Tampilkan postingan dengan label Tips Praktis Berfikir Positif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Praktis Berfikir Positif. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Januari 2012

Kalau Anda Punya Masalah, Berbahagialah !!

DON'T BE SAD
Mendengar judul diatas mungkin anda bertanya-tanya, apakah saya tidak salah ketika mengatakan hal itu. Anda mungkin berkata ” bukankah lebih berbahagia kalau kita sama sekali tidak punya masalah? ” Kalau demikian, ANDA SALAH BESAR. Dimana ada kehidupan disitu pasti ada permasalahan. Namun tahukah anda bahwa dibalik setiap masalah terkandung suatu peluang emas dan kesempatan yang besar untuk maju. Ada sebuah kata-kata bijak dari Norman Phill yang patut anda renungkan.Dalam bukunya ” You Can If You Think You Can” , ia mengatakan begini :

”apabila Tuhan ingin menghadiahkan sesuatu yang berharga, bagaimanakah ia memberikannya kepada anda? Apakah ia menyampaikan dalam bentuk suatu kiriman yang indah dalam nampan perak?. Tidak. Sebaliknya Tuhan membungkusnya dalam suatu masalah yang pelik. Lalu melihat dari jauh apakah anda sanggup membuka bungkusan yang ruwet itu dan menemukan isinya yang sangat berharga. Bagaikan sebutir mutiara yang mahal harganya yang tersembunyi dalam kulit kerang ”.

Pernyataan tersebut bukanlah sekedar kata-kata yang indah untuk menghibur anda yang sedang kalut menghadapi suatu masalah. Ini adalah perubahan paradigma dan perubahan   cara berfikir. Keadaan apapun yang kita hadapi sebenarnya bersifat netral. Kitalah yang memberikan lebel positif atau lebel negatif terhadapnya. Peristiwanya sendiri sebetulnya tidak begitu penting. Tetapi respon kita terhadap peristiwa itu adalah segala-galanya.

Semua kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk tumbuh. Sayangnya lebih banyak orang yang mengganggap masalah sebagai sesuatu yang harus di hindari. Mereka tidak mampu melihat betapa mahalnya mutiara yang terkandung dalam setiap masalah. Ibarat mendaki gunung, ada orang yang gampang menyerah, mereka mundur teratur dan menolak kesempatan yang berikan oleh gunung. 

Ada orang yang gampang puas yang mendaki sampai ketinggian tertentu kemudian mengakhiri pendakiannya dan mencari tempat yang nyaman untuk berkemah dan beristirahat. Mereka hanya mencapai sedikit kesuksesan. Tapi sudah merasa puas dengan hal itu. Orang ketiga adalah orang yang seumur hidupnya melakukan pendakian dan tidak pernah membiarkan apapun menghalangi pendakiannya, orang seperti ini senantiasa melihat hidup sebagai ujian dan tantangan ia dapat mencapai puncak gunung karena memiliki mentalitas yang jauh lebih tinggi mengalahkan tingginya gunung. Orang dengan tipe ini benar benar meyakini apa yang pernah dikatakan H. Shock :

” Jangan pernah mengukur tinggi sebuah gunung  sebelum anda mencapai puncaknya karena begitu anda ada puncak anda akan melihat betapa rendahnya gunung itu”.

Semua masalah sebenarnya adalah rahmat terselubung. Mereka berjasa karena dapat membuat kita menjadi lebih baik, lebih bijaksana, lebih arif, lebih sabar.

Anda baru bisa disebut sebagai manager yang baik kalau anda mampu  memimpin seorang bawahan yang sulit yang membuat para manager yang lain angkat tangan.

Anda baru disebut sebagai orang tua yang baik kalau anda dapat menanggani anak yang bermasalah ataupun menantu yang keras kepala yang melakukan sesuatu melebihi batas  kesabaran anda. Anda baru dapat disebut profesional kalau anda mampu menangani pelanggan yang cerewet. Yang sering mengeluh yang banyak maunya.

Untuk mencapai kesuksesan anda perlu memiliki kecerdasan dan daya tahan yang tinggi untuk menghadapi masalah. Hal tersebut dimulai dari mengubah pola fikir dan paradigma anda sendiri. Mulailah melihat semua masalah yang anda hadapi sebagai peluang sebagai kesempatan sebagai rahmat. Anda akan merasa tertantang namun tetap mampu menjalani hidup yang tenang dan damai. Berbahagialah jika anda memiliki masalah. Itu artinya anda sedang hidup dan berkembang. Justru bila anda tidak punya masalah sama sekali, saya sarankan anda segera berdo’a :

” Ya Tuhan, Apakah kau tidak percaya lagi padaku sehingga kau tidak mempercayakan satupun kesulitan untuk aku atasi”.

Dengan do’a demikian anda tak perlu hawatir Tuhan amat mengetahui kemampuan kita masing-masing ia tak akan pernah memberikan suatu beban yang kita tak sanggup memikulnya. Jadi Kalau Anda Punya Masalah, Berbahagialah !.

Kamis, 31 Maret 2011

Lakukanlah apa yang takut Anda lakukan, maka rasa takut itu akan hilang

Sebagai manusia, memiliki perasaan takut itu wajar, terlebih takut kepada Allah swt. sangat dianjurkan. Tetapi ketakutan menghadapi permasalahan atau menghadapi sesuatu yang akan datang, sangat tidak dianjurkan. Samailah rasa takut hanya kepada Allah. Dan dengan sesuatu selain Allah, Allah swt. berfirman, "Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang)."



Cobalah belajar menghati sesuatu yang menakutkan. Cari di mana hal yang kita takuti, bulatkan tekad di dalam dada bahwa kita sebenarnya tidak pantas menyimpan rasa takut, maka rasa takut itu pun akan hilang. Jika kita takut untuk mencapai puncak sebelum mencobanya, maka kita benar-benar tak akan pernah mencapai puncak. Tapi, jika kita mengusir rasa takut dan membulatkan tekad, maka kita benar-benar akan tampil di puncak. Orang-orang yang berhasil mencapai puncak kesuksesan adalah kumpulan orang yang tidak takut menghadapi sesuatu yang akan terjadi. Merekalah orang yang memenangkan hidup. (Sean D. Tucker)

                          "Hidup adalah tentang menguasai rasa takutmu"

   Sedikit artikel yang saya tulis ini semoga bisa bermanfaat buat Anda !!

Minggu, 27 Maret 2011

Menyimpan pikiran-pikiran negatif seperti menimbun kotoran di dalam otak kita


Mudah curiga, suka mengeluh, kurang percaya diri, merasa takut, cepat menyerah, mengatakan " Tidak Bisa " sebelum memulai sesuatu, dan sebagainya sama saja menanamkan nilai-nilai negatif dalam pikiran kita. Jika hal ini berlarut dan menjadi kebiasaan maka semakin banyak sampah yang bertumpuk di dalam otak kita.



Sampah-sampah itu, jika dibiarkan menumpuk maka akan mengganggu kesehatan, baik fisik maupun spiritual kita. Akibatnya,  akan mudah stress dan tidak ada kebaikan yang kita peroleh. Hidup yang seharusnya indah menjadi tidak bisa ternikmati. Buatlah catatan perilaku negatif kita. Ingatkan diri kita untuk tidak mengulanginya lagi. Biasakanlah untuk tidak mengeluh, berani, pantang menyerah, dan mengatakan " Bisa ". Tanamkan selalu sikap positif dalam benak kita. Ubahlah sampah-sampah dalam otak kita menjadi untaian mutiara positif yang akan membawa pada perasaan nyaman dan bahagia.

Semoga artikel yang saya tulis ini bisa bermanfaat untuk anda-anda semua, Bagi para pembaca yang budiman.

Kamis, 24 Maret 2011

Kenyataan adalah persepsi Anda, Jika Anda ingin mengubah kenyataan hidup anda, mulailah dengan mengubah persepsi anda

Seringkali orang dinilai negatif hanya karena mengenal satu karakter saja. Menghukum orang dengan menyebutnya 'pemalas', 'pembohong' dan sebagainya. Jika cara pandang dan penilaian terhadap orang lain seperti itu maka sama saja dengan membiarkan benih-benih pikiran negatif tumbuh subur dalam otak kita.



Untuk menjernihkannya, ubahlah cara pandang kita tersebut dari sudut yang lain. cari sisi lain yang baik tentang orang tersebut. Pasti ada. Dan berusahalah bergaul dengan cara yang wajar. Jangan menilai atau mencari hal-hal buruk yang memperkuat keyakinan bahwa ia pribadi yang buruk, pemalas, atau sebagainya. Jika sudah menemukan kebaikan pribadi orang tersebut, ubahlah keyakinan dalam hati bahwa ia tidak seburuk seperti yang selama ini kita pikirkan.

Tanamkan dalam pribadi kita bahwa ia juga memiliki kebaikan-kebaikan seperti manusia umumnya. Dengan menghapus cara pandang buruk dan menggantinya dengan persepsi yang baik. pikiran negatif kita akan di geser oleh pikiran-pikiran positif yang mendorong pada kemajuan.

                                       SEMOGA BERMANFAAT

Rabu, 16 Maret 2011

Sadarilah bahwa ada rekaman untuk setiap kata yang terucap.

Allah swt. telah mengaruniakan kesempurnaan berupa organ tubuh dengan berbagi fungsinya yang menakjubkan, melebihi kecanggihan teknologi apa pun. Salah satunya adalah lidah kita, sarana untuk menghasilkan lisan. Dengan harapan menghasilkan tutur kata yang bermanfaat untuk kebaikan. Allah swt. berfirman,  "Pandai-pandailah memiliki kata, agar tidak menimbulkan kesalahfahaman, tidak juga mengundang pelecehan terhadap siapapun, Sadarilah bahwa ada rekaman untuk setiap kata yang terucap" (QS. al-Baqarah: 104).





Ucapan dengan tutur kata yang manis pasti mengandung sesuatu yang bermanfaat. Tutur kata yang manis. membuat sejuk dan tenteram orang yang mendengarkan, dan orang lainpun akan membalasnya dengan kebaikan. Sebaliknya, tutur kata dari lisan yang kurang terjaga, akan mendatangkan keburukan bagi penuturnya Rasulullah saw. bersabda, "Celaka wahai Mu'adz, adakah yang lebih berpeluang untuk membenamkan wajah seseorang ke Neraka selain dari hasil lisannya?" (HR. Trmidzi) Selaku mukmin, hiasilah lisan dengan tutur kata yang indah dan bermanfaat. Niscaya orang lainpun akan berbaik kepada kita, terlebih Allah, akan semakin mengasihi kepada kita !

Semoga sedikit artikel yang saya tulis ini bisa bermanfaat untuk para pembaca yang budiman

Selasa, 15 Maret 2011

Jadikan kekeliruan pada masa lalu sebagai pelajaran..."

Simpan masa lalu ! Ambillah pelajaran untuk masa depan yang lebih baik! Dengan begitu, kita menjadi waspada dan melakukan perbaikan terhadap sesuatu yang pernah terjadi. Saatnya untuk melangkah, membuka pikiran positif bahwa ada masa depan yang lebih baik sedang menunggu di depan !

Orang yang ikhlas dengan kegagalan atau masa lalu buruk yang pernah di alaminya, lalu di susul dengan pikiran positif terhadap masa yang akan datang, sama dengan memberikan stimulus terhadap diri sendiri, mempunyai dorongan dan keyakinan bahwa sesuatu yang akan di inginkan akan terwujud. Sikap tersebut mampu menjadi pemompa yang melengkapi tindakan nyata menuju sukses.



Pepatah mengatakan bahwa masa lalu adalah guru, terlebih kegagalan, yang dengannya kita bisa memetik pelajaran apa yang harus dan jangan sampai dilakukan! Insya Allah, dari ketidakberhasilan pada masa lalu, terbentang kesusksesan di masa yang akan datang.

Artikel yang saya tulis ini semoga bisa bermanfaat buat Anda Semua.

Senin, 14 Maret 2011

Jangan Menunggu bahagia untuk tersenyum, tetapi tersenyumlah untuk bahagia

Wajah ceria dengan senyuman tulus tentu sangat menarik untuk dipandang, mengesankan persahabatan dan keramahan, Cara yang super gampang ini ternyata sangat ampuh untuk mengurangi beban pikiran. Namun, ketika menghadapi persoalan cara simpel ini kadang terabaikan.


Kebanyakan muram yang muncul dalam diri. Padahal kemuraman tidak akan meringankan beban, justru menambah beratnya beban. Jika kita menghadapinya dengan senyuman, maka himpitan beban akan terkurangi, ketentraman dan kenyamanan akan menyusup ke dalam hati. Dan tidak ada seseorang dalam keadaan nyaman dan tenteram tidak merasa bahagia.

Rasulullah saw.bersabda bahwa tersenyum itu sedekah. Memberi senyum kepada orang lain adalah amal mulia. Senyuman tulus yang kita pancarkan dari dalam hati yang ikhlas, secepat kilat akan menular. Energi positif tersebut, Insya Allah menjadi kekuatan yang mampu meringankan penderitaan orang yang sedang di himpit masalah, mampu mencairkan suasana beku, serta menebarkan rasa senang dan nyaman.

Orang yang selalu tersenyum saat menghadapi kesusahan sama dengan memberikan keringanan terhadap kesusahan itu, pasti akan menjalani hidupnya dengan indah dan rileks. Tersenyum juga membuat kita awet muda, membuat hati sehat, pikiran jernih, serta memancarkan cahaya kesejukan dan kebahagiaan bagi orang lain. Alangkah mudahnya....!

                  "Karna itu jangan sembunyikan senyummu kawan"

Semoga Artikel yang aku tulis ini bisa bermanfaat dan bisa di jadikan Spirit/Semangat dalam menjalani aktifitas keseharian sahabat Blogger semua.

Dikutip dari : ( Dr. 'Aidh bin 'Abdullah al-Qarni )

Bersikaplah optimis sekalipun berada dalam sumber badai



Jika kita memulai sesuatu dengan mengatakan "Aku Bisa", pasti kita bisa. Maka kita sudah mengucapkan sesuatu yg positif yg akan membantu keberhasilan. Ditambah dengan semangat dan tekad yang tulus, maka tujuan atau cita-cita akan tercapai. Sebaliknya, mengeluh atau pesimis adalah perilaku negatif yang harus di enyahkan pada saat memulai atau sedang mengerjakan sesuatu.
Suka mengeluh mnunjukkan bahwa tekad kita mengerjakan sesuatu adalah lemah. Pasti akan menghambat keberhasilan. Sebaliknya, optimis menjadi bahan bakar pendorong yang akan mengantar kepada kesuksesan. Optimislah dan yakin bahwa kita bisa menyelesaikan sebuah pekerjaan, kita bisa memiliki sesuatu yang kita inginkan, kita bisa meraihnya, dan kita pasti akan berhasil. Maka nilai positif sudah terpatri dalam pikiran kita.

Jika optimis dilengkapi dengan tekad yang tulus, maka usaha yang akan kita lakukan sudah memiliki pendorong yang ampuh. Kita akan termotivasi, meski pada saat-saat yang mengkhawatirkan. Orang yang mencapai keberhasilan atau mewujudkan impian adalah orang yang selalu opimis 100% bahwa dirinya mampu mencapai tujuan.