Senin, 30 November 2009

KHILAF

Khilaf.
Mata yang telah terbutakan hawa nafsu.
Cinta yang telah terselimuti benci.
Semua terjadi tanpa berlalu, selalu terpatri membekas di dalam hati.
Sesal adalah akhir.
Khilaf tanpa mempedulikan akibat.
Khilaf tanpa mengindahkan manfaat.
Semua terjadi karena gejolak emosi dalam hati.
Semua terjadi karena sendiri.
Menyedihkan.
Memalukan.

Emosi yang memuncak menumbuhkan ketidak berdayaan mengatur keinginan menjalankan kehidupan.
Hanya nafsu, nafsu, dan nafsu yang tak pernah pergi berlalu.
Selalu ada mengusik ketenangan batin kita.

Khilaf terjadi karena ketidak berdayaan kontrol emosi kita.
Karena itu, berpikirlah sebelum melakukan sesuatu.
Kuatkan niat, bulatkan tekat.
Ingatlah, jika kita hidup dengan sebab akibat.
Khilaf mungkin tidak selamanya pergi dari hidup kita.
Tapi khilaf tidak selamanya merasuki jiwa kita, jika kita mampu menjaga dan memeliharanya.

Lepaskanlah keburukan dan raihlah kebaikan.
Saat khilaf telah pergi, rasakanlah kebaikan yang datang menyelimuti hati.
Saat khilaf hendak kembali, rasakanlah jika jiwa dan raga mampu menjaga demi kebaikan yang tetap terus terpelihara.