Jumat, 09 Juli 2010

KECERDASAN EMOSIONAL (EQ)

selama ini kita hanya beranggapan jika tolok ukur kecerdasan seseorang hanya diukur dari kemampuan IQnya saja.
padahal, lebih dari itu terdapat jenis kecerdasan lain yaitu kecerdasan emosional yang justru lebih penting dalam menentukan tingkat kesuksesan hidup seseorang.
kecerdasan emosional atau yang sering disingkat dengan EQ sesungguhnya merupakan kemampuan seseorang dalam mengenali emosi yang terdapat dalam dirinya sendiri maupun orang lain, serta mendayagunakan kemampuan menganalisa emosi tersebut dengan tindakan yang dapat memaksimalkan perbuatannya dalam kehidupan sehari-hari.

menurut penelitian yang dilakukan oleh para ahli terkait kecerdasan emosional ini, jika 20% kesuksesan hidup seseorang ditentukan oleh IQ yang dimilikinya sedangkan 80% sisanya ditentukan oleh kecerdasan emosionalnya.
seseorang yang berIQ tinggi belum tentu sukses dalam menjalani hidupnya. orang yang berIQ tinggi cenderung tidak stabil dalam emosinya. karena emosi yang tidak stabil inilah membuat mereka sering merasa cemas, khawatir, gusar, dan bimbang dalam menjalani hidup.
seseorang yang berIQ tinggi cenderung mudah stres jika gagal dalam sebuah permasalahan, kurang mudah bergaul dalam masyarakat, cenderung menarik diri, rewel, dan bersikap terlalu kritis.

berbanding terbalik dengan orang yang berIQ tinggi, orang yang berEQ tinggi cenderung memiliki IQ yang rendah atau rata-rata.
keuntungannya adalah mereka dapat lebih menyeimbangkan antara diri dan lingkungannya.
mereka lebih mudah bergaul di tengah-tengah masyarakat, mengusahakan kebahagiaan dalam dirinya sendiri, mengubah sesuatu yang buruk menjadi baik, dan lebih sukses dalam menjalani hidupnya.

kecerdasan yang sesungguhnya dimiliki oleh manusia tidak hanya terbatas pada kecerdasan teoritis saja, tetapi juga kecerdasan yang bersifat praktikal berupa tindakan nyata dalam bentuk perbuatan yang selama ini sudah tercermin dalam bentuk kecerdasan emosional.