Jumat, 17 Februari 2012

Manusia pasti pulang ke kampung AKHIRAT

Manusia diciptakan, dibuat, dimiliki oleh Allah SWT, dari tidak ada dibuat jadi ada, dihidupkan, dan dimatikan.

Awal – Akhir
Ciptaan Allah SWT di seluruh alam semesta adalah fana, ada awal dan ada akhir. Awal manusia hidup diketahui dengan adanya nafas, yang kemudian dinyatakan bahwa nafas adalah inti kehidupan, yang membuat ruh ada hidup di dalam badan manusia. Tanda akhir kehidupan manusia adalah ketika nafas berhenti keluar masuk dari tubuh, ruh akan pulang kembali ke akhirat.

Musnah – Hancur
Aktifitas raga manusia berhenti setelah nafas tidak ada dan ruh keluar dari badan, akhirnya musnah, hancur. Sebaliknya jika raga rusak atau hancur manusia akan mati; hancur oleh angin, air, api, tanah dan kejadian-kejadian atau peristiwa yang merusak baik oleh alam maupun mahluk.


Balatentara Allah yang diberi tugas untuk melaksanakan kehendakNya antara lain: angin, angin berkisar kuat, taifun, tornado, cyclon, puting beliung, puyuh, angin mandul yang mematikan mahluk dan flora, angin sangat dingin, sangat panas. Air banjir, gelombang, hujan deras, hujan es, hujan batu, hujan angin. Guntur, petir dengan bunyi sangat kuat. Gempa, erupsi gunung, tanah longsor, tanah rekah, badai pasir dan Api.

Tugas di Dunia
Tugas dan fungsi pokok manusia sebagai makhluk akhirat maupun ketika ditugaskan menjadi makhluk bumi adalah beribadah, menghambakan diri kepada Allah SWT.

Ketika bertugas di kehidupan dunia manusia diberi bekal dalam dirinya untuk dipergunakan sebaik-baiknya dalam menjalani kehidupan. Bekal yang berhasil dimanfaatkan dalam beribadah menjadi prestasi yang diridhoi Allah SWT tersebut akan dibawa pulang ke kampung akhirat yang abadi. Prestasi yang dicapai selama hidup manusia di dunia akan sangat menentukan posisi di kehidupan akhirat.

Pedoman untuk memanfaatkan bekal tersebut ada dalam Al Qur’an. Petunjuk pelaksanaan serta aturan-aturan untuk beribadah ada dalam rukun Iman dan rukun Islam. Referensi berupa contoh aplikasi dimuat dalam hadits Rasulullah Muhammad SAW, dicontohkan kepada para sahabat, tabi’in, tabi-it tabi’in, para aulia, guru-guru mursyid. Guru Mursid adalah guru yang memiliki silsilah ilmu yang jelas urutannya hingga ke Rasulullah.

Sangat sulit bagi seorang manusia untuk selamat hidup di dunia dan akhirat tanpa bimbingan seorang guru mursyid.

Ketika manusia lahir di bumi, yang sebelumnya merupakan makhluk akhirat (ruh, spirit) sudah mulai memakai atribut manusia dunia berupa raga (badan, body). Dalam pertumbuhannya raga manusia bertambah kuat sejalan dengan perkembangan kehendak atau keinginan (nafs, soul).

Kehendak manusia akan pemenuhan duniawi akan melemahkan fungsi ruh yang selalu ingin dekat dan beribadah kepada Allah SWT. Bila tidak dilatih dengan tekun, dirawat dan diberi makanan rohani sesuai petunjuk pelaksanaan Islam, ruh akan lemah dan tertutup oleh keinginan duniawi.






( Sumber : http://ytmiad.wordpress.com )