti lambat laun pasti mereka akan melihat dedikasi dan kemampuan Anda yang sebenarnya. Seperti sosok ibu dalam film Extremely Loud & Incredible Close, meskipun dibenci oleh anaknya, namun ia tetap tulus menjalankan perannya sebagai ibu.
Be Outstanding
Moneyball
Sinopsis: Manajer tim bisbol oakland Athletics, Billy Beane, dikenal kontroversial karena memilih pemain untuk timnya dengan penilaian melalui angka-angka statistik, ketimbang cara konvensional seperti penelusuran bakat para pemain.
Pelajaran yang bisa diambil: Jangan selalu mencari posisi aman dengan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan semua orang. Bahkan jika nanti hasilnya tidak sesukses yang dibayangkan, si bos pasti akan mengagumi inisiatif Anda. Tapi jangan lupa untuk mencari momen yang tepat, jangan sampai Anda dianggap kurang waras oleh rekan kerja karena ide gila itu
( sumber :  Cosmopolitan Edisi April 2012 )

Senin, 04 Juni 2012

yakin dan percaya pada diri sendiri



percayalah dan yakinlah pada diri sendiri
Jangan takut dengan keadaan
Ada saatnya menangis ada saatnya tertawa
Semua pilihan di tangan kita

Hidup memanglah sulit dan jangan dibuat sulit
Semakin sulit semakin terlilit
Jangan berhenti berpikir jangan berhenti bermimpi
Jangan berhenti bertindak…berjuanglah!

Percayalah pada dirimu sendiri
Jadilah sang optimis yang berani
Yakinlah pada dirimu sendiri
Dan jadilah selalu yang terbaik

Percayalah dan yakinlah terhadap diri sendiri
Untuk apa takut keadaan
Dunia terus berubah kita pun harus berubah
Ikut berubah dan jangan menyerah

Jangan mengharap yang instant dan abracadabra
Keberhasilan tak terwujud satu malam
Apapun yang kita percayai bisa kita raih
Kuncinya hanyalah percaya diri

Senin, 21 Mei 2012

Gagal jadi karyawan, sukses jadi pengusaha !! Masuk Gan

Seorang lelaki melamar pekerjaan sebagai office- boy di istana. Staf istana mewawancarai dia dan memberi tugas membersihkan lantai sebagai tesnya. 

Ilustration

"Kamu diterima," katanya. "Berikan alamat e- mailmu dan saya akan mengirim formulir untuk diisi dan pemberitahuan kapan kamu mulai kerja."
 Lelaki itu menjawab, "Tapi saya tidak punya komputer, apalagi e-mail."

"Maaf," kata staf itu. "Kalau kamu tidak punya e-mail, berarti kamu tidak hidup dan tidak bisa diterima bekerja."

Ilustration

Lelaki itu pergi dengan harapan kosong. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan hanya dengan sedikit uang di dalam kantongnya. Setelah berpikir panjang, ia memutuskan untuk pergi ke pasar & membeli 10 kg tomat. Ia menjual tomat itu dari rumah ke rumah (door-to-door).

Kurang dari 2 jam, dia berhasil melipatgandakan modalnya. Dia melakukan pekerjaan ini tiga kali, dan pulang dengan membawa uang yang cukup untuk hidup beberapa hari. Dia pun sadar bahwa dia bisa bertahan hidup dengan cara ini. 

Ia mulai pergi bekerja lebih pagi dan pulang lebih larut. Uangnya menjadi lebih banyak 2x sampai 3x lipat tiap hari. Dia pun membeli gerobak, lalu truk, dan akhirnya ia memiliki armada kendaraan pengiriman sendiri.

Lima tahun kemudian, lelaki yang tekun dan pekerja keras itu sudah menjadi salah satu pengusaha makanan terbesar. Ia mulai merencanakan masa depannya bersama keluarga dan memutuskan untuk memiliki asuransi jiwa.

Ia menghubungi broker asuransi. Sang broker pun menanyakan alamat e-mailnya. Lelaki itu menjawab, "Saya tidak punya e-mail."

Sang broker bertanya dengan penasaran,"Ah anda pasti bercanda, mana mungkin anda bisa sesukses ini kalo e-mailpun anda tak punya?". Lelaki itu menjawab, "Ya saya memang tidak pintar, tapi saya telah membangun ini semua dengan impian dan kerja keras".

"Anda tidak punya e-mail, tapi sukses membangun sebuah usaha besar. Bisakah Anda bayangkan, sudah jadi apa Anda kalau punya e-mail?"

Lelaki itu menjawab, "Ya, saya akan menjadi office boy di istana"

Sahabat-sahabat terkasih, kisah inspirasi ini mengingatkan kita bahwa jangan pernah jadikan keterbatasan yang orang lain ukurkan kepada anda sebagai suatu tolak ukur keberhasilan hidupmu.




Sukses tidak didapatkan karena kita lebih mengetahui sesuatu daripada orang lain, melainkan karena kita TELAH melakukan sesuatu yang tidak orang lain ketahui. 


Salam Sukses

Minggu, 22 Januari 2012

Penjara Pikiran


Seekor belalang lama terkurung dalam satu kotak. Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya, dengan gembira dia melompat lompat menikmati kebebasannya.

Di perjalanan dia bertemu dengan belalang lain, namun dia heran mengapa belalang itu bisa lompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya.



Dengan penasaran dia bertanya,
“Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh dariku,padahal kita tidak jauh berbeda dari usia maupun ukuran tubuh?” Belalang itu menjawabnya dengan pertanyaan,

“Dimanakah kau tinggal selama ini? Semua belalang yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan.”

Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang telah membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas.

Sering kita sebagai manusia, tanpa sadar, pernah juga mengalami hal yang sama dengan belalang tersebut. Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan beruntun, perkataan teman,tradisi, dan semua itu membuat kita terpenjara dalam kotak semu yang mementahkan potensi kita.

Sering kita mempercayai mentah-mentah apa yang mereka voniskan kepada kita tanpa berpikir dalam bahwa apakah hal itu benar adanya atau benarkah kita selemah itu? Lebih parah lagi, kita acap kali lebih memilih mempercayai mereka daripada mempercayai diri sendiri.

Tahukah Anda bahwa gajah yang sangat kuat bisa diikat hanya dgn tali yang terikat pada pancang kecil? Gajah sudah akan merasa dirinya tidak bisa bebas jika ada “sesuatu” yang mengikat kaki nya, padahal “sesuatu” itu bisa jadi hanya seutas tali kecil…

Sebagai manusia kita mampu untuk berjuang, tidak menyerah begitu saja kepada apa yang kita alami. Karena itu, teruslah berusaha mencapai segala aspirasi positif yang ingin kita capai. Sakit memang, lelah memang,tapi jika kita sudah sampai di puncak, semua pengorbanan itu pasti akan terbayar. Pada dasarnya, kehidupan kita akan lebih baik kalau kita hidup dengan cara hidup pilihan kita sendiri, bukan dengan cara yang di pilihkan orang lain untuk kita.

  

Kamis, 05 Januari 2012

Permainan Pikiran

To the point  g pake pendahuluan, atau basa-basi intinya langsung di baca saja ya !!

Bagus buat nambah wawasan & Pengetahuan baru 

 

Terjebak Formalitas Bisnis

Seorang kawan diberi modal 50 juta oleh mertuanya untuk memulai sebuah usaha di bidang pendidikan. Apa yang ia lakukan?
Yang pertama sekali ia pikirkan adalah kantor. Segera ia mencari tempat untuk menyewa kantor. Ia cari tempat yang cukup strategis, enak, dan rada elit. Ia tak mampu ia menahan godaan, “Pokoknya kantor gue harus keren, elite”. Ludeslah sudah 30 juta untuk masa sewa 2 tahun.

“Ah masih ada cukup uang untuk beli alat-alat kantor,” pikirnya. Maka tanpa pikir panjang dia lengkapi kantornya dengan sofa, meja, lemari, laptop, dan barang-barang keperluan kantornya lainnya senilai 15 juta. Lalu dia rekrut 2 orang karyawan untuk mengelola kantor itu. Satu orang sekretaris yang cantik dan satu orang office boy. Sekarang uangnya tinggal 5 juta untuk modal kerja.

Tuliskan Impian-Impian Anda

Saya punya banyak impian. Sayangnya saya tidak bisa segera meraihnya dalam waktu sekejap. Karena itu saya sediakan sebagian dari waktu dan investasi saya untuk terus “membangun” impian saya di masa depan.

Saya perhatikan banyak orang yang “membuang” impiannya. Ia sudah menyerah sebelum mulai membangunnya. Mungkin karena ia merasa nggak akan mungkin bisa mewujudkannya. Karena itu ia campakkan dan kubur jauh-jauh impian-impiannya. Banyak orang sudah tak berani lagi. Bahkan hanya untuk bermimpi !

Apa salahnya kita bermimpi? Gratis kok. Saya bahkan mulai berani menuliskan keinginan-keinginan saya yang paling mustahil sekalipun. Kan cuma menuliskan saja. Nggak ada masalah kan?

Saya tulis, saya tulis dan semakin saya sering menuliskan impian-impian saya … tak terasa impian itu jadi hidup!

Kalau tadinya ia hanya sejumlah kata-kata .. yang cukup menggelikan, namun anehnya … kalimat-kalimat itu jadi “nempel” terus di benak saya. Hadir terus dalam setiap proses pengambilan keputusan saya. Membakar saya untuk terus melangkah menuju impian itu.

Sungguh luar biasa ya. Mungkin memang sering-sering menuliskan impian benar-benar bisa membangunkan “jin ifrid” dalam batok kepala kita. Ibarat jin dalam lampu wasiat aladin, ia bisa kita suruh melakukan apa saja.

Bukan Sukses Semu Yang Saya Inginkan

Dalam menghadapi masa-masa sulit, untunglah ada satu kebiasaan saya tidak hilang. Saya sering menghabiskan waktu saya membaca buku dan mengikuti seminar-seminar. Banyak sekali saya belajar hal-hal baru.Saya mulai belajar mengembangkan kepribadian saya. Saya belajar tentang sikap sukses. Saya belajar tentang arti sukses yang benar-benar sukses, bukan hanya sekedar sukses yang semu (pseudo success).

Saya mulai berkenalan dengan jalan pikiran orang-orang yang benar-benar mengalami sukses, dan sering menangisi hidup saya yang belum bisa seperti mereka. Beberapa buku Best Seller yang menghadirkan tokoh-tokoh sekaliber John C. Maxwell dan Robert Kiyosaki pun saya cari. Saya benar-benar terinspirasi oleh mereka.

Khususnya semenjak saya menikah, saya mendefinisikan ulang hidup saya. Sukses seperti apa yang ingin saya capai? Sukses secara materi?

Ah tidak, saya sudah tidak terlalu tertarik lagi dengan materi. Saya hanya ingin bahagia. Bahagia karena selalu dekat dengan istri dan anak-anak saya. Saya mulai memimpikan kehidupan yang bebas, suatu kehidupan yang benar-benar tidak terpenjara berbagai “perintah orang lain”. Saya lah yang memegang kontrol penuh terhadap kehidupan saya. Saya ingin menikmati hidup seperti itu.

Saya Ingin Lebih Banyak Di Rumah

Buat anda mana yang lebih penting: high profile low profit, atau low profile high profit? Maksudnya enakan mana, gaya keren tapi kanker alias kantong kering … atau nggak ada gaya sama sekali, tapi duit banyak, hidup pun lebih bebas?

Ini memang soal pilihan. Saya bisa memaklumi, sah-sah saja apapun pilihan Anda. Anda ingin bekerja di lantai 27 gedung paling canggih di dunia, monggo. Anda bekerja pakai dasi lengkap dengan jas, silakan. Tetapi buat saya, itu tidak lagi terlalu penting. Saya lebih senang hidup bebas, pakai baju santai, jalan dengan istri dan anak-anak kapanpun saya mau, dan nggak usah pakai sepatu. Entah mengapa saya malas sekali pakai sepatu. Ya saya lebih senang memilih low profile deh. Tapi kalau bisa high profit dong. Biarlah orang bilang saya nggak keren. Biarlah….

Mengapa? Saya sudah janji pada diri saya sendiri bahwa saya akan sering berada di rumah. Saya juga janji pada diri sendiri saya akan ikut membesarkan anak-anak saya. Saya merasa bahagia sekali bila setiap hari, dari pagi sampai malam saya selalu bisa bersama anak-anak. Saya tahu betul anak-anak saya hanya menginginkan kehadiran papa dan mamanya. Saya punya impian. Saya ingin jadi full time parents. Selalu disamping anak-anak saya, lebih-lebih karena masih sangat kecil-kecil. Masih balita.

Kalau hidup saya kayak gitu, seharian di rumah aja, lalu bagaimana dengan urusan dapur? Ya, memang ini masalah serius buat saya. Apalagi saya tak punya banyak keahlian. Saya nggak bekerja di perusahaan manapun. Saya pun tidak lagi berbisnis (dalam arti bisnis dengan format yang dikenal pada umumnya). Tapi untuk mendapatkan impian itu saya memang harus berani membayar harganya.

Peluang Itu Kadang Mengetuk Terlalu Perlahan

Peluang itu memang sering mengetuk pintu kita terlalu perlahan, hampir-hampir tak terdengar

Ketika pintu dibuka yang tampak adalah seorang wanita tua gembel sambil menyerahkan sebuah bungkusan hitam yang kotor bekas lumpur… Lalu kita menolaknya, memakinya, menutup pintu dan kembali meneruskan tidur dengan mimpi-mimpi yang menyeramkan. Padahal di dalam bungkusan hitam kotor itu, wanita tua itu mau menyerahkan emas intan berlian yang sangat mahal harganya. Tapi sayangnya kita tak tahu dan tak pernah tahu …. sampai kapanpun, sebab kita telah mengusirnya…!

Anda tentu tahu betapa hebatnya Ray Kroc, pramuniaga mesin milkshake yang melihat kios hamburger McDonald bersaudara dan kemudian mengubahnya menjadi bisnis paling hebat di dunia.

Jangan Terlalu Cepat Berhenti

Kesuksesan bukan sebuah kebetulan. Sukses pun bukan sebuah jalan yang sulit sebetulnya. Namun mengapa ada orang yang sukses, dan ada pula orang yang gagal. Dengan memahami hal ini, insyaAllah kita jauh lebih mudah menggapai puncak-puncak kesuksesan.

Ternyata ini hanya sebuah permainan pikiran. Apa yang ada dalam pikiran kita akan mengejawantah dalam berbagai sikap, perilaku dan kebiasaan kita. Saya bisa katakan penyakit pertama yang harus kita obati adalah pikiran kita. Istilah saya “kita perlu install ulang” otak kita sehingga kita benar-benar lahir baru kembali menjadi manusia berbeda, menjadi manusia yang jauh lebih baik lagi.

Intinya yang perlu kita pahami adalah, setiap kita sudah mengambil keputusan, kita harus tahu bahwa mulai hari itu pekerjaan kita adalah menyelesaikan masalah, mengatasi hambatan, dan melanjutkan perjalanan. Kalau ini kita sadari, jauh lebih enjoy dan tidak kaget. Begitulah memang sunnatullah-nya, track itu pasti harus kita lalui. You are on the right track. Anda berada dalam jalan normal (lazim).

Sebetulnya tidak ada orang yang betul-betul gagal, yang ada hanyalah orang yang terlalu cepat berhenti, sebelum sampai ke puncak harapan sukses yang ia cita-citakan. Sebagian besar kisah kegagalan adalah kisah orang-orang yang menyerah sebelum waktunya.

So Nasehat kata2 di ataslah yg betul-betul kita ingat dalam pikiran dan hati kita, maka bacalah berulang-ulang agar kamu bisa memahami betul.
 
Dalam permainan sepakbola, sekalipun pada babak pertama kita sudah kalah 6-0 dari lawan, apakah kita langsung memutuskan, “udahi sajalah, kita kalah, lalu berhenti main.”? Tidak! Selagi pluit panjang belum berbunyi, kita akan terus menggempur gawang lawan. 

Seakan-akan tidak peduli dengan yang sudah terjadi. Kalau kita amat sangat peduli dan terpengaruh dengan skor pertandingan setengah jalan, tentu saja semangat main kita langsung mati, dan akan sering bunuh diri. Perhatikanlah betapa banyak gol-gol legendaris justru muncul at the last minute, ya pada menit-menit terakhir. Keyakinan yang kuat itu betul-betul magic.

Ada satu kisah di sebuah lokasi pertambangan. Berdasarkan informasi akurat yang ia peroleh, Bill membeli sepetak tanah yang cukup luas yang diperkirakan dibawah tanah itu terdapat emas yang sangat banyak. 

Setelah mendirikan gubuk untuk tinggal mulailah ia menggali dibantu oleh sahabat dan keluarganya. Berbulan-bulan, setiap hari ia menggali. Namun belum juga ada tanda-tanda bahwa disana ada emas. Akhirnya ia putus asa dan menjual kembali tanah itu kepada salah seorang sahabatnya dengan harga sangat murah.

Sahabatnya itu melanjutkan penggalian. Beberapa hari kemudian, ia menemukan “pintu” kawasan emas yang luas sekali dengan potensi kandungan emas yang sangat luar biasa. Kekayaan datang padanya, hanya beberapa saat setelah Bill berhenti!

Sering kita juga menghadapi kisah yang sama. Sebagai penjual, kita sering berhenti tatkala udah 10 orang menolak proposal kita, menolak produk dan jasa kita. Lalu kita memutuskan bahwa memang ini tidak mungkin berhasil. Padahal kalau diteruskan pada orang berikutnya, justru berhasil tanpa kesulitan berarti.

Ya begitulah, penyakit sukses paling berbahaya adalah terlalu cepat berhenti, terlalu mudah menyerah. Jika saja ini berhasil kita atasi .. anda pasti sukses. Apapun yang anda lakukan.

Suatu ketika seorang kakek bertekad menyusuri teriknya panas gurun sahara, ingin menjumpai cucunya di seberang gurun yang luas itu. Dengan bekal seadanya ia terus berjalan. Saat letih ia berhenti, istirahat dan kemudian kembali melanjutkan perjalanannya. Ia tahu kemana ia akan pergi. Dan walaupun begitu lama waktu yang harus ia tempuh, toh akhirnya ia pasti sampai. 
Asalkan ia jalan terus. Jatuh, bangkit lagi. Jatuh lagi, ya bangkit lagi. Itulah Bisnis/Entrepreneur....

Rabu, 09 Maret 2011

Selamat Tinggal Masa Lalu

Benjolan dan memar secara spiritual, sakit dan nyeri batin yang tak kunjung pergi, sebagian dari kita mengetahui artinya menderita hal-hal itu, tetapi terlalu sedikit dari kita yang mengetahui cara mananganinya. Bahkan sakitnya masa lalu itu bagaikan sebuah rantai baja yang membelenggu dan menahan gerak langkah kita untuk menggapai masa depan. Kita berjalan tertatih-tatih sambil berharap entah bagaimana luka-luka tersembunyi itu secara ajaib berhenti menyakiti, sambil berpikir bahwa mungkin rasa muram yang terus menerus itu akan lenyap. Tetapi pernahkah itu terjadi begitu saja? Tidak!

Saya tahu. Saya telah mengalaminya. Tetapi syukur, saya tidak mengalaminya lagi sekarang. Selama beberapa tahun belakangan ini, saya telah mengalami pertempuran bathin yang sengit. Dan saya mendapati bahwa semua pertempuran itu dapat meninggalkan saya dalam keadaan terluka memar dan terpukul habis-habisan dalam batin seperti baku hantam yang meninggalkan saya dalam keadaan terluka dan terpukul secara lahiriah.

Itu juga dapat terjadi pada Anda, atau mungkin tengah terjadi pada Anda saat ini.Dahulu, waktu saya masih aktif di dunia malam, betapa berantakannya akibat dari suatu keributan perkelahian itu, sekalipun saya memiliki dasar ilmu bela diri yang cukup lumayan. Namun betapapun parahnya sakit yang saya rasakan, istirahat beberapa hari akan memulihkan keadaan saya.

 Namun penyembuhan bathin yang terpukul tidak pulih sedemikian mudah. Malah sebenarnya, berlalunya waktu sering memperburuk keadaan.

Alasannya ialah ini: kita sering memikirkan kegagalan itu sampai hal itu menjadi semakin nyata bagi kita . Ditambah pikiran negatif dan ‘suara-suara yang melemahkan’ semakin cepatlah diri kita untuk ‘ambruk’. Kita lebih sering memusatkan perhatian pada kegagalan itu sampai kita terpaku di jalan kita, karena takut untuk terus berjalan. Itu akan membuat kita gagal, gagal dan gagal lagi!

Tetapi ada sebuah jalan keluar. Jika kegagalan telah membuat Anda terjungkir secara bathin, maka yang harus Anda lakukan untuk keluar dari hal itu adalah mengalihkan pandangan Anda dari masa lalu ke masa depan Anda. Dengan pandangan yang optimis, bahwa hari esok pasti lebih baik dari hari ini. Dan yang pasti, hidup tidak selamanya begini …

Pada mulanya itu tak kan datang dengan mudah kepada Anda. Pikiran Anda mungkin telah terlatih selama bertahun-tahun untuk memusatkan perhatian kepada masa lalu. Bagaikan seekor kuda tua yang biasa pergi ke gudang, pikiran Anda mungkin akan mulai berpacu ke arah itu setiap kali Anda memberi kelonggaran kepadanya.Jadi jangan beri kelonggaran. Tukarlah pikiran masa lalu dengan harapan tentang masa depan.

 Lepaskan belenggu masa lalu yang hitam kelam, penuh luka dan kegagalan, dan berlarilah mengejar ketinggalan Anda. Masa depan yang gemilang sedang menanti Anda. Anda akan menjadi pejuang penakluk, bukan menjadi prajurit yang terluka. Anda akan jadi seorang pemenang, bukan seorang pecundang.

Untuk itu,mulai hari ini katakan: “Selamat tinggal masa lalu...” Sebab Muramnya masa lalu bila tidak segera kita tinggalkan, akan merusak cerianya masa depan.

Salam Sukses!